Maut Menjemput Adam


Maut Menjemput Adam


KONDISI maskapai penerbangan AdamAir bak telur diujung tanduk. Senin (17/3) lalu, perusahaan tersebut resmi mengumumkan akan menghentikan sementara semua operasinya mulai 21 Maret 2008 mendatang.

“Tanggal 20 Maret kita masih terbang, tanggal 21 Maret pukul 00.00 WIB mulai berhenti beroperasi,” kata Direktur Utama AdamAir, Adam Aditya Suherman, di Departemen Perhubungan, Jakarta, Senin (17/3).

Penghentian operasi akibat konflik internal antarpemegang saham AdamAir, serta buruknya keamanan penerbangan AdamAir menyusul terjadinya lagi kecelakaan pesawat AdamAir KI 272 yang tergelincir saat mendarat di Bandara Hang Nadim, Senin pekan lalu (10/3).

Dua anak perusahaan Adam Air yakni PT Bhakti Investama Tbk yakni PT Global Transport Services (GTS) dan Bright Star Perkasa (BSP) telah menyatakan hengkang dari AdamAir.

GTS yang memiliki saham 19 persen dan BSP 31 persen, menuding otoritas roda perusahaan hanya didominasi oleh keluarga Suherman yang menguasai saham sebesar 50 persen. Pihak Suherman juga dituding tidak transparan dalam mengelola aliran dana (cash flow) perusahaan. Semua uang cash dari bandara mengalir ke keluarga. Sementara pihak GTS yang menjabat Direktur Keuangan tidak diberikan otoritas dalam mengelola keuangan perusahaan.

Gustiono Kustianto, Direktur Keuangan AdamAir mengaku, dirinya dikebiri sehingga tidak berwenang penuh dalam mengelola setiap dana yang dikeluarkan. Pun halnya dalam mengelola penerimaan dana melalui penjualan tiket. Menurut dia, ada pemasukan yang tidak dilaporkan, sehingga pengeluaran selalu dilambungkan, sementara penerimaan selalu dibilang kecil.

Hingga akhir Februari 2008, Gustiono mencatat, ada dana sebesar Rp45 miliar di Adam Air. Namun dana tersebut tidak cukup untuk memenuhi kewajiban pembayaran pesawat sebesar US$14 juta. ”Kalau tidak ada suntikan dana segar, maka AdamAir cuma bertahan less than a month,” ujarnya.

Sumber Jurnal Nasional dari AdamAir yang tidak bersedia disebut namanya juga mengatakan, pihak GTS sama sekali tidak mengelola keuangan perusahaan. Menurut dia, setiap uang yang masuk dari ticket office dibawa kurir atas perintah General Manager (GM) AdamAir yang merupakan keluarga Suherman.

“Uang dari semua ticketing office memang ada daftarnya, namun datanya sampai saat ini Direktur keuangan tidak dikasih. Aksesnya sangat sempit. Makanya, baru beberapa bulan ini GTS menyimpulkan itu tidak benar, ada keanehan tersebut, seolah dirampok,” katanya.

Menurut dia, hengkangnya GTS lantaran mengetahui data transaksi yang disampaikan ternyata tidak transparan.

”Ternyata banyak tagihan yang tidak dicatatkan. Misalnya, dari jasa peralatan sekian juta dollar, asuransi sekian juta dollar. GTS belum pernah narik dana tersebut. Karena insurance belum dibayar. Jadi, tidak bisa terbang,” katanya.

GTS dan BSP lewat kuasa hukumnya Hotman Paris Hutapea menuding terjadinya penyimpangan dana sekitar Rp2,1 triliun yang hilang dari laporan keuangan AdamAir tak diketahui ke mana larinya. Hotman mendesak aparat kepolisian mengungkap oknum yang telah menggelapkan dana tersebut.

Tak hanya pemegang saham yang dirugikan, Hotman menambahkan, kerugian juga dialami negara akibat penyimpangan laporan keuangan AdamAir. Kerugian negara terkait dengan suntikan dana yang diperoleh AdamAir dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebesar Rp50 miliar, yang hingga kini pembayaran cicilannya macet.

Tak hanya itu, kepada pers di Kantornya Gedung Summitmas Jakarta, Senin (17/3), Hotman mengatakan, AdamAir telah melakukan kesalahan fatal. Hotman membeberkan sistem rekrutmen pilot baru AdamAir yang bermasalah, mulai dari broker properti memberikan rekomendasi menjadi pilot di perusahaan, hingga ada pilot yang tidak mengerti aturan penerbangan sipil. Pelanggaran lainnya adalah banyak sparepart pesawat yang dibeli tanpa sertifikasi yang jelas.

Adam sendiri agaknya pasrah setelah mengetahui pemegang saham akan hengkang darinya. ”Kami kembalikan kepada para pemegang saham. Mau dibawa kemana perusahaan ini, apa karyawan mau di PHK?” ujar Adam.

