Raibnya Kastari dari Balik Jeruji


Raibnya Kastari dari Balik Jeruji

ANEH bin ajaib. Dalam hitungan menit, Mas Selamat Kastari, warga negara Singapura yang menjadi tersangka pelaku teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) Singapura raib dari Tahanan Whitley saat diizinkan petugas ke kamar kecil.

Mantan intel Soeripto curiga atas kaburnya Kastari. ”Sangat tidak mungkin, Kastari bisa lari dari penjagaan,” katanya. Politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu curiga, Kastari sengaja dilepas agar intelijen Singapura bisa mengendus jaringan JI lebih luas.

Ia menilai ada skenario terselubung di balik kaburnya Kastari. Karena itu, Soeripto mengingatkan agar Indonesia tidak terjebak dalam setting Singapura terkait dengan kaburnya Kastari. Menurut dia, Indonesia saat ini dinilai lemah dalam upaya melawan terorisme setelah tewasnya DR Azhari.

Apalagi, setelah pengadilan memutuskan bebas terhadap Ustad Abu Bakar Ba‘asyir yang diduga menjadi pemimpin JI Asia. ”Ini adalah skenario besar yang dimainkan untuk mengalihkan isunya di Indonesia terkait dengan kepentingannya di Indonesia,” katanya.

Dalam konteks global, menurut pengacara Mahendradatta isu jaringan teroris JI telah menjadi isu global untuk mempengarui internasional dalam melawan terorisme. Kaburnya Kastari mirip kaburnya Omar al Farouq dari tahanan AS di Bagram, Afganistan. Kaburnya Al Farouq memunculkan kecurigaan karena Bagram dikenal dengan pengamanan yang ketat.

Sejumlah kalangan menduga, Farouq adalah aktor intelijen AS untuk menangkap orang-orang yang diduga terlibat dalam jaringan JI. Ustad Abu Bakar Ba’asyir misalnya, pernah dituduh Farouq sebagai pimpinan JI di Asia. Dari informasi Farouq, polisi menangkap Ustad Ba’asyir dan menjebloskannya ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang.

Intensif

Kabur Kastari membuat Singapura kalang kabut. Keamanan Singapura (internal security departement /ISD) memperkirakan Kastari berada di Indonesia. Spekulasi itu cukup beralasan. Pasalnya, Kastari pernah ditangkap di Bintan Kepri tahun 2003 dan didakwa 18 bulan penjara karena kepemilikan KTP palsu.

Menteri Dalam Negeri Singapura Wong Kan Seng telah membentuk tim yang akan menggelar operasi khusus yang dapat memastikan jaminan keamanan selama Kastari buron. Tim independen pun dibentuk untuk melakukan penelusuran guna menemukan penyebab Kastari kabur dari penjara.

Singapura agaknya tak lagi mau kecolongan. Negara tersebut tengah memikirkan cara agar dapat mencegah kejadian serupa dengan membentuk tim independen. Tim diberikan deadline sebulan untuk melaporkan hasil pekerjaannya.

Menurut Wong, investigasi independen yang dilakukan untuk melihat ke dalam, apakah banyak pelanggaran kejahatan. ”Kita tidak harus spekulasi. Tapi kita tidak boleh mengesampingkan apapun kemungkinan. Itulah kenapa penyelidikan dipimpin oleh Criminal Investigation Departement (CID),” ujar Wong seperti dikutip channelnewsasia (2/3). Tim tersebut dikepalai Goh Joon Seng, pensiunan hakim yang sekarang menjadi anggota Dewan Penasehat Presiden.

Interpol telah menyebar foto, sidik jari dan informasi seputar Kastari ke 186 seluruh dunia. Interpol menyakini, Kastari adalah pimpinan JI yang sangat militan dan pernah merencanakan serangan tersebut kedutaan besar Amerika Serikat di Singapura dan pembajakan pesawat yang akan ditabrakkan ke Bandara Changi.

