Kelabu di Penghujung Tahun 2007

 

 

DESEMBER kelabu menyelimuti bangsa ini. Rentetan bencana seakan mengepung.

Rabu (26/12) lalu, Indonesia menangis lantaran sedikitnya 71 orang ditemukan tewas tertimbun tanah langsor di Karanganyar, Jawa Tengah.

Para korban yang tewas itu berasal dari sembilan lokasi yaitu Jatiyoso, Ledoksari, Tawangmangu, Ngargoyoso, Kerjo, Jenawi, Jumapolo, Jaten, dan Karanganyar Kota.

Di Wonogiri, Jawa Tengah, tanah longsor juga menyebabkan belasan orang tewas.

Sembilan dari 18 korban yang tewas hingga kini belum ditemukan di Dukuh Pagah, Sanggrahan dan Sendang Mulyo, Desa Hargantoro, Kecamatan Tirtomoyo.

Tregedi longsor yang disebabkan karena guyuran hujan lebat tak henti selama beberapa hari juga menenggelamkan sejumlah kawasan di Jawa Tengah.

Di Kudus, tepatnya di Kecamatan Undaan, ribuan rumah, kantor, dan sekolah dihantam banjir akibat meluapnya aliran Sungai Wulan dan Juwana. Ratusan hektar sawah juga terendam air bah. Di Pati, sedikitnya 550 rumah yang tersebar di Kasiyan, Sukolilo, Banjarsari, Gabus mengalami kebanjiran akibat luapan air dari Sungai Juwana.

Kota Solo tergenang lantaran meluapnya air Bengawan Solo akibat hujan yang tak mereda. Ribuan warganya terpaksa diungsikan di Balaikota Surakarta, Gereja Purbayan, Gor Manahan dan Stadion Manahan. Ada sekitar 26.720 jiwa (5.344 kepala keluarga) yang berasal dari sembilan kelurahan, mengungsi di posko-posko terdekat yang terbebas dari banjir.

Di wilayah timur Jawa, yakni di Bojonegoro, luapan air Bengawan Solo telah memutuskan jalur transportasi kereta api Jakarta-Surabaya. Di Ngawi, kota sepanjang 16,5 kilometer itu tergenang air. Jalur transportasi menuju Malang, Madiun yang menghubungkan ke Solo juga terputus. Tak sedikit kendaraan yang terjebak banjir di Ngawi.

Di Blitar, hantaman air bah setinggi 1,2 meter telah menyebabkan banjir dan tanah longsor di Kedungwungu, Kecamatan Binangun. Banjir juga memutuskan jembatan Wonosari di Kecamatan Gandusari.

Di Malang, sebanyak 12 desa dilanda tanah longsor dan banjir bandang.

Wilayah yang terendam banjir antara lain Sitiarjo, Bajulmati, Tumpakrejo, Ledok Wangon, Pakisjajar Pakis, Tamban Tambak Rejo, dan Sumbermanjing Wetan.

Sementara longsor terjadi di Desa Jombok dan Pait, kecamatan Kasembon telah mengakibatkan akses menuju pantai Sendang Biru terputus, dan Desa Krajan Tumpang.

Banjir tak kalah ganas juga terjadi di Magetan. Ratusan rumah di empat kecamatan tergenang lantaran hujan deras.

Hujan lebat juga menyebabkan banjir di wilayah Sumatera, Sulawesi dan Bali.

Di Sumatera, banjir menghantam Padang. Lebih dari 4.000 unit rumah di lima kecamatan di Kabupaten Pessel, terendam banjir akibat hujan lebat yang mengguyur daerah itu sejak Selasa (24/12) dan meluapnya air dari sungai Batang Tarusan, Batang Lumpo, dan Sungai Batang Kapas.

Rumah-rumah yang terendam banjir tersebut terdapat di Kecamatan X Koto Tarusan sebanyak 520 unit rumah, Bayang (1020 unit rumah), IV Jurai (400 unit rumah), Batang Kapas (2.700 unit rumah) dan Sutera (12 unit rumah). Banjir di Pessel, Sumbar kini melanda tujuh kecamatan yakni Batang Kapas, Tarusan, IV Jurai, Surantih, Lengayang, Basa XIV Tapan dan Bayang.

