“Nyanyian” Yusuf Menggoyang PKS

YUSUF Supendi mendatangi Badan Kehormatan (BK) DPR, Kamis (17/3). Dia membawa berkas laporan pengaduan setebal 75 halaman. Dalam laporan itu, salah satu pendiri Partai Keadilan Sejahtera dan anggota Majelis Syuro PKS periode 2000-2005 itu mengaku telah dizhalimi oleh Presiden PKS Lutfhi Hasan Ishaaq.

“Saya difitnah, menganggu isteri orang. Itu tidak benar. Saya sudah tanyakan, dimana, sama siapa, kapan dan seterusnya, tidak pernah dijawab,” kata Yusuf.

Fitnah itu yang kemudian menjadikannya terpental dari partai yang dibesarkannya. “Saya dipecat karena dituduh menganggu istri orang. Kalau menganggu isteri orang, sampai perzinaan harus dibuktikan,” katanya.

“Dia (Lutfi) melanggar etika dan aklak sebagai anggota DPR,” imbuhnya.

Luthfi juga menerima dana dari Yusuf Kalla sebesar Rp 34 milyar saat pilpres tahun 2004. Waktu itu, posisi Luthfi sebagai bendahara umum PKS.

Selain menebar fitnah, Yusuf juga menuding Lutfi menebar ancaman yang dapat memicu pembunuhan. Ancaman itu dibuktikan Lutfi lewat SMS. “Ada SMS dari Pak Lutfi. SMS lengkap sudah saya siapkan,” ujarnya.

Tak hanya itu, pada 10 Juli 2010, Yusuf dihantui teror di sekitar rumahnya. Dia melihat tanda silang dilingkari pilok berwarna merah di dinding pagar rumahnya di daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur. Penandaan rumah ini, belum pernah terjadi selama 20 tahun ia menempati rumahnya tersebut.

Rupanya, nyanyian Yusuf tak hanya menyebut kejelekan Lutfi. Dia juga membongkar sepak terjang sejumlah petinggi PKS. Sekjen PKS Anis Matta disebutnya pernah menggelapkan dana Rp10 miliar saat Pemilihan Gubenur DKI Jakarta 2007 lalu. Kala itu, PKS mengusung Adang Daradjatun. “Siapa Anis Matta? Sekjen PKS, yang pernah melakukan penggelapan uang Rp10 miliar Pilkada DKI Jakarta,” katanya. Namun, kepada BK, Yusuf tidak memperkarakan Anis.

Tak hanya itu, Yusuf juga membeberkan rahasia sumber dana PKS. Katanya, sebagian besar sumber dana PKS dari Timur Tengah. “Itu fakta sejarah,” ujar Yusuf. Namun Yusuf tak mau mengungkap apa kepentingan negara Timur Tengah yang disisipkan melalui PKS.

Yusuf juga menyebut soal hubungan PKS dan Nunun Nurbaeti, isteri politisi PKS Adang Dorojatun. “Mereka kan hubungannya pertemanan antara PKS dan Adang,” katanya.

Keberadaan Nunun hingga kini tak jelas. Tiga kali dirinya mangkir dari pemeriksaan karena alasan sakit. Nunun kabarnya masih menjalani pengobatan untuk penyakit amnesia. Dari pengakuan sejumlah saksi di Pengadilan Tipikor, Nunun disebut-sebut sebagai oknum pemberi suap terkait pemenangan Miranda Goeltom dalam pemilihan Deputi Senior, 2004 lalu. Dalam kesaksiannya di Pengadilan Tipikor, mantan Direktur PT Wahana Wsa Sejati Arie Malangjudo mengaku mendapat perintah dari Nunun untuk menyerahkan cek kepada anggota DPR.

Atas laporan Yusuf itu, anggota BK DPR, Salim Mengga menyatakan pihaknya akan segera mempelajarinya. BK DPR akan melakukan verifikasi untuk membuktikan kebenaran pengaduan Yusuf tersebut. Sebenarnya, Salim menambahkan, laporan Yusuf sudah diterima sebulan lalu. Namun, BK DPR mengundang Yusuf untuk dimintai klarifikasi atas laporannya.