Untuk membantu proses pencarian, Interpol telah mengirim Orange Notice sebagai bentuk peringatan karena kaburnya Kastari bisa menjadi risiko keselamatan orang-orang di seluruh dunia. “Dengan keluarnya Orange Notice tersebut, maka diberitahukan polisi internasional dan semua negara anggotanya dapat mendukung upaya ini pada satu skala internasional,” ujar petugas Interpol Micheal Lauboutin seperti dikutip BBC News.

Kepolisian Singapura juga telah mengirim red notice (daftar merah) kepada Polri untuk juga membantu menelusuri jejak Kastari.

Lintas Negara

Menurut Wong, bantuan kerja sama dengan otoritas Malaysia dan Indonesia berjalan baik, dan sepakat untuk meningkatkan koordinasi untuk menjamin keamaan di sekitar wilayah perbatasan. Bagi Indonesia, kaburnya Kastari harus diwaspadai. Kapolri Jenderal Pol Sutanto menyatakan, kaburnya Kastari tidak saja menjadi masalah Singapura tapi juga semua negara termasuk Indonesia karena terorisme merupakan masalah bersama.

“Semua negara terancam,” tegas Sutanto. Kapolri juga meminta warga untuk menginformasikan kepada polisi jika mengetahui keberadaan Kastari di Indonesia. Lintas koordinasi dengan sejumlah kepolisiaan daerah juga dilakukan Kepolisian Singapura. Polda Kepulauan Riau (Kepri) misalnya, memperketat penjagaan di berbagai pelabuhan.

Kapolda Kepri Brigjen Pol Sutarman di Batam mengatakan, Singapura sudah menghubungi pihaknya untuk mengawasi gerak Kastari agar tak masuk ke Indonesia. Kepolisian di Kuala Lumpur meyakini Slamet telah kabur ke Indonesia (Pulau Bintan) yang berjarak 45 menit dengan kapal cepat di tengah perburuan selepasnya dari Whitley Road Detention Centre.

Singapura juga telah berkoordinasi dengan Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polda Sumatera Utara untuk mengantisipasi masuknya teroris ke Sumut. Kepala Densus 88 Anti Teror Polda Sumut Kombes Pol Bambang Waskito kepada Antara di Medan, akhir pekan lalu mengatakan pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Komandan Detasemen Anti Teror Kepolisian Singapura William Tan untuk mencegah segala kemungkinan.

Polda Sumut juga melakukan pemantauan di daerah terbuka yang berpotensi menjadi pintu masuk seperti Pelabuhan Belawan, Tanjung Balai, dan Bandara Polonia, katanya. Upaya tanggap juga dilakukan Kepolisian Kota Tanjungpinang dengan memeriksa pengunjung pelabuhan yang datang atau mau berangkat ke luar kota dan luar negeri.

Puluhan personel kepolisian dikerahkan di pelabuhan domestik dan internasional Sri Bintan Pura. Polisi juga sudah menempel dan menyebarkan poster Kastari di pintu masuk pelabuhan dan tempat umum lainnya.

Polda Banten juga memperketat pengawasan di penyeberangan Pelabuhan Merak, Cilegon, terkait kaburnya Kastari. Pelabuhan Merak merupakan penghubung antara pulau Sumatera dengan Pulau Jawa. Pengaman juga dilakukan petugas Bandara Soekarno-Hatta dengan memperketat akses keluar-masuk penumpang.

MAS Selamat Kastari alias Edi Hariyanto (47 tahun) disebut-sebut sebagai pimpinan Jamaah Islamiah (JI) sayap Singapura. Dia pernah menetap di Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau. Di sana, Kastari pernah ditangkap lantaran memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu pada tahun 2003.

Dia dipenjarakan selama 18 bulan. Di Tanjungpinang dan Surabaya, Kastari tersangkut dua perkara pidana pemalsuan dokumen, hingga dideportasi ke Singapura, Februari 2006.

