Diguncang Video Semenit

ARIFINTO, anggota Komisi V DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tiba-tiba menjadi bintang Senayan. Popularitasnya melambung lantaran aksinya yang menghebohkan. “Sekarang saya jadi ngetop,” katanya.

Tapi, popularitasnya yang melambung bukan karena sanjungan layaknya Briptu Norman Kamaru yang piawai bergoyang dan melantunkan lagu Chaiyya Chaiyya.

Namun, dia dikenal publik karena aksi tak senonoh. Kader partai dakwah itu tertangkap sedang asyik masyuk menikmati situs porno saat sidang paripurna penutupan masa sidang III periode 2010-2011 berlangsung di Gedung DPR, Senayan Jakarta, Jum’at pekan lalu.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Barat VII itu tak menyangka jika sebuah lensa, M Irfan, photografer senior Harian Media Indonesia mengintainya saat dirinya tengah menikmati video porno.

Di tengah sidang maha penting yang tengah ramai diwarnai interupsi soal kontroversi pembangunan gedung baru DPR itu, Arifinto justru terbuai oleh gambar-gambar syur yang membetot birahi.

Dia leluasa menikmat gambar syur karena di sampingnya tak ada anggota DPR lainnya.

Jepretan Irfan langsung membuat publik heboh. Kecaman, hujatan, makian pun mengalir deras politisi tersebut. Tahu aksinya terekam kamera dan telah menyebar luas ke publik, Arifiato langsung menggelar konferensi pers.

Dia mengaku dirinya melihat gambar terlarang itu lantaran jenuh mengikuti rapat.

Namun, dia membantah jika gambar-gambar itu sengaja diaksesnya dari situs porno atau sengaja disimpan di folder Ipad-nya. Katanya, dia tak sengaja meng-klik email dari seseorang yang tiba-tiba masuk ke Ipad-nya.

“Ternyata gambar-gambar itu adalah gambar tidak benar. Gambar-gambar tidak senonoh sehingga saya tidak berkenan untuk melihatnya lebih lanjut,” katanya.

“Setelah itu saya tutup, saya hapus dan saya buang. Cuma beberapa detik, tidak sampai bermenit-menit,” imbuhnya.

Dia mengaku sering menerima kiriman gambar telanjang. “Kalau menerima itu, memang ada saja yang nyelonong seperti itu.”

Namun, Arifinto berdalih, tak tahu alamat email sang pengirim video porno itu. “Sudah dihapus, karena tidak perlu dan tidak penting,” kilahnya.

Nikmat sesaat itu rupanya membuat Arifianto terancam. Mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring berang atas perilakunya tersebut. Menteri Komunikasi dan Informatika itu berjanji akan mengusut kasus tersebut. Jika terbukti, Tifatul akan meminta Dewan Syariah PKS menjatuhkan sanksi tegas kepada Arifinto. Tifatul menganggap ulah Arifinto mencoreng citra PKS sebagai simbol moral. “PKS akan menghukumnya,” tegasnya.

Sanksi tegas itu bukan main-main. Pasalnya, PKS paling ngotot mendorong pengesahan UU Pornografi yang penuh kontroversi. Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam Sholeh menilai miris perilaku amoral Arifinto. Pasalnya, dia menilai, sang pembuat UU Pornografi yang mempertontonkan pelanggaran kepada publik.

Asrorun mendesak aparat penegak hukum memproses secara hukum Arifinto.

“Harus ada tindakan hukum yang keras dan tegas bahwa tindakan tersebut adalah pidana yang tidak layak dilakukan, apalagi oleh anggota Dewan yang terhormat,” kata Asrorun di Jakarta, Sabtu pekan lalu

Jika dibiarkan tanpa tindakan hukum, dia khawatir akan semakin meruntuhkan citra DPR sebagai lembaga terhormat. Selain itu, dia menambahkan, tanpa hukuman, praktik tercela itu akan mendorong masyarakat menjadi permisif serta tidak taat hukum.

