Adu Strategi Foke-Jokowi


PUTARAN kedua Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017 bakal berlangsung sengit. Pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok) dan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) bakal mengerahkan daya dan upaya menggalang dukungan warga ibukota agar dapat memenangkan suksesi. Strategi pemenangan telah dirancang. Aksi “turun gunung” pun dilakukan. “Segala persiapan dan strategi sudah kami bicarakan bersama tim,” kata Nara dalam acara buka puasa bersama wartawan di Jakarta, Senin lalu.
Nara menyatakan, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan petinggi partai politik lain yang jagoannya takluk di putaran pertama. Nara mengaku sudah menyambangi Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham. Dia mengharap Golkar melimpahkan dukungan politiknya kepada Foke-Nara guna menghadapi Jokowi-Ahok yang didukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). “Mudah-mudahan hasilnya positif. Kalau ada sesuatu yang ditawarkan, kami ingin disesuaikan dengan kesejahteraan warga Jakarta,” kata Nara.
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang awalnya mendukung pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono mengirim sinyal ke pasangan tersebut. Ketua Umum PPP Suryadharma Ali menyatakan, akan memberikan dukungan kepada pasangan Foke-Nara pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta. “Saya yakin dengan dukungan ini, Foke-Nara akan memenangi Pilkada,” kata Suryadharma di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Jum‘at lalu. Suryadharma mengakui jika PPP tidak maksimal mendongkrak perolehan suara Alex-Nono. Tetapi, kata dia, suara arus bawah PPP, lebih condong ke Foke-Nara.
Sementara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang jagonya, Hidayat Nurwahid-Didik Rachbini gagal melaju ke putaran kedua, belum menunjukan sinyal akan berlabuh ke mana. Suara PKS yang solid telah melirik Jokowi-Ahok dan Foke-Nara. Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat Andi Nurpati mengatakan, selain merapat ke Golkar, pihaknya juga merapat ke PKS. “Tentu saja kami berharap parpol yang memiliki kedekatan idealisme atau emosional, juga sudah melakukan mitra koalisi di tingkat nasional,” kata Andi. Sementara Jokowi, telah menyambangi Hidayat Nurwahid, di Hidayat-Didik Center, Jakarta, Rabu (11/7) lalu. Dalam pertemuan itu, memang tidak membicarakan adanya kesepakatan koalisi menghadapi Foke-Nara. Namun, manuver Jokowi merupakan bagian dari komunikasi politik untuk meraih dukungan PKS.
Meski demikian, Ketua Tim Pemenangan, Triwisaksana menyatakan, PKS belum mengeluarkan keputusan untuk mengarahkan suara kadernya. PKS berencana melakukan survei internal guna mengetahui sikap pemilihnya. Usai Ramadhan, dukungan politik PKS akan diumumkan. Dalam putaran kedua nanti, terdapat tiga opsi yakni mendukung pasangan Jokowi-Ahok, Foke-Nara atau memilih netral. Agak dilematis memang bagi PKS. Partai dakwah itu rada sulit menentukan pilihan antara pilihan politik pragmatis dengan pilihan ideologis. Secara politik, PKS diuntungkan jika memilih Jokowi-Ahok karena kemungkinan besar bakal memenangkan pertarungan. Namun, secara ideologis, massa PKS yang konservatif agaknya sulit menerima Ahok yang nonmuslim. Apalagi, sempat bergulir isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) yang merugikan pasangan Jokowi-Ahok.
Selain mengais dukungan dari partai politik yang jagoannya kalah di putaran pertama, masing-masing kandidat juga intensif menyambangi warga. Foke misalnya. Dia mulai menyakinkan warga DKI terkait upayanya mengatasi kemacetan. Saat bertemu warga di Masjid Al Hikmah, Kebayoran Lama, Jakarta, Senin lalu, Foke yang masih menjabat Gubernur DKI Jakarta menjelaskan tentang rencana membangun Mass Rapid Transit (MRT) yang mulai beroperasi tahun 2016 mendatang.
