Melania, dari Model Seksi Menjadi First Lady

GEDUNG Putih merilis sebuah foto percakapan antara Melania Trump dan Ibu Negara (First Lady), Michelle Obama, Jum’at (11/11). Keduanya duduk bersebelahan dan bercakap-cakap di Ruang Yellow Oval.

Melania menemui Michelle, seraya mendampingi suaminya, Donald John Trump yang juga menggelar pertemuan tertutup dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama. Trump dan Melania tiba di Gedung Putih pada pukul 11.00 waktu setempat.

20 Januari 2017, Melania akan menyandang gelar terhormat sebagai Ibu Negara, setelah Trump, yang memenangi Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS), 8 November lalu, mengalahkan Hillary Clinton, dilantik sebagai Presiden AS ke-45. Presiden terpilih yang diusung Partai Republik itu menggantikan suami Michelle, Barack Obama yang telah dua periode menjabat Presiden AS (2008-2012 dan 2012-2016).

Obama, Michelle dan dua anaknya: Malia dan Sasha, akan menjadi warga negara biasa. Mereka akan meninggalkan Gedung Putih yang kelak akan dihuni Trump, Melania, dan anaknya yang berusia 10 tahun, Barron William Trump.

Sambil minum teh, dalam pertemuan itu, Michelle berbagi pengalaman soal cara mengasuh dua anaknya selama delapan tahun menetap di Gedung Putih. Melania sepertinya merasa perlu menanyakan pengalaman itu kepada Michelle, lantaran Barron, akan menjalani kehidupan yang sama dengan Malia dan Sasha.

“Mereka diskusi tentang cara membesarkan anak-anak. Dua putri (Malia dan Sasha) Ibu Negara beberapa tahun masa kecilnya di Gedung Putih dan anak Ibu Melania (Barron) juga akan menghabiskan beberapa tahun masa kecilnya di sini,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Josh Earnest. Ketika Obama terpilih sebagai Presiden tahun 2008 lalu, Malia berusia 10 tahun dan Sasha tujuh tahun. Kini, keduanya telah tumbuh menjadi wanita remaja.

Melania kala itu terlihat anggun dengan pakaian berwarna hitam. Tak jelas suasana psikologis keduanya saat menggelar pertemuan pertama itu. Tentu, ada perasaan kikuk keduanya. Sebelumnya, di kala musim kampanye, pidato perdana Melania, saat Konvensi Nasional Partai Republik, 18 Juli 2016 lalu, menuai cemoohan lantaran diduga mengutip pidato Michelle saat Konvensi Nasional Partai Demokrat 2008 lalu. Ketika ditanya media seputar pidatonya yang nyaris sama dengan isi pidato Michelle, Melania mengaku yang menulis, dengan sedikit bantuan stafnya.

Saat berpidato di panggung Konvensi Nasional Partai Demokrat di Philadelphia, 25 Juli 2016 lalu, Michelle juga menyelipkan pesan yang seakan mengkritik Trump. Meski dalam pidatonya, tidak menyebut nama Trump, Michelle juga seakan membalas serangan Trump yang kerap menilai pemerintahan Obama lemah dalam memerangi terorisme. Michelle membela pemerintahan Obama yang telah mempertahankan eksistensi AS sebagai negara adidaya.

Sementara itu, Obama dan Trump menggelar pertemuan sekitar 90 menit di Ruang Oval di gedung yang menjadi sentral kekuasaan pemerintahan AS itu. Obama sempat mengajak Trump menuju balkon Truman di lantai dua Gedung Putih, yang menghadap South Lawn dan Monumen Washington.

Obama telah memastikan proses peralihan kekuasaan darinya kepada Trump akan berjalan mulus. Sebelumnya, Obama dan Trump sering perang kata-kata. Trump kerap menuding Obama yang dikesankan lemah dalam memerangi terorisme. Sebaliknya Obama menyindir Trump yang nihil pengalaman dan pengetahuan di bidang hukum dan pemerintahan.