“Dampaknya semakin suburnya pornografi di Indonesia. Dan ini bahaya bagi perlindungan anak dan akhirnya akan mengoyak ketahanan bangsa,” tegasnya.

Karenanya, Asrorun mendesak Polri mengusut tuntas kasus tersebut. “Ini bisa jadi momentum perang melawan pornografi,” katanya.

Arifianto terbukti melanggar Pasal 5 juncto Pasal 31 UU No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Ketentuan itu menyatakan larangan mengunduh materi pornografi dengan disertai ancaman hukuman pidana penjara paling lama empat tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp2 miliar.

“Hal ini benar (terbukti bersalah) jika ia hanya mengunduh. Tetapi jika penjelasan fotografer yang menyatakan bahwa pelakunya mengambil dari folder berarti dia menyimpan,” ujarnya.

Jika materi pornografi tersebut berasal dari folder, Arifinto bisa terjerat Pasal 6 juncto Pasal 32 tentang larangan menyimpan materi pornografi dengan ancaman hukuman yang sama. Sindiran senada juga diutarakan pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timar, Salahuddin Wahid (Gus Solah). Dia menganggap ironis karena PKS gencar menyuarakan antipornografi dengan memblokir situs. “Porno itu ya hanya untuk masyarakat umum, tetapi tidak berlaku untuk anggotanya,” ujarnya di Ponpes Tebuireng, Sabtu pekan lalu.

Secara politis, pengamat Politik Indo Barometer M Qodari berpendapat kasus Arifianto tidak akan menurunkan secara gratis dukungan kader PKS. Namun, dia memperkirakan, akan memunculkan tanda tanya publik. “Apakah benar PKS partai religius?” katanya.

Sementara Gus Solah menganggap kasus Arifianto menambah apes PKS. “Sudah tidak disapa oleh Presiden SBY dalam koalisi, sekarang kadernya ada yang tertangkap kamera melihat tayangan pornografi,” katanya.

Kasus Arifinto memang menambah apes. Selain tak disapa SBY, partai tersebut juga tengah dihadapi prahara yang dihembuskan Yusuf Supendi, deklarator Partai Keadilan (PK)-cikal bakal PKS. Yusuf menghembus laku buruk elit PKS. Mulai dari penggelapan dana, poligami, fitnah, dan intimidasi. Yusuf juga mengungkap dana partai yang bersumber dari negara timur tengah.

Ketua DPR Marzuki Alie juga menyesalkan tindakan Arifinto tersebut karena dapat merusak citra DPR. Karena itu, Marzuki meminta Badan Kehormatan (BK) DPR memeriksa Arifinto. “Silakan BK nanti menindaklanjuti, itu tidak etis,” katanya.

Wakil Ketua BK DPR Nurdiman Munir berjanji akan memeriksa Arifinto. “Kita akan tindaklanjuti, kalau terbukti akan kita berikan sanksi,” tegas Nudirman.

Jika terbukti melihat video porno saat sidang selama dua menit, Nurdirman mengatakan, Arifinto terbukti melanggar kode etik. “Untuk itu, perlu dibuktikan.”

Jika terbukti, Arifinto dapat dijerat pasal 3 ayat 1 kode etik DPR. Ketentuan itu menegaskan, anggota DPR harus menghindari perilaku tidak pantas yang dapat merendahkan citra dan kehormatan, merusak tata cara dan suasana persidangan, serta merusak martabat lembaga.

Sementara soal sanksi dari partai, Tifatul belum dapat memastikan. Dia berjanji mengusut kasus itu dengan melacak asal usul gambar porno yang dilihat Arifinto.

“Dari mana sumber asal usulnya, kita bisa lacak itu”, ujar Tifatul. Bukan tidak mustahil, Tifatul menambahkan, Arifinto menjadi korban. “Tapi kalau dia aktif mencari-cari (gambar porno) berarti dia salah”, tegas Tifatul. Menkominfo tidak mau berspekulasi jika ada jebakan politik terkait dengan kasus Arifianto.

M. Yamin Panca Setia/Heri Arland/ Rhama Deny

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s