Kaki kiri Kastari pincang. Namun, tidak kentara jika berjalan biasa. Cacat tersebut lantaran dirinya pernah mencoba kabur dengan cara melompat dari ketinggian sehingga kaki kirinya patah. Tinggi badannya 160 cm dengan berat 63 kg

Kastari pertama kali lari dari Singapura tahun 2001 ketika aparat negaranya memburu dan menangkapi teroris. Sumatera dan Jawa menjadi tempat persembunyiannya.

Menteri Luar Negeri Singapura George Yeo seperti dikutip The Straits Times menyebut, pelarian Kastari sebagai satu kemunduran yang dialami negaranya. “Yang penting adalah jalan kita untuk menanggapi atas kesalahan-kesalahan dan memulihkan kembali posisi kita,” kata Yeo.

Dia menambahkan, akan dilakukan satu penyelidikan yang layak dan apa yang dapat diumumkan, akan diumumkan. Kabar buronnya Slamet sekaligus memunculkan spekulasi. Pihak keamanan Singapura (Internal Security Departement /ISD) memperkirakan Kastari berada di Indonesia.

Spekulasi itu cukup beralasan. Pasalnya, Kastari pernah ditangkap di Bintan Kepri tahun 2003 dan didakwa 18 bulan penjara karena kepemilikan KTP palsu. Kastari sangat mengenal Indonesia karena pernah menetap di Riau dan Jawa.

Dia sangat tahu bagaimana cara-cara masuk ke Indonesia secara ilegal. Akan tetapi, seperti dipublikasikan CNA, Singapura dan Mendagri Wong Kan Seng, berkeyakinan Mas Selamat (Slamet) Kastari masih berada di Singapura.

Spekulasi itu didasari perkiraan Slamet bertindak sendiri dan tidak dibantu orang lain serta diduga tidak punya uang, makanan atau kendaraan untuk kabur dari Singapura.

Kepolisian Singapura, telah menerima lebih dari 330 panggilan telepon dan email informasi atau masukan, dan provider telekomuniasi seperti Singtel, Starhub dan M1, ikut membantu menyebarluaskan foto wajah Slamet melalui layanan pesan multimedia (MMS) cuma-cuma.

Pemerintah Singapura telah menunjuk Goh Joon Seng, Tee Tua Ba dan Choong May Ling menjadi anggota komisi penyelidik untuk menginvestigasi kaburnya Slamet. Mereka, menurut Mendagri Wong yang juga Wakil Perdana Menteri Singapura, diperkirakan akan menyelesaikan penyelidikan dan menyampaikan hasilnya dalam waktu sebulan.

Kastari dituduh bersekongkol dalam rencana pembajakan sebuah pesawat untuk ditabrakkan ke Bandara Changi Singapura tahun 2001. Namun, kasus tersebut tidak pernah diselesaikan hingga ke pengadilan. Dia ditahan berdasarkan Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri yang mengizinkan penahanan tanpa diadili.

Kastari juga dituding terlibat dalam sejumlah rencana penyerangan tujuh tahun lalu yaitu rencana penyerangan kedubes AS, serangan ke gedung Klub AS-Singapura sebagai pembalasan atas penangkapan sejumlah rekannya.

Otoritas intelijen Singapura meyakini, Kastari mulai terlibat terorisme sejak bergabung dengan Darul Islam pada 1990. Pada tahun 1992, ia diyakini bergabung dengan JI Singapura yang kemudian mengirimkannya ke Afganistan untuk latihan selama satu tahun.

Pada tahun 1998, intelijen Singapura mengaku menemukan fakta, Kastari belajar sistem pemerintahan ala Taliban dan ingin menerapkannya di Singapura. Intelijen Singapura juga mengungkapkan Kastari menguasai literatur cara membuat bom dan lebih spesifik bom bunuh diri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s