Tergelincir Uang Pelicin

Tergelincir Uang Pelicin (klik versi PDF)

KAMARUDDIN Simanjuntak mencium ada ketidakberesan ketika Mindo Rosalina Manulang memberhentikannya sebagai kuasa hukum, dalam kasus suap Rp3,2 miliar proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games XXVI di Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan. Kasus ini menyeret Sekretaris Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Wafid Muharam.
Dia menduga ada ‘tangan gaib’ yang memaksa Rosa, sapaan Mindo, meneken surat pemberhentian dirinya. Kamarudin mengungkapkan, kliennya menemui Wafid atas perintah atasannya, seorang politisi.
“Dari surat pencabutan kuasa yang pertama disebutkan: saya (Rosa) mencabut surat kuasa merujuk dari surat yang tidak saya kenal, yang mengaku utusan Nazaruddin, atasannya itu,” ujar Kamaruddin kepada wartawan di gedung KPK, ujarnya Jumat pekan lalu. Rosa lalu menunjuk Djufri Taufik sebagai pengacaranya. Surat itu kabarnya ditembuskan kepada KPK dan Nazaruddin.
Kamaruddin menduga Nazaruddin, yang disebutnya sebagai anggota Komisi III DPR dan Bendahara Umum Partai Demokrat, sebagai pihak yang mendalangi Rosa untuk meneken surat pemberhentian tersebut.
Pengakuan itu dikukuhkan Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman. Menurut dia, Rosa adalah anak buah Nazarudin. “Saya sudah melacak ke (sejumlah) anggota DPR, dan menyatakan kalau Rosa itu memang anak buah Nazaruddin,” ucapnya.
Rosa diyakini sebagai tokoh kunci di balik kasus tersebut. Karena itu, kuasa hukum Wafid, Erman Umar mendesak KPK mendalami peran Rosa yang disebut-sebut sebagai broker yang menghubungkan Direktur PT Duta Graha Indah, Muhammad El Idrus, yang juga ditetapkan sebagai tersangka, dengan Wafid.
Nyanyian sumbang itu menyulut reaksi Nazaruddin. Nazaruddin mengaku tidak mengenal Rosa dan Wafid. “Ini sunguh-sungguh isu yang menyesatkan,” ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (27/4).
Apalagi disebutkan bahwa Rosa adalah staf ahlinya di DPR. “Boleh dicek ke mana pun saya tidak pernah memiliki staf ahli bernama Rosa Manulang. Staf ahli saya Nuril Anwar, dan itu bisa dibuktikan,” tuturnya.
Nazaruddin juga membantah bisnisnya berpusat di Tower Permai, Jalan Warung Buncit Raya 27, Jakarta Selatan. “Cek saja sendiri apakah saya berkantor di sana ataupun hanya sekadar datang,” ujarnya. Nazaruddin pun berencana menggugat Bonyamin yang dianggapnya menebar fitnah. “Pernyataan Boyamin jelas tidak benar,” tegasnya.
Ketua KPK Busyro Muqoddas menyatakan pihaknya masih mendalami data dan informasi kasus tersebut. Dalam mengusut, KPK akan bertindak secara proporsional. Dia juga menegaskan, penangkapan Wafid tidak terintervensi kepentingan politik. “Itu (kepentingan politik) tidak boleh dilakukan,” ujar Busyro.
Mantan Ketua Komisi Yudisial itu pun menolak jika KPK sengaja memasang jebakan untuk menangkap Wafid. “Penangkapan Wafid menindaklanjuti laporan yang diterima masyarakat.”
Tanpa mengungkap pelapornya, Busyro mengaku pihaknya menerima laporan dugaan rencana transaksi suap di hari yang sama. “Berdasarkan laporan masyarakat maka 21 April 2011 telah dilakukan tindakan hukum sesuai kewenangan KPK yaitu operasi tangkap tangan,” tuturnya.
Sedangkan Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan M Jasin menegaskan, lembaganya tak akan terpengaruh pernyataan Kamaruddin. “Selama ada alat bukti kami proses siapa pun (yang terkait),” tuturnya.
Rosa pun telah membantah punya kaitan dengan Nazaruddin. “Atasan saya bukan Pak Nazaruddin, tapi Frengky” katanya singkat seusai diperiksa KPK, Jumat pekan lalu. Dia mencabut surat kuasa, karena Kamaruddin dianggapnya tidak sejalan, bukan lantaran ada tekanan.
Ketua Departemen Penegakan Hukum DPP Partai Demokrat Benny Kabur Harman mengingatkan KPK. “Jangan memanggil atas dasar tekanan-tekanan atau pernyataan-pernyataan imajinatif yang sifatnya spekulatif.” Dia meminta pengusutan kasus tersebut tidak berdasarkan desakan pihak manapun. “Yang mencoba mengaitkan perkara ini dengan partai tentu dan juga mengaitkannya dengan tokoh-tokoh tertentu.”
Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora) Andi Alifian Malarangeng pun mengharapkan Komisi Antikorupsi itu segera menuntaskan kasus tersebut, sehingga segera terungkap siapa yang salah dan siapa yang benar. “Saya dan jajaran Kemenpora siap bertemu KPK,” kata Andi kepada wartawan di Istana Presiden, Jakarta, Rabu (27/4).
Mantan juru bicara Presiden itu mengaku terkejut saat mendengar penangkapan Wafid, karena menerima suap berupa cek senilai Rp3,2 miliar. Cek itu disebut-sebut bagian dari 13 persen success fee yang digelontorkan PT Duta Graha Indah kepada para pihak, karena sukses memenangkan tender proyek pembangunan wisma atlet untuk mempersiapkan penyelenggaraan hajat olahraga antarbangsa se Asia Tenggara yang rencananya digelar September 2011. Pembangunannya menelan biaya Rp3,1 triliun.
“Kami akan bekerja sama penuh dengan KPK. Kalau memang yang bersangkutan bersalah, ya salah dan harus bertanggung jawab secara hukum. Kalau tidak bersalah, ya tidak,” kata Andi.
Wafid kini mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang. Sedangkan Rosa, di Rutan Pondok Bambum, dan Mohammad El Idrus di Rutan Salemba. Sebelum menangkap tangan, KPK telah mendapat laporan masyarakat. Sekitar pukul 14.00, penyidik meluncur ke sasaran. Tiga jam kemudian, penyidik melihat Idrus dan Rosa datang, dan masuk ke ruangan Wafid sambil membawa amplop berwarna hijau. Satu jam kemudian, Idrus dan Rosa keluar dari ruangan Wafid tanpa membawa amplop.
Tim penyidik langsung menangkap Idrus dan Wafid dan digelandang ke ruangan Wafid. Ketiganya diinterogasi. Tim penyidik KPK juga menggeledah ruangan Wafid hingga akhirnya menemukan amplop hijau berisi tiga lembar cek tunai senilai Rp3,2 miliar.
Penyidik lalu melakukan pengembangan dan mendapatkan uang lainnya, masing-masing dalam sebesar Rp73.171 juta, US$128,148 dan 13.070 dolar Australia, serta 1.955 euro.
M. Yamin Panca Setia
Laporan:
Melati Hasanah Elandis/Heri Arland/Rama Denny/Andi Sapto Nugroho

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s