Obama menganggap Trump lebih berpengalaman mengurusi kontes ratu kecantikan sejagat (Miss Universe). Trump, politisi berlatarbelakang pengusaha itu memang lebih memahami bisnis properti, hiburan, pariwisata, hingga perjudian. Usai pertemuan yang terkesan canggung itu, Trump menilai Obama sebagai orang yang baik. Dia pun mengajak Obama untuk bekerjasama.

“Bapak Presiden, ini adalah kehormatan besar berada bersama anda, dan saya berharap lebih banyak berada bersama anda.” harap Trump. Sementara Obama menyatakan ingin membuat Trump dan keluarganya merasa diterima di Gedung Putih. “Karenanya, kami mempersiapkan diri untuk membuat transisi ini,” ucapnya.

Dari Sevnica Menuju Gedung Putih

Melania Trump atau Melanija Knavs, lahir 26 April 1970 di Novo Mesto, Slovenia, dekat perbatasan Kroasia. Slovenia yang merupakan negara pecahan Yugoslavia dan dipimpin Diktator Marshall Tito, pernah menjadi satelit Uni Soviet, negara yang menjadi kiblat komunisme internasional. Yugoslavia juga hancur akibat konflik berdarah antar etnis.

Melania adalah putri dari pasangan Viktor Knavs dan Amalija Ulcnik. Knavs diketahui anggota Liga Komunis. Sementara Amalija tidak tercatat berafiliasi politik. Mungkin, karena memiliki jaringan politik, Knavs bersama Amalija, dipercaya mengelola Jutranjka, perusahaan milik negara yang memproduksi pakaian anak-anak, dengan jumlah pekerja mencapai 1.200 orang. Di perusahaan itu, Amalija merupakan perancang desain pakaian.

Meski berhaluan komunis, Knavs tidak pernah menginformasikan afiliasi politiknya. Dia juga pernah menjadi supir salah satu direktur, namun kemudian memiliki toko yang menjual suku cadang mobil dan sepeda motor.

Knavs bersama keluarganya pernah menetap di sebuah apartemen sederhana di Sevnica. Ketika Melania beranjak remaja, Knavs pindah ke sebuah rumah dengan dua lantai. Lalu, saat SMA, Melania menetap di sebuah apartemen bertingkat di Ljubljana. Bakat ibunya menurun padanya. Melania mengikuti pendidikan di Sekolah Menengah jurusan desain dan fotografi di Ljubljana. Dia juga sempat kuliah di Universitas Ljubljana. Namun, tidak lulus. Dia kuliah hanya satu tahun. Meski demikian, Melania mampu berbicara enam bahasa dengan lancar antara lain: Serbia-Kroasia, Inggris, Prancis, Italia, Jerman, dan Slovenia.

Di usia lima tahun, Melania menjadi model untuk katalog Jutranjka. Kala itu, Melania bersama kakak perempuannya, Ines, mengambil bagian dalam sebuah acara fashion show yang digelar Jutranjka. Acara itu digelar megah di Hotel Jugoslavija, Belgrade.

Melania dan Ines dibawa dengan kereta api ke ibukota. Lalu, bersama teman-temannya yang ikut fashion show, mereka diarak di depan pejabat tinggi partai. Nena Bedek, sahabat Melania, yang ibunya merupakan rekan kerja Amalija di Jutranjka, mengakui jika pengalaman itu sangat menarik. Nena mengatakan, Jutranjka menggelar fashion show setiap musim. “Kami (bersama Melania) terpilih untuk ambil bagian selama dua kali (pada fashion show) terbesar di Belgrade dan di sebuah hotel dekat Sevnica.”

“Kami dibawa ke Belgrade dengan kereta api dan tinggal di Hotel Jugoslavija yang terkenal. Kami mengenakan busana anak-anak, bergaya dan berjalan di catwalk bersama model orang dewasa untuk perusahaan milik negara lainnya, Mura.”

Nena masih ingat dengan sosok Melania yang terobsesi untuk menjadi model terkenal. “Melania terpaku dengan gagasan menjadi model dan dia suka membuat sketsa desain untuk pakaian. Karenanya, dia mengambil kelas seni tambahan di luar sekolah. Dia juga mengamati majalah dari pameran dagang ibunya, lalu menyerap ide-idenya,” kata Nena.