Namun, Adam membantah tuduhan penyimpangan dana sekitar Rp2,1 triliun pada laporan keuangan maskapai tersebut. Adam mengklaim, pihaknya transparan dalam mengelola keuangan perusahaan dengan menempatkan perwakilan PT Bhakti Investama untuk duduk dalam jajaran manajemen AdamAir sebagai Wakil Direktur Utama dan Direktur Keuangan. Adam mengaku memang ada keterlambatan perusahaan dalam membayar asuransi karena kegagalan pembayaran lantaran perusahaan saat ini dalam keadaan sulit.

12 dari 22 armada pesawat yang dimiliki Adam telah ditarik lantaran perusahaan tak mampu membayar asuransi.

Adam mengatakan, perusahaan memang membutuhkan suntikan dana untuk mengatasi masalah. Pihak keluarga Suherman telah berkomitmen untuk menyuntikan dana sebesar 50 persen dari kebutuhan perusahaan dalam bentuk pinjaman.

Adam membantah tudingan jika rekrutmen pilot dilakukan sembarangan. Menurut dia, penerimaan pilot lewat sertifikasi dan yang melakukannya adalah Ditjen Perhubungan Udara Departemen Perhubungan. Kalau ada pilot yang mengelola bisnis properti, lanjutnya, maka bukan urusan perusahaan.

Hingga kini, lanjut Adam, pihaknya belum menerima dokumen legal yang menyatakan pengunduran diri dua perusahaan tersebut dari daftar pemilik saham maskapai penerbangan Adam Air.

Penawaran Rute

Pemerintah rencananya akan mencabut izin rute penerbangan yang digunakan AdamAir jika dalam rentang waktu 21 hari maskapai tersebut tidak mengumumkan (declare) untuk tetap atau tidak lagi menggunakan rutenya.

Jika selama 21 hari Adam Air tidak mengumumkannya, maka rute izin operasional penggunaan rute tersebut akan ditawarkan kepada perusahaan lain.

“Jika dalam rentang waktut tersebut, Adam Air tidak mengumumkan, maka izin penggunaan rute penerbangan akan dicabut dan dialihkan ke perusahaan lain. Namun, kalau Adam Air sudah men-declare maka pemerintah akan memberikan kesempatan 30 hari untuk tetap menjalankan rutenya tadi,” ujar Kepala Humas Departemen Perhubungan (Dephub) Bambang S Ervan kemarin.

Menurut dia, Ditjen Perhubungan Udara, akan melakukan kajian untuk melihat supply and demand untuk kemudian menawarkan rute tersebut kepada perusahaan lain. Langkah tersebut harus dilakukan untuk mengantisipasi kendala transportasi udara domestik. Pihak Administrator Bandara (Adban) telah menahan tujuh unit pesawat Adam Air di tempat parkir pesawat (apron) Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Saat ini pesawat Adam Air yang terdaftar resmi di bandara tersebut mencapai 22 armada yang terdiri dari dua unit dalam proses perbaikan, satu unit (proses modifikasi), satu unit terjadi kecelakaan, 11 unit masih beroperasi dan tujuh unit ditahan di apron. Akibatnya, terjadi penurunan jumlah penerbangannya.

Bakti mengungkapkan, penurunan jumlah jadwal penerbangan Adam Air tersebut menguntungkan maskapai penerbangan lain karena dapat menambah jadwal penerbangan (extra flight).

Nasib Karyawan

Menteri perhubungan (Menhub) Jusman Syafii Djamal mengharap, kemelut yang terjadi di internal AdamAir tidak merugikan penumpang yang sudah terlanjur membeli tiket. Menhub mengharap agar sumber daya manusia AdamAir yang mempunyai kualitas harus dapat penanganan baik.

Sementara Dirjen Perhubungan Udara, Budhi M. Suyitno menegaskan, pemerintah akan membekukan ijin operasi AdamAir, jika AdamAir tidak dapat menjaga lingkungan kerjanya tetap kondusif. Pembekuan dilakukan untuk menjamin keselamatan penerbangan. Menurut dia, kondisi psikologis karyawan, khususnya para penerbang bisa menjadi sumber kecelakaan.

Adam berjanji akan memperhatikan nasib karyawan. “Kami berusaha semaksimal mungkin agar hak-hak karyawan dapat terpenuhi,” kata Adam.

AdamAir diperkirakan punya 3000 karyawan. Terkait dengan nasib penumpang yang telah memiliki tiket, Adam mengatakan, dapat meminta pengembalian uang tiket secara penuh (full refund) tanpa dikenakan biaya apapun.