Puluhan kilometer bahu jalan juga rusak akibat banjir di Kota Padang, Pesisir Selatan dan Agam. Tak sedikit pula sawah yang sudah memasuki masa panen terendam di kawasan tersebut. Kerusakan irigasi juga terjadi di Gunung Nago dan Koto Tuo, Kec Koto Tangah, Kota Padang.

Di Giayar Bali, dua orang yakni I Gede Suta Yasa (25) dan Ni Komang Martini (20) tewas lantaran tertimbun tanah longsor saat berada di rumahnya.

Di pesisir utara pantai Buleleng, sekitar 16 KK terpaksa mengungsi akibat rumahnya di sapu gelombang besar. Sementara warga di Kusamba Kabupaten Klungkung, puluhan rumah terendam banjir.

Sementara di Aceh, gempa tektonik berkekuatan 5,4 Skala Richter (SR) yang terjadi sekitar pukul 12.24 akhir pekan lalu membuat warga Kota Banda Aceh panik. Syukurnya, gempa berpusat 13 Km barat laut Kabupaten Pidie, pada koordinat 5.48 lintang utara (LU)-95,88 Bujur Timur (BT) dengan kedalaman 10 Km, tidak berpotensi tsunami.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah memerintahkan Menteri Dalam Negeri Mardiyanto, jajaran TNI bersama-sama Satuan Pelaksana (Satlak), dan Satuan Koordinasi Pelaksana (Satkorlak) dari Badan Koordinasi Nasional (Bakornas) Penanggulangan Bencana (PB), dan sejumlah petugas terkait lainnya untuk segera melakukan tanggap darurat penanganan bencana longsor dan banjir.

Kepala Negara mengaku prihatin saat mendengar kabar puluhan korban tewas akibat tanah longsor yang terjadi di Dukuh Mogol, Desa Ledoksari, Kecamatan Tawangmangu, Rabu (26/12).

Presiden mengharap agar segera dilakukan evakuasi dan melakukan upaya pencarian secara maksimal dan melakukan pengobatan kepada para korban agar dapat diselamatkan.

Pernyataan Presiden tersebut diutarakan Juru Bicara Kepresidenan Andi Malarangeng usai mendampingi kepala Negara menyaksikan peragaan penanganan korban bencana dan tsunami serta uji teknologi Indonesia Tsunami Early Warning System (Ina-TEWS) di Kelurahan Gunung Sugih Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Propinsi Banten, kemarin.

Presiden juga turut berduka cita atas musibah tersebut. “Yang penting bagaimana melakukan upaya tanggap darurat dalam situasi seperti itu. Presiden sudah memerintahkan Mendagri untuk meninjau dan memastikan penanganan bencana longsor yang terjadi di Dukuh Mogol, Desa Monggol, Taeangmangu, Kabupaten Karang Anyar, Jawa Tengah,” ujarnya.

Menurut Andi, Mendagri diperintahkan ke lokasi bencana karena Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah sedang berada di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dalam rangka memperingati tiga tahun bencana tsunami.

“Presiden memerintahkan Mendagri maju ke depan bersama TNI dan petugas lain yang sudah merapat. Presiden masih akan menunggu laporan terkait perkembangan situasi dan usaha yang dilakukan tim teknis satlak, satkorlak dan satuan lain yang diperbantukan di sana.”

Andi menambahkan, dari informasi yang diterima Presiden, bencana tanah longsor di Mogol diperkirakan memakan korban sebanyak 58 orang. “Tiga orang sudah ketemu, dan 15 rumah yang terkena kerusakan.”

Presiden juga turut berduka atas bencana longsor di 7 kecamatan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah tersebut. Andi menjelaskan, kabar buruk dari Karanganyar itu didapat Presiden saat melakukan Kunjungan Kerja ke Cilegon, Banten untuk menyaksikan Peragaan dan Simulasi Penanganan Pasca Tsunami.