Menurut dia, Melania memiliki dorongan yang sangat keras untuk maju. “Dia selalu memiliki tujuan dan ambisi yang lebih tinggi dari kita. Tujuannya adalah meninggalkan Sevnica, Ljubljana, dan pergi ke luar negeri.”

Meski punya ambisi, Melania merupakan sosok yang tenang. “Dia tenang, tetapi lebih banyak bicara daripada kakaknya yang pemalu,” kata Nena seraya memuji Melania yang menjadi First Lady. “Cantik, pintar dan selalu sangat baik,” kata Nena mengenang Melania.

Nena bersama Melania selalu bersama di sekolah. Mereka juga sering bermain di luar sekolah, mendengarkan radio, dan bertukar kaset. Melania bukan hanya berwajah cantik. Namun, rajin membaca dan menyukai seni.

Seorang guru seni di kampung halamannya, masih ingat masa kecil Melania dan teman-temannya. Lindmila Lipovsek, seorang guru bahasa Inggris juga mengatakan, Melania mendapat nilai yang sangat baik dalam mata pelajaran lain.

Sebagai seorang anak komunis, menurut pengakuan beberapa sumber seperti dikutip Daily Mail, Melania dan kakaknya tidak dibaptis, dan tidak membuat komuni suci dengan anak-anak lainnya seperti kebiasaan keluarga Katolik.

Ayah Melania berasal dari Desa Radice, yang mayoritas warganya bertani. Desa itu cukup terpencil, sekitar 15 mil dari ibukota. Seorang kerabat di desanya ingat jika Knavs terlibat dalam partai politik. Mungkin, karena itu, dia mendapatkan akses di pemerintahan dan jabatan yang tinggi. Sementara ibunya berasal dari Desa Raka.

Diragukan

Sosok Melania menuai sorotan. Wajar, karena wanita yang berasal dari kota kecil Sevnica, yang jaraknya sekitar satu jam dari ibukota Ljubljana itu, bakal menjadi First Lady di sebuah negara adidaya. Sebagian kalangan meragukan kapasitasnya dalam mengurusi urusan negara.

Karena, Melania lebih banyak menyelami dunia sosialitas yang nuansanya glamour. Pamornya kalah jauh dibandingkan Michelle Obama, isteri mantan Presiden AS, Hillary Clinton, termasuk Anne Holton, isteri Tim Kaine, calon wakil presiden yang berpasangan dengan Hillary. Kapasitasnya pun berada di bawah Karen Pence, isteri Mike Pence, calon wakil presiden yang berpasangan dengan Trump.

“Popularitas Melania Trump lebih rendah dari hampir semua pasangan kandidat,” tulis The National Post. “Pasangan yang paling populer adalah Barbara Bush, istri George H W Bush. Michelle Obama juga cukup positif di sekitar tahun 2012, meskipun sedikit lebih buruk dari empat tahun sebelumnya (2008), ketika dia tidak dikenal.”

Keraguan itu bukan tanpa alasan. Saat mendampingi Trump yang sibuk kampanye sebagai calon presiden, potensi yang dimiliki Melania tidak begitu terlihat. Meski rada awam politik, Melania tidak menghindar dari kamera. Bahkan, fotonya menghiasi media dengan sisi yang berbeda. Melania terlihat bersinar di depan lensa dan laksana model menawan saat berjalan di panggung catwalk.

Memang, wanita yang juga dikenal bernama Melania Knauss itu adalah mantan model top. Wajah cantik dan tubuhnya yang seksi, kerap menghiasi media, khususnya majalah pria dewasa.

Karir modelingnya meningkat ketika hijrah dari Slovenia. Tahun 2001, Melania menetap di AS untuk menekuni dunia model. Hingga akhirnya, dia menikah dengan Trump pada 22 Januari 2005. Tahun 2006, dia resmi menjadi warga negara AS.

Melania pun kian modis setelah dinikahi milyarder yang begitu dekat dengan gaya hidup glamour. Kini, gaya hidupnya jauh berbeda dibandingkan 15 tahun lalu, saat menetap bersama keluarganya di Sevnica, yang berlembah dan berhutan.