Dia menambahkan penumpang yang telah memiliki tiket dapat meminta pengembalian uang tiket secara penuh (full refund) tanpa dikenakan biaya apapun. Klaim pengembalian uang tiket tersebut, lanjut Adam, dapat dilakukan melalui biro perjalanan maupun kantor cabang perwakilan Adam Air di seluruh Indonesia.

“Bagi mitra biro perjalanan Adam Air dapat menarik kembali uang jaminannya di kantor cabang perwakilan Adam Air di seluruh Indonesia,”jelasnya.

Sekjen Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association/INACA) Tengku Burhanuddin mengharap, Dephub segera mengumumkan hasil evaluasi guna menjawab masalah yang dihadapi AdamAir.

Menurut dia, permasalahan yang dihadapi AdamAir berpengaruh terhadap citra maskapai penerbangan Indonesia secara umum. ”Dampaknya tentu ada. Kita prihatin dengan kejadian itu. Yang tidak kita harapkan.”

Apalagi, maskapai penerbangan Indonesia hingga kini masih mendapat sorotan Uni Eropa (UE) seiring rentetan kecelakaan yang terjadi. Kecelakaan AdamAir pekan lalu, menambah catatan buruk penerbangan Indonesia di mata internasional.

Kecelakaan yang dialami AdamAir kembali mencoreng citra maskapai penerbangan Indonesia. Sepanjang Maret ini saja, tercatat dua kali terjadi peristiwa kecelakaan pesawat. Yang pertama menimpa AdamAir KI 272 yang tergelincir saat mendarat di Bandara Hang Nadim, Senin pekan lalu (10/3).

Landing Gear pesawat sebelah kanan patah, namun tidak mengakibatkan percikan api. Kondisi pesawat nungging ke belakang sebelah kanan. Roda depan terangkat, sementara roda kanan tidak tampak. Untungnya, 171 penumpang selamat, meski beberapa di antaranya mengalami trauma.

Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih mengkaji penyebab kecelakaan pesawat. “Kita baru kembali dalam pengumpulan fakta, belum tahu nanti apakah membutuhkan uji lab dan segala macam. Perlu waktu dan lewat penelitian,” kata Juru Bicara KNKT JA Barata. Kecelakaan berikutnya terjadi Minggu (16/3) lalu.

Musibah dialami pesawat latih swasta jenis Pelikan nomor seri PK-SKI jatuh di Perumahan Villa Pamulang, Kabupaten Tangerang. Empat rumah rusak tertimpa pesawat. Sementara Pilot pesawat Haerudi Kartowisastro (60 tahun) meninggal dunia.

Tim Investigator KNKT belum dapat memberi kesimpulan atas kejadian ini karena timnya masih mengumpulkan informasi dari saksi mata. Daftar kecelakaan pesawat masih panjang jika dicatat kejadian sebelumnya ke belakang. Catatan kelam ini jelas membuat masyarakat diliputi was-was.

Tengku Burhanuddin mengharap, Departemen Perhubungan harus segera mengumumkan hasil evaluasi pelbagai masalah yang dihadapi AdamAir.

Menurut dia, permasalahan yang dihadapi AdamAir berpengaruh terhadap citra maskapai penerbangan Indonesia secara umum. “Dampaknya tentu ada. Kita prihatin dengan kejadian itu. Yang tidak kita harapkan,” kata Burhanuddin.

Kondisi penerbangan kita tidak hanya memantik keperihatinan kalangan dalam negeri. Masyarakat internasional pun diliputi rasa tak percaya. Tengoklah larangan terbang dari Uni Eropa (UE) terhadap sejumlah maskapai penerbangan kita.

Masalah Perawatan

Banyak hal menjadi penyebab pelbagai masalah di maskapai kita. Salah satunya pada lemahnya kemampuan teknis perawatan. Sekretaris Jenderal Dewan Pelaksana Indonesian Aircraft Maintenance Shop Association (IAMSA, Asosiasi Perusahaan Perawatan Pesawat Terbang) Bambang Suryawan mengatakan, tenaga teknis perawatan untuk merawat pesawat baru seperti Boeing 737.900 masih sangat kurang.

Teknisi dalam negeri umumnya hanya mampu melakukan merawat Boeng 737 seri 200, 300 dan 400. “Itu kita sudah mampu, karena sudah agak lama di Indonesia. Infrastruktur dan orang kita sudah mampu. Tetapi, untuk Boeing 737 900, itu mungkin belum banyak yang bisa,” katanya.

Meski begitu, tim teknis untuk Boeing yang lebih bongsor itu kini sedang dididik agar mampu merawat pesawat tipe yang baru. Pengadaan teknologi yang kurang juga menjadi masalah berikutnya dalam perawatan pesawat.

“Makin ke sini, makin canggih, lengkap, pesawat makin handal. Jadi memang kita harus kejar-kejaran. Teknisi kita harus bekerja kejaran dengan teknologinya,” katanya. Bambang juga menyoroti kurangnya tim teknis dari Direktorat Sertifikasi Angkutan Udara (DSKU) yang mampu mengontrol kondisi pesawat baru.