Dia menyakini warga jika proyek tersebut selesai, kualitas hidup masyarakat akan membaik. Dalam kesempatan itu, Foke juga memberikan santunan kepada 10 anak yatim piatu, memberikan Kartu Gakin, serta bantuan uang sebesar Rp28 juta untuk masjid. Bahkan, Foke memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta untuk memperbaiki saluran air yang tidak berfungsi di RW 10 Kelurahan Pondok Pinang setelah mendengar keluhan warga. Foke juga memanfaatkan bulan Ramadhan untuk menggelar pasar murah agar warga dapat membeli sembako jelang Hari Raya Idul Fitri 1433 hijriah nanti. Jumlah paket sembako murah mencapai 5.000 paket untuk masing-masing wilayah dan 600 untuk Kepulauan Seribu. Foke juga berencana menggelar pasar murah di tingkat kecamatan. Foke juga bakal menghabiskan waktunya shalat tarawih berjamaah bersama warga. Awal Ramadhan, dia tarawih di Masjid Tangkuban Perahu, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Sebagai gubernur, Foke memang wajib menyambangi warga DKI Jakarta untuk mengetahui masalah yang dihadapi. Namun, kunjungan Foke kali ini tampak berbeda. Selain menebar bantuan, Foke juga menjelaskan tentang program kerjanya, sekaligus menjawab keluhan warga. Tak salah memang. Sayangnya, janji-janji itu ditebarnya saat musim suksesi.
Jokowi-Ahok tak mau kalah. Awal Ramadhan lalu, Jokowi menikmati sahur bersama warga di Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta. Jokowi akan memanfaatkan Ramadhan mengunjungi sejumlah tempat, sambil buka bersama, sahur, shalat tarawih dan dialog bersama warga. “Semuanya akan saya datangi,‘ katanya.
Dia menolak jika aktivitas Ramadhan bersama warga merupakan bagian dari kampanye. Jokowi menegaskan, aktivitasnya selama Ramadan hanya diisi dengan ibadah. Ia akan rutin makan sahur dan buka bersama, sambil menggelar dialog bersama warga. Jelang putaran kedua nanti, dia menyatakan, tidak ada strategi khusus menghadapi putaran kedua. Jokowi merasa yakin dirinya dapat memenangkan putaran kedua yang bakal digelar, 20 September mendatang. “Target saya menang itu,” kata Jokowi yang kini masih menjabat Walikota Solo itu. Namun, dia menambahkan, kemenangan itu amat tergantung kepada warga DKI Jakarta. “Semuanya terserah warga DKI,” katanya.
Dalam pemilihan langsung, dukungan seabrek dari partai politik tidak serta memenangkan salah satu kandidat. Kemenangan lebih ditentukan dengan pendekatan meraih simpati warga. Foke yang juga ditopang jaringan birokrasi dan ormas pendukung, nyatanya tak mampu menaklukan Jokowi. Figur Jokowi dan keinginan masyarakat untuk melakukan perubahan menjadi faktor penentu kemenangannya.
Meski didukung PDIP dan Gerindra, kedua partai itu dianggap tidak berperan besar dalam perolehan suara yang signifikan untuk Jokowi-Ahok. Sementara Ahok yang merupakan kader Partai Golkar sama sekali tidak ditopang partainya. Namun, rekam jejak Ahok tak kalah moncer dibandingkan Jokowi. Ahok menuai apresiasi sebagai pemimpin yang bersih saat menjadi Bupati Belitung Timur.
Karenanya, hasil putaran pertama Pilkada DKI Jakarta, menjadi tamparan bagi partai politik. Terkait mandegnya mesin partai politik dalam mendukung Foke-Nara, Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum menyatakan, Demokrat akan bekerja lebih keras. Partai berlambang bintang mercy itu akan merangkul semua elemen masyarakat termasuk merangkul pemilih yang pada putaran pertama belum memberikan hak suara. “Bukan tidak mungkin, pemilih yang sudah memilih pasangan Jokowi-Ahok akan beralih memilih pasangan Foke-Nara,” katanya. Anas optimistis, Foke-Nara akan memenangkan pertarungan karena warga Jakarta menggunakan pertimbangan rasional dengan melihat program dan pencapaian Foke sebagai calon petahana.