Sebelum menjadi model top dunia, Melania sempat menjadi model untuk media lokal. Saat menginjak usia 16 tahun, dia bergaya di hadapan kamera dengan fotografer fashion asal Slovenia, Stane Jerko.

Rupanya, kepiawannya di depan kamera membuat agen model kepincut. Di usia 18 tahun, Melania menandatangani kontrak dengan agen model di Milan, Italia. Dia pun menjadi runner-up di ajang kontes Look of The Year, yang digelar Jana Magazine tahun 1992 di Ljubljana.

Lantaran tak lagi kuliah di Universitas Ljubljana, Melania pun bekerja sebagai model untuk rumah mode di Milan dan Paris. Kontrak dan visanya diurus oleh pengusaha asal Italia, Paolo Zampolli.

Agustus 1996, Melania memasuki AS dengan visa sebagai pengunjung. Dia memperoleh visa H-1B pada Oktober 1996. Setelah itu, dia secara rutin harus kembali ke Slovenia karena hanya bisa memberikan visa satu tahun di AS. Pada November 2016, Associated Press melaporkan, Melani yang dibayar US$20.056 untuk 10 pekerjaan sebagai modeling di AS tahun 1996, harus mengantongi izin secara legal agar dapat bekerja. Namun, pengacara Melania menyatakan informasi yang dirilis AP itu belum diverifikasi kebenarannya.

Namanya kian melambung. Melania muncul di sampul majalah New York Magazine. Bahkan, wajahnya menghiasi sampul Harper Bazaar (Bulgaria), Ocean Drive, Avenue, Allure, Vanity Fair (Italia), dan Vogue. Dengan tubuh tanpa busana, Melania juga menghiasi sampul majalah GQ (Inggris). Dia juga tampil dengan pakaian bikini tahun 2000 di Sports Illustrated Swimsuit.

Perjalanan karirnya di dunia model, kabarnya tidak terlepas dari peran Irene Management Group Marie dan Trump Model Management milik Donald Trump. Namun, Melania memang memiliki kemampuan modeling yang luar biasa. Dia pun memperoleh green card (kartu hijau) dan menjadi penduduk tetap di AS tahun 2001. Melania baru memperoleh status kewarganegaraan AS tahun 2006.

Pertemuan dengan Trump

Melania hijrah ke New York tahun 1996. Dua tahun kemudian, dia bertemu dengan Trump di sebuah acara Fashion Week di kota itu. Trump, kala itu masih berstatus suami Marla Ann Maples, artis AS. Namun, keduanya bercerai di tahun 1998 lantaran persepsi berbeda dalam membesarkan anak-anaknya. “Saya tidak pernah (dekat) dengan dia karena uang. Tidak ada kehidupan glamor atau kekayaan,” kata Maples yang mengaku tinggal di sebuah apartemen.

Trump menemui Melania dalam acara Fashion Week, ditemani Celina Midelfart. Dalam pertemuan itu, Trump sempat meminta nomor telepon Melania. Hubungan keduanya mendapat perhatian luas setelah wawancara tahun 1999 di The Howard Stern Show. Dan, di tahun 2000, Melania tampil menemani Trump saat berkampanye sebagai calon presiden yang diusung Partai Reformasi.

Maples mendapatkan U$2 juta setelah penceraiannya dengan Trump. Dalam sebuah acara Dancing With The Star (DWTS) yang disiarkan ABC, dia juga mengaku terpaksa melelang cincin pertunangannya. “Bagi saya, tidak tentang berapa banyak uang yang anda miliki. Ini tentang bagaimana anda menghubungkan satu sama lain, saling mendukung satu sama lain?” katanya.

Trump menikahi Marla Maples tahun 1990. Keduanya berkenalan saat Trump masih dengan istri pertamanya asal Cekoslowakia, Ivana Zelnickova, yang dinikahinya tahun 1977. Dari pernikahan itu, Trump dan Ivana dikarunai tiga anak yaitu Ivanka, Eric dan anak sulungnya, Donald Trump Jr, yang lebih muda delapan tahun dari Melania. Ivana dan Trump sangat dikenal dalam kehidupan sosialita di New York di tahun 1980-an. Namun, pernikahan mereka berakhir pada tahun 1992.