Menurut dia, kualitas dan kuantitas tim teknis dari DSKU harus ditingkatkan seiring meningkatnya jumlah pesawat dengan tipe yang baru. “Orang-orangnya kan sudah sebagian pensiun. Jadi perlu ada penambahan tenaga baru seiring jumlah pesawat yang makin banyak. Saat ini jumlah lebih dari 800 pesawat. Jadi, harus ditambah dari segi kualitas dan kuantitas,” kata Bambang.

Bila perlu, pemerintah bisa menunjuk badan yang mampu dan diberikan otoritas untuk melakukan fungsi perawatan. “Jadi swasta yang mampu bisa juga diberikan delegasi,” katanya. Kemampuan teknis perawatan mutlak ditingkatkan oleh DSKU seiring makin banyaknya jumlah pesawat dengan tipe yang baru.

Fakta lain yang rentan memicu kecelakaan pesawat adalah usia rata-rata pesawat di pelbagai maskapai. Usia burung besi itu paling kencur 11 tahun. Ada juga yang 24 tahun, atau bahkan 26 tahun. Tapi yang tak kalah mengkhawatirkan adalah permasalah di level birokrasi.

Masalah Birokrasi

Tim teknis DSKU Departemen Perhubungan, 27 Maret silam, yang ditugaskan memeriksa pesawat milik Adam Air pascaraibnya KI 574 jenis Boeing 747-400 milik AdamAir dalam penerbangan dari Bandara Juanda Surabaya menuju Bandara Sam Ratulangi awal tahun 2007, menyatakan tidak menemukan kerusakan apa pun.

Menurut hasil survei teknis DSKU, tidak ditemukan kejanggalan atau kerusakan konstruksi maupun navigasi pada pesawat Boeing 737-300 milik AdamAir. Namun, kecelakaan pesawat AdamAir KI 272 saat mendarat di Bandara Hang Nadim, Senin pekan lalu (10/3) menjadi bukti ditemukan masalah terhadap kondisi pesawat.

Pengamat kebijakan publik dan pelyanan konsumen Agus Pambagio pernah menyatakan kepada Jurnal Nasional, DSKU dan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) main mata dengan para operator.

“Kinerjanya sebagai regulator tidak maksimal karena petugasnya juga merangkap sebagai operator maskapai penerbangan,” kata Agus. Fungsi DSKU sebagai regulator yang juga melakukan pengawasan memunculkan konflik kepentingan. Karena petugas DSKU juga mengabdi kepada lembaga yang diawasinya. Demikian pula KNKT.

“Ada pegawai KNKT yang menjadi konsultan Garuda, lalu meneliti penyebab terjadinya kecelakaan pesawat, itu tidak betul,” tandasnya. Dari sisi mekanik, ribuan mekanik yang bekerja di seluruh maskapai penerbangan Indonesia banyak yang tidak pernah diuji ulang, hanya sekali di tempat lisensi, kemudian langsung bekerja.

“Pasalnya, lembaga tersebut yang diberikan wewenang untuk melakukan pengawasan transportasi guna menghindari kecelakaan,” Agus menambahkan. Direktur DSKU, Yurlis Hasibuan saat dikonfirmasi enggan memberikan komentar dengan dalih kesibukan.

“Maaf, saya lagi ada tugas yang sangat urgen,” katanya singkat. Namun, tim DSKU mengklaim telah terjun memeriksa armada pesawat milik AdamAir. Semua armada pesawat AdamAir, khususnya pesawat jenis yang sama yang mengalami kecelakaan dalam peristiwa itu yakni pesawat jenis Boeing 737 seri 400 mendapatkan pemeriksaan yang ketat oleh DSKU, baik di Jakarta maupun di daerah seperti di Medan.

Pengamat penerbangan K Martono mengatakan, sepanjang Juni 2007 hingga Januari 2008, kinerja DSKU cukup baik dibandingkan sebelumnya. Namun, kondisi memburuk memasuki Februari 2008 seiring terjadinya kecelakaan. Kecelakaan terjadi terkait dengan penegakan hukum (law enforcement), khususnya dalam mengawasi perawatan pesawat.

“Dalam perawatan pesawat itu kan ada tingkatannya sesuai UU. Dilaksanakan atau tidak perawatan itu tergantung dari law enforcement. Jadi, pengawasan harus terus dilaksanakan,” katanya.

Dari aspek regulasi, katanya, sudah memadai. Namun, seiring terjadinya kecelakaan, Martono menilai, penegakan hukum dan pengawasan harus ditingkatkan. Apalagi, dari pengamatan Martono, kecelakaan pesawat selalu terjadi beruntun.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s