Menebar Insipirasi dari Kursi Roda

Peraih penghargaan Danamon Award 2012 ini sangat inspiratif bagi para penyandang disabilitas. Bahkan, menginspirasi juga bagi mereka yang kondisi fisiknya sempurna. Dia membuktikan jika fisik yang tak berdaya dapat menjadi kekuatan untuk meraih masa depan gemilang.
Namanya Habibie Afsyah. Hati ini terasa iba saat melihat kondisinya. Lelaki berusia 24 tahun seakan tak berdaya di atas kursi roda. Penyakit muscular dystrophy, membuat fisiknya melemah. Habibie yang sejak lahir berbadan gemuk, kini seperti tak berdaya. Kedua tangan dan kakinya mengalami pengecilan. Di atas kursi roda, Habibie juga sulit bergerak. Untuk menoleh saja, dia sulit. Apalagi harus menggerakkan kedua tangannya agar dapat menggerakkan kursi rodanya. Namun, dia mampu berkomunikasi dengan baik.

Habibie bersyukur karena diberikan ibu yang sabar, yang selalu berada di sampingnya. Endang Setyati, sang ibu, selalu setia mendampingi Habibie, anak kesayangan semata wayangnya. Tuhan memang adil. Meski fisik tidak sempurna, Habibie dianugerahi otak yang cerdas dan motivasi yang sangat luar biasa. Dari atas kursi roda, dia mampu menghasilkan limpahan rezeki yang cukup melimpah dari bisnis via online (internet marketing) yang dikembangkannya.

Bagaimana mungkin Lelaki kelahiran Jakarta, 6 Januari 1988 yang kondisi fisiknya tak berdaya itu bisa menjadi juragan bisnis di dunia maya? Rupanya, dia mengembangkan bisnis pemasaran dengan membuat website. Bukan pekerjaan mudah membuat website. Selain harus mengerti tentang desain grafis dan kepiawaian mengoperasionalkan komputer, dibutuhkan juga kemampuan merangkai kata yang mampu mendorong pengguna internet mengunjungi website yang dibuatnya dan membeli barang yang diiklankannya.

Habibie pun bercerita. Di rumahnya di Jalan Sumbangsih V/3 RT 06/RW 01, Karet, Setiabudi, Jakarta Selatan, dia menggarap website dengan menggunakan komputer. Dengan segala daya dan upaya, dia mengoperasionalkan komputer di atas kursi rodanya. Sementara untuk melakukan pengetikan, dia menggunakan handphone. Dia mengetik kata demi kata untuk memenuhi website yang penuh dengan iklan, dalam posisi tidur, atau di atas kursi roda.
Namun, masih sulit membayangkan bagaimana dia mengoperasikan komputer dengan tangan dan tubuh yang lemah. Untuk menggerakkan mouse saja, dia sulit. Tapi, Habibie punya motivasi yang luar biasa. Dia mampu membuktikan jika kekurangan yang dimilikinya menjadi kekuatan. “Saya buktikan bahwa disabilitas itu bukan sebuah kekurangan, tetapi kelebihan daripada yang lain. Kami juga dapat berprestasi. Bahkan, bisa mengalahkan mereka-mereka yang normal,” katanya bangga.
Beberapa website karya Habibie antara lain http://www.ponsel-quran.com dan http://www.rumah101.com. Di website http://www.ponsel-quran.com, Habibie menjadi agen resmi yang mendistribusikan ponsel Al Quran kepada konsumen. Lewat website itu, Habibie juga menawarkan kepada siapa saja untuk mendaftarkan diri menjadi agen penjualan ponsel Al Quran seperti Al Quran Pad Raztel A930 yang merupakan tablet yang didesain khusus untuk masyarakat Indonesia dan untuk mengakomodasi Al Quran sebagai konten utamanya, membedakan tablet tersebut dengan tablet-tablet yang lain.
Sementara website http://www.rumah101.com, berisikan konten bisnis properti. Di laman itu terdapat banyak tawaran jual beli properti dengan berbagai macam tipe rumah. Dia juga membuat situs http://www.habibieafsyah.com, yang isinya informasi tentang sejumlah produk. Di situs itu, Habibie juga memberikan layanan jasa SEO (search engine optimisation) yaitu mengoptimalisasikan mesin pencari untuk membantu meningkatkan kualitas website di search engine Google. Dengan begitu, konsumennya dipastikan dapat mengais untung dengan memanfaatkan Google sebagai media untuk mempromosikan dagangannya.
“Aku buat blog, lalu disewakan untuk iklan. Besarnya keuntungan diraih dari banyaknya pengunjung yang mengeklik. Kayak Google, cari publisher, nah aku buat blog, yang menampilkan iklan. Ketika iklan ditampilkan, kan ada yang mengeklik, saya dapat duit,” ujarnya berbagi pengalaman.
Habibie rupanya menyadarkan khalayak jika Google merupakan salesman andal di abad ini. Berdagang dengan menggunakan Google sama halnya dengan membuka toko di pinggiran jalan yang ramai. Usaha yang dirintisnya sejak tahun 2007 lalu itu pernah mendapatkan pendapatan yang mencengangkan saat dirinya menjadi mitra Amazon, toko online terbesar di dunia. Kala bisnis via online belum menjamur seperti sekarang, Habibie mengantongi uang hingga US$4.000 sampai US$5.000 setiap bulan. “Bahkan ada yang sampai US$8.000,” kata Endang. “Tetapi, sekarang lagi turun. Ya, minimal US$1.000 setiap bulan,” kata Habibie sambil tertawa ringan.
Habibie tak ingin kesuksesannya dinikmatinya sendiri. Dia lalu membagi ilmu tentang pengalaman suksesnya saat bersama Amazon, dalam sebuah buku elektronik (e-book) yang berjudul Sukses dari Amazon. E-book itu terjual laris. Sayangnya, sejak pertengahan 2008, krisis ekonomi yang melanda Amerika Serikat berpengaruh negatif terhadap eksistensi Amazon yang juga berpengaruh terhadap pendapatan Habibie.

Namun, dia tak putus semangat. Habibie tetap mengembangkan bisnis via online dengan membuat website, walaupun hasilnya jauh lebih kecil. Hebatnya, Habibie sering diundang menjadi pembicara di kampus-kampus untuk membicarakan internet marketing yang ditekuninya. “Kegiatan sehari-hari, tetap di bisnis online, sambil memberikan pelatihan kepada teman-teman yang disabilitas maupun nondisabilitas, baik di dalam maupun luar kota,” ujarnya.

Bukan hanya itu, bersama ibunya, Habibie juga mendirikan Yayasan Habibie Afsyah. Di yayasan itu, Habibie mendermakan ilmunya untuk memberi pelatihan kepada siapa pun yang tertarik mengembangkan bisnis via online. Perjuangan Habibie pun menuai apresiasi. Dia menjadi narasumber inspiratif di acara Kick Andy, Metro TV. Dia juga menjadi nominator penghargaan Danamon Award Tahun 2012. Penghargaan itu diberikan kepada mereka yang berjuang meningkatkan kesejahteraan orang-orang di sekitarnya.

M. Yamin Panca Setia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s