Hubungan keduanya kian populer lantaran publisitas. Keduanya tampil mesra di tahun 2004 saat peluncuran acara reality show di televisi yang berorientasi bisnis yang dikembangkan Trump, The Apprentice. Trump dan Melania kemudian menikah tanggal 22 Januari 2005. Melania menjadi isteri ketiga Trump. Usia keduanya terpaut 24 tahun. Trump yang kini berusia 70 tahun, lebih muda lima tahun dari ayah Melania.

Pernikahan Trump dan Melania, digelar mewah di The Episcopal Church of Bethesda, di Palm Beach, Florida. Melania mengenakan gaun putih senilai US$200 ribu yang dibuat John Galliano. Sejumlah selebriti hadir saat resepsi. Mereka antara lain Katie Couric, Matt Lauer, Rudy Giuliani, Heidi Klum, Star Jones, P. Diddy, Shaquille O’Neal, Barbara Walters, Conrad Hitam, Regis Philbin, Simon Cowell, Kelly Ripa, dan sebagainya. Hillary Clinton yang kala itu menjadi senat dan mantan presiden Bill Clinton juga hadir di tengah ratusan undangan. Resepsi pernikahan keduanya diliput media.

Maret 2006, Melania melahirkan anak lelaki yang diberi nama Barron William Trump. Melania menyarankan agar ada namanya di tengah bayinya. Sementara Trump ingin nama Trump di depannya. Bayi Barron itu kabarnya menempati lantai sendiri di apartemen Trump Tower milik Trump di Manhattan. Bocah yang disapa Mini Donald itu sering diajak bermain golf dengan ayahnya dan fasih berbahasa Slovenia.

Menuai Kontroversi

Sah-sah saja meragukan kompetensi dan pengalaman Melania. Namun, takdir mengantarkannya menjadi Ibu Negara. 20 Januari 2017, Melania akan menyandang gelar terhormat itu. Dia menjadi ibu negara yang bukan asli warga AS yang kedua, setelah Louisa Adams, isteri Presiden AS, John Quincy Adams yang menjabat tahun 1825 hingga 1829. Louisa Adams lahir di London, Inggris, 22 Februari 1775.

Meski demikian, keterlibatan Trump dalam dunia politik tidak terlepas dari peran Melania. November 2015 lalu, ketika Trump ikut dalam kampanye presiden, Melania mengatakan akan mendukung. Dia mengaku tahu apa yang akan dilakukan suaminya untuk AS. “Dia (Trump) mengasihi orang-orang Amerika dan dia ingin membantu mereka,” kata Melania. Namun, perannya relatif tak terlihat dalam membantu kampanye Trump.

Pada Juli 2016, situs resmi Trump dialihkan ke trump.com. Melani beralasan situs itu sudah ketinggalan jaman dan tidak mengakomodir kepentingan bisnis. Namun, perubahan itu diduga karena media banyak mengutip tulisan di website tentangnya yang ternyata palsu. Misalnya, soal klaim jika Melania bergelar sarjana di bidang arsitektur dan desain dari University of Ljubljana.

Mungkin, lantaran tak henti-hentinya di-bully di media sosial, Melania pun tertekad untuk memerangi cyberbullying. Dia prihatin dengan fenomena itu, apalagi menimpa kalangan anak-anak.

Menurut dia, sangat tidak baik jika seorang remaja berusia sekitar 12 tahun, saling mengejek, menganggu, dan menyerang di media sosial. Dia khawatir cyberbullying itu menjadi tindakan yang mengerikan ketika berada di tempat bermain. Melania pun tidak membenarkan cara-cara kasar yang dilakukan seseorang tanpa nama bersembunyi di dunia maya. “Ini akan menjadi salah satu fokus utama dari pekerjaan saya, jika saya cukup istimewa untuk menjadi First Lady,” ucapnya.

Tapi Melania pernah menyebut keburukan Trump dalam menggunakan twitter pribadinya. Trump tanpa henti menyerang musuh-musuh politiknya, wartawan, kritikus, artis, dan sebagainya. Trump juga kerap melancarkan komentar yang merendahkan penampilan dan kecerdasan kepada orang-orang yang diserangnya.