BEREBUT GOLPUT
GOLONGAN putih alias golput menjadi jawara dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta putaran pertama yang digelar, 11 Juli 2012 lalu. Angkanya fantastis. Mencapai 2.555.207 pemilih atau 36,7 persen dari total pemilih. Tingginya angka golput tentu menjadi bidikan kubu pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok) dan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) yang melesat maju di putaran kedua di ajang suksesi menuju DKI-1. Jika salah satu jawara yang berlaga di Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta Putaran II bisa merebut mayoritas suara golput, maka dipastikan akan memenangkan pertarungan. Karenanya, tim pemenangan kedua pasang kandidat tengah mutar otak untuk mencari cara menggarap dukungan dari pemilih yang golput di putaran pertama.
Komunitas Intelektual Muda Betawi (KIMB) yang menjadi tim sukses pasangan Foke-Nara, bakal mati-matian merangkul warga DKI yang golput. “KIMB akan membangun kekuatan yang lebih strategis untuk mendorong para golput agar memberikan suaranya, serta merangkul secara langsung antara lain pemilih-pemilih pemula,” ujar Ketua KIMB, Ramdan Alamsyah. Sekretaris Tim Sukses Foke-Nara, Budi Siswanto juga menilai, tingginya angka golput menjadi penyebab kekalahan Foke-Nara dalam putaran pertama.
Karenanya, angka golput yang tinggi, mendorong pihaknya untuk berupaya merebut suara golput. Untuk itu, butuh kreativitas dalam menyusun strategi yang difokuskan pada kelompok masyarakat tersebut. Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Gede Pasek Swardika juga menyatakan, untuk memenangkan pasangan Foke-Nara, Partai Demokrat berencana membujuk warga yang memilih golput. “Kami sekarang akan merangsang yang golput-golput akan datang karena suara golput, yakin Pak Foke akan menang,” katanya. Meski saat putaran pertama, Foke-Nara kalah suara dibandingkan Jokowi-Ahok yang memperoleh 1.847.157 suara, tidak berarti, jagoannya kalah. “Yang penting sampai injury time bisa menang,” kata dia.
Tim Foke-Nara boleh saja mengklaim telah memetakan beberapa titik yang diketahui banyak pemilih golput. Namun, strategi menggalang dukungan golput juga bakal gencar dilakukan pasangan Jokowi-Ahok. Stretegi Ahok misalnya.
Dia membidik kalangan muda yang diyakini banyak golput saat putaran pertama. Menurut Ahok, dukungan suara pemuda, bakal memenangkan dirinya bersama Jokowi memimpin DKI Jakarta. Karenanya, Ahok mengharap, pemilih muda tidak apatis untuk memberikan suaranya. “Kalau anak muda memberikan suaranya pada kami, maka kami akan menang,” ujarnya.
Langkah lainnya adalah dengan cara door to door (mengetuk pintu) atau menyambangi langsung komunitas pemilih yang golput. Menurut Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP) Tjahjo Kumolo, pasangan Jokowi-Ahok telah berkomunikasi dengan masyarakat yang menginginkan adanya perubahan pemerintahan dan percepatan pembangunan.
Menurut dia, masyarakat sudah jenuh dengan berbagai macam permasalahan DKI Jakarta, seperti macet, banjir, dan berbagai macam masalah sosial lainnya. Walaupun demikian, Tjahjo mengaku tidak ingin meremehkan pasangan Foke-Nara. “Mereka terus bangun komunikasi untuk menyerap aspirasi masyarakat. Mudah-mudahan mereka (pemilih yang golput) tergerak hatinya untuk datang ke TPS. Waktu 5-10 menit untuk memberikan hak suara, mempengaruhi sampai lima tahun ke depan,” katanya.
Namun, upaya menggaet suara golput tidak mudah. Alasannya, kelompok golput terdiri dari orang-orang yang apatis terhadap kehidupan politik di negeri ini. Mereka tidak begitu saja percaya dengan jargon dan janji para kandidat. Selain itu, figur dari masing-masing kandidat menjadi penentu bagi masyarakat untuk menentukan pilihan, memilih atau tidak memilih. “Jadi, fenomena soal golput itu terkait dengan bagaimana profil calon yang muncul. Kalau tidak ada yang memuaskan publik, maka tidak akan menarik publik,” kata Ketua Kelompok Kerja Pencalonan KPU DKI Jakarta Jamaludin F Hasyim.
Pemilih yang menganggap tidak ada kandidat yang menarik cenderung bersikap biasa saja dalam menanggapi perhelatan lima tahunan itu. Karena itu, kandidat berperan mengubah mindset para golput. KPU, kata dia, juga telah menyosialisasikan agar pemilih tidak golput. Namun usaha ini perlu dimaksimalkan oleh para kandidat. “Karena suara golput hampir 40 persen itu sangat tinggi,” ujarnya.
Namun demikian, tingginya golput juga tidak terlepas dari kinerja KPU DKI Jakarta sebagai penyelenggara Pemilu. Manajer Pemantauan Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) JPPR, Masykurudin Hafidz mengatakan, tingginya angka golput karena KPUD kurang memaksimalkan melakukan sosialisasi visi, misi dan program dari pasangan calon. Hal ini menyebabkan masyarakat pemilih kurang memahami visi, misi dan program para calon dan karena itu enggan mendatangi tempat pemungutan suara (TPS).
“Secara resmi, KPUD memang baru sekali mengadakan debat publik pasangan calon selama masa kampanye,‘ katanya. Padahal, Masykurudin menyatakan, Pasal 24 dalam peraturan KPU No 14 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan KPU Nomor 69 Tahun 2009 tentang Pedoman Teknis Kampanye Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, menjelaskan bahwa pelaksanaan debat pasangan calon dapat diselenggarakan oleh KPU Provinsi disiarkan langsung oleh media elektronik, dilaksanakan paling banyak 5 (lima) kali,‘ ujar Manajer Pemantauan JPPR, Masykurudin Hafidz.
Dia juga menilai, KPUD tidak mencetak visi, misi, dan program pasangan calon dalam satu buku atau media sejenis secara khusus dan membagikan sebanyak-banyaknya ke masyarakat pemilih Jakarta. Ketiadaan informasi visi, misi dan program yang lengkap dan berimbang yang dicetak dalam satu buku ini, kata Masykurudin, membuat masyarakat kekurangan informasi dalam mempertimbangkan calon yang akan dipilih. Padahal, Pasal 15 dalam peraturan tersebut dinyatakan bahwa dalam rangka pendidikan politik, dapat memfasilitasi penyebarluasan materi kampanye dan sosialisasi kampanye yang meliputi visi, misi, dan pasangan calon.
Masykurudin juga menilai, kampanye tim pasangan calon yang mengerahkan kekuatan massa tidak efektif memberi pendidikan politik para pemilih. “Kampanye dengan cara unjuk kekuatan dukungan dengan penggalangan masa seperti ini justru kontraproduktif dan membuat masyarakat tidak simpatik,” ujarnya. Masykurudin juga menilai, pemasangan alat peraga kampanye oleh tim pasangan calon tidak membuat masyarakat antusias. “Masyarakat justru tidak paham akan visi, misi dan program dari pasangan calon, tetapi justru sebaliknya, membuat masyarakat pemilih semakin malas dan apatis untuk datang mencoblos ke TPS,”ujarnya.

M. Yamin Panca Setia/Fransiskus Saverius Herdiman/Nofrita/Asri Okina Gunanti

Foto: KOMPAS/Lasti Kurnia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s