Nyanyian Yusuf membuat gerah sejumlah petinggi PKS. Wakil Sekretaris Jenderal PKS Mahfudz Siddiq berjanji akan membeberkan kepada publik pelanggaran berat yang telah dilakukan oleh Yusuf. “Ada saatnya untuk membuka ke publik soal pelanggaran yang dilakukan Yusuf. Sekarang tidak akan diungkaplah. Tapi pasti akan dibuka,” katanya.

Menurut Mahfudz, apa yang dilaporkan oleh Yusuf tidak akan memengaruhi PKS, terutama untuk 2014. “Bisa jadi ini jalan bagi PKS memberikan penilaian kepada masyarakat kondisi sebenarnya, siapa yang salah dan siapa yang benar. PKS gak akan menguras energi untuk meladeni Yusuf,” ujar Mahfudz.

Mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring juga menyesalkan laporan Yusuf Supendi kepada BK DPR. Menurut dia, masalah tersebut dapat dibicarakan di internal PKS, secara kekeluargaan, dan tidak perlu diumbar ke luar. “Ini dapat menimbulkan praduga-praduga dan citra negatif terhadap PKS dan dakwah itu sendiri”, ujar Tifatul.

Menteri Komunikasi dan Informatika itu juga mengingatkan agar para kader yang merasa dizalimi segera dilaporkan Dewan Syariah, Badan Penegak Disiplin Organisasi PKS. Tifatul menambahkan, Yusuf sudah dipecat sejak tahun 2010 yang lalu. Pasalnya, pada tahun 2004, Yusuf melakukan pelanggaran AD/ART. Lalu Dewan Kehormatan Majelis Syuro PKS bersidang dan memutuskan Yusuf dikeluarkan dari Majelis Syuro.

Masalahnya, Yusuf mengatakan, hingga saat ini dirinya belum pernah menerima SK pemecatan. Namun, dirinya mendapat informasi jika SK pemecatan itu sudah dikeluarkan tahun 2009 lalu. “Tetapi, kenapa tidak diserahkan ke saya. Saya berkeyakinan pemecatan itu belum inkracht,” katanya. Karena itu, dia pun mengajukan gugatan.

Nyanyian Yusuf yang memperkarakan partai yang dibesarkannya sebenarnya sudah dilantunkannya sejak Agustus 2005 lalu. Namun, Yusuf menyesalkan sikap pimpinan PKS yang lebih membela orang daripada kebenaran.

“Petinggi PKS berpihak kepada orang tidak berpihak pada kebenaran, sementara dari awal yang saya gugat adalah keadilan dan kepastian hukum. Namun tidak ditanggapi,” sesalnya.

17 Juni tahun lalu, Yusuf lewat pengacaranya telah mengirim somasi untuk menyelesaikan masalah ini ke Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminudin. Somasi berikutnya juga dikirim pada 20 Juli 2010. Kesabarannya pun akhirnya habis. Dia lalu mengadu ke BK DPR. Mantan Wakil Presiden Partai Keadilan, Syamsul Balda menilai apa yang dikatakan pendiri PK Yusuf Supendi mengenai perilaku para elite PKS saat ini benar adanya. “Saya yakin dia menyatakan seperti itu bukannya tanpa dasar, karena dia tentunya tahu ada konsekuensi hukum jika itu bohong,” tegasnya.

Balda juga mengkritik PKS yang berbeda dengan PK yang ikut didirikannya dahulu. Menurut dia, PK didirikan atas dasar ideologi Islam dan idealisme para pendirinya untuk memperjuangkan syariat Islam. Sementara PKS adalah partai yang semata-mata berideologi pragmatis dan hanya mencari jabatan, uang serta kekuasaan semata.

PKS kini menjadi partai terbuka. Hasil Munas PKS ke-2, yang digelar 16-20 Juni 2010 lalu, secara resmi mengesahkan ideology baru PKS tersebut. Usulan untuk menjadi partai terbuka sudah berkumandang sejak Mukernas di Bali, awal tahun 2008. Namun, usul perubahan menjadi partai terbuka itu ditentang sejumlah kader PKS. Abu Ridho, Ahzami Samiun Jazuli, Ihsan Tanjung dan beberapa tokoh lain, menolak PKS dijadikan partai terbuka. Akibatnya, mereka pun terlempar dari PKS.

M. Yamin Panca Setia/Rhama Denny

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s