Sampai-sampai penyanyi Born This Way, Lady Gaga lewat akun twitternya mengirim tweet ke @MELANIATRUMP dengan menyebut, Melania sebagai manusia munafik yang berjanji akan melawan intimidasi. “Suami anda adalah salah satu dari pengganggu yang paling terkenal yang pernah kita saksikan,” tulis Lady Gaga.

Di kala di bully, Trump membela Melania. Saat kampanye di Arizona, Trump mengatakan di hadapan massa pendukungnya jika istri dan putri sulungnya, Ivanka, tidak menyetujui perilakunya. Melania kerap bersikeras untuk memberikan nasihat kepada suaminya. “Saya memberinya pendapat saya, banyak, banyak kali,” katanya. Saya mengatakan kepadanya apa yang saya pikirkan. Dan, saya pikir itu sangat penting dalam sebuah hubungan.”

Melania pun menuai cemoohan kali pertama berpidato, 18 Juli, 2016 dalam acara Konvensi Nasional Partai Republik. Sebuah paragraf pidatonya ternyata identik dengan paragraf pidato Michelle Obama saat berpidato di Konvensi Nasional Partai Demokrat 2008.

Ketika ditanya tentang pidato, Melania mengaku yang menulis, dengan sedikit bantuan stafnya. Saat berpidato di Cleveland, Melania mengatakan, sejak usia muda, orangtuanya menanamkan nilai agar bekerja keras untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Orang tuanya juga mengajarkan moral dalam kehidupan sehari-hari.

Terkait kritikan itu, juru bicara Trump, Jason Miller menilai, Melania menulis pidatonya sesuai pengalamannya sebagai imigran dan cintanya terhadap AS. Lalu, staf penulis Melania, Meredith McIver mengaku bertanggung jawab dan meminta maaf atas “kebingungan” tersebut. McIver mengakui memasukkan kalimat-kalimat dalam pidato Melania yang mirip dengan pidato Michelle.

Namun, dia mengatakan, hanya memberi contoh pidato Michelle kepada Melania. Mclver mengakui kesalahannya. Dia pun mengajukan pengunduran diri dari tim pemenangan Trump. Namun, Trump menolak. Trump pun membela McIver dalam wawancara di ABC News. Menurut dia, semua orang dapat melakukan kesalahan.

Dan, yang paling mengejutkan saat ramainya pemberitaan mengenai rekam jejak Melania selama menjadi model. 1 September, 2016, Melania dan Trump marah dan menuntut tabloid Daily Mail dan Webster Tarpley, blogger politik asal Maryland lantaran mengumbar laporan yang menyebut Melania pernah menjadi teman kencan pria di Italia pada tahun 1990-an. Daily Mail dan Webster Tarpley telah mengajukan permintaan maaf.

Melania, satu-satunya First Lady yang pernah berpose bugil. Tiga tahun sebelum dia bertemu Trump, Melania berpose bugil untuk majalah bulanan pria Perancis. Foto-foto vulgar masa lalu itu lalu dipublikasikan New York Post. Di sebuah foto, Melania sedang berbaring dengan tubuh telanjang di tempat tidur bersama model perempuan lainnya asal Skandinavia, Emma Eriksson.

Persis seperti berpose layaknya lesbian. Seorang sumber yang tidak disebutkan namanya mengungkap, Melania sangat profesional saat berpose demikian. Gambar itu dijepret oleh fotografer Jarl Ale de Basseville. Namun, bagi Jarl, foto itu sebagai karya seni, keindahan, dan tidak porno.

Trump pun membela. Dia mengatakan, di Eropa, gambar seperti ini sangat modis dan umum. Memang, selain Melania, Carla Bruni, isteri mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy pernah menuai cemoohan lantaran berpose bugil. Namun, foto-foto Carla itu muncul karena dilelang oleh fotografer Michael Comte. Foto-foto bugil tersebut muncul saat Carla dan Nicolas melakukan perjalanan dinas ke Inggris. | M. Yamin Panca Setia

Sumber : Daily Mail/CNN/ABC News/NBC News/The Week/New York Post

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s