“Presiden SBY mengungkapkan rasa duka citanya yang mendalam atas kejadian yang menimpa warga Karanganyar.”

Sebelumnya, saat berpidato dihadapan ratusan warga Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Propinsi Banten usai menyaksikan Peragaan dan Simulasi Penanganan Pasca Tsunami di Banten (26/12), Presiden SBY menyerukan agar seluruh pemimpin di daerah beserta jajarannya untuk lebih mendahulukan keselamatan rakyat saat bencana alam melanda.

Pemimpin di daerah diminta untuk tidak hanya memikirkan keselamatan diri sendiri dan keluarganya saja. “Pemimpin harus utamakan rakyat, jangan lari sendiri-sendiri,” tegas Presiden.

Presiden menyesalkan jika masih ada pemimpin di daerah yang lebih memikirkan keselamatan pribadi dan keluarganya saja. Ada di beberapa daerah yang begitu. Itu salah, dosanya besar,” Presiden mengingatkan.

Menurut SBY, pemimpin harus berani mengambil resiko dan selalu mengutamakan keselamatan rakyatnya. Keterlibatan pemimpin di lapangan sangatlah penting.

”Kepada gubernur, bupati, walikota, agar menjelaskan kepada rakyat, membimbing rakyat untuk menyelamatkan diri dari bencana.”

Presiden mengharap agar penanganan bencana dapat lebih ditingkatkan karena penanganan bencana sering lambat karena tidak terlatih untuk menangani secara cepat dan tepat. “Semua harus terampil dan cepat bereaksi. Jangan terlambat,” tegasnya.

Presiden juga menghimbau semua pihak untuk tetap tegar lantaran kondisi geografi yang rawan bencana. Dalam kondisi apapun, semua pihak harus siap mengurangi jatuhnya korban jika suatu saat terjadi bencana.

Sementara itu, Bakornas PB mengingatkan kepada pemerintah daerah di seluruh Indonesia untuk melakukan persiapan guna mengantisipasi dampak bencana alam yang berpotensi terjadi di sejumlah kawasan di daerahnya masing-masing.

Kesiapan tersebut dianggap penting karena Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) telah menginformasikan buruknya iklim yang terjadi di sekitar wilayah Indonesia yang berpotensi terjadinya bencana alam. Pernyataan itu diutarakan Deputi Bidang Penanganan Darurat Bakornas PB, Tabrani di Jakarta, kemarin (27/12).

Menurut Thabrani, pemerintah daerah adalah ujung tombak penanggulangan bencana. Meski demikian, pemerintah pusat menyatakan siap untuk memberikan bantuan, pendampingan dan penguatan penanganan bencana alam yang terjadi di daerah jika pemerintah daerah tidak mampu menanganinya karena eskalasi bencana yang sangat besar.

Dari identifikasi yang dilakukan Bakornas PB, diketahui ada sekitar 20 provinsi di Indonesia yang rawan banjir dan longsor saat musim hujan. Sejumlah daerah yang terindentifikasi rawan banjir sudah dipetakan oleh Departemen Pekerjaan Umum (PU), sementara daerah yang rawan gempa tektonik dan tsunami sudah diidentifikasi oleh BMG, dan gempa vulkanik dan tanah longsor sudah diidentifikasi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Terkait dengan bancana tanah longsor yang terjadi di Jawa Tengah dan banjir yang terjadi di Jawa Timur, Thabrani mengatakan, Bakornas PB sudah berkoordiansi dengan pemerintah kabupaten dan provinsi, serta mengirim tim ke lokasi bencana untuk memberikan bantuan, dan mengkoordinasikan kemungkinan penambahan bantuan.

Dari koordinasi yang telah dilakukan, dia menilai, pemerintah daerah masih sanggup menangani bencana alam dengan sumber daya yang ada. Bakornas PB juga telah menyiapkan sekitar Rp125 miliar untuk antisipasi bencana di Indonesia hingga Maret 2008. “Besok akan kita kucurkan Rp100 juta untuk Jawa Timur dan Jawa Tengah yang saat ini sedang terjadi bencana,” kata Kepala Bakornas PB Syamsul Ma’arif di Kantor Wapres, kemarin.

Kepala Pusat Pengendalian Krisis (PPK) Departemen Kesehatan (Depkes) Rustam S mengatakan, persediaan obat-obatan dan kebutuhan logistik lainnya yang masih tersedia untuk menghadapi waspada Gunung Kelud, dialokasikan ke korban banjir dan longsor di sejumlah daerah di Provinsi Jawa Timur. “Kalau kurang, akan kita kirim tambahan,” katanya.

Sementara Menteri Sosial Bahctiar Chamsyah kemarin menyatakan kebutuhan beras, obat-obatan dan kebutuhan lainnya untuk korban bencana alam sudah ditanggulangi Depsos.

Mensos mengharap agar gubenur dan bupati dapat langsung menggunakan stok beras yang ada di gudang Dolog. Untuk bupati, stok beras sebanyak 50 hingga 100 ton bisa langsung digunakan dari gudang. Sementara stok beras yang dapat digunakan gubernur adalah 100 ton hingga 200 ton.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Hubungan Masyarakat Departemen Perhubungan Bambang S Ervan menghimbau agar seluruh syah bandar pelabuhan dan kepala bandara diminta untuk lebih berhati-hati dalam memberikan izin aktivitas perhubungan udara dan laut.

Peringatan itu terkait informasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) yang mengabarkan masih adanya gelombang laut yang cukup tinggi serta terjadinya hujan lebat dan angin kencang di sekitar wilayah Indonesia.

Bambang mengatakan, Dirjen Perhubungan Laut Dephub sudah mengeluarkan Maklumat Pelayaran kepada semua perusahaan kapal agar berhati-hati mengeluarkan izin pelayaran kepada sejumlah perusahaan kapal. Aturan yang sudah dikeluarkan sejak awal Nopember 2007 itu diperkirakan akan diberlakukan hingga Februari 2008.

Administrator Pelabuhan (Adpel) dan Kepala Kantor Pelabuhan (Kakanpel) di seluruh Indonesia sudah diminta untuk memperketat pengawasan dan pemeriksaan terhadap aktivitas pelayaran terkait dengan buruknya cuaca.

Dephub juga sudah berkoordinasi dengan BMG untuk terus menerus memantau informasi perkembangan cuaca. Apabila cuaca buruk, Adpel akan melarang kapal berlayar serta memerintahkan nakhoda kapal yang diberangkatkan untuk memperhatikan berita cuaca selama dalam perjalanan.

“Adpel harus melakukan pengawasan ketat,” ujar Bambang saat dihubungi kemarin.

Pada Senin Sore (24/12) lalu, lanjutnya, Adpel sudah melarang beroperasinya kapal cepat yang melayani jasa transportasi laut Pelabuhan Merak-Bakauheni. Adpel juga menghimbau agar petugas di pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk untuk siaga terkait dengan buruknya cuaca.

BMG telah menginformasikan adanya gelombang laut di perairan sebelah barat Lampung hingga Sumut mencapai empat meter. Gelombang dengan ketinggian serupa juga diperkirakan terjadi di Laut Natuna, Selat Makassar, perairan selatan Banten, NTB, perairan barat Aceh, Laut Karimata, Halmahera, perairan selatan Sulawesi, perairan barat Aceh, Laut Banda dan perairan sebelah utara Papua.

BMG mengingatkan, gelombang setinggi empat meter tersebut berbahaya bagi perahu nelayan, tongkang serta kapal feri. Sementara untuk perhubungan udara, Bambang mengatakan, Dephub telah meminta agar kepala bandara memperhatikan dan patuh terhadap aturan kondisi cuaca khusus yang dikeluarkan Dephub.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Informasi BMG Achmad Zakir Zamawi menjelaskan, gelombang tinggi di sejumlah perairan laut Indonesia terjadi karena di bulan Desember dan Januari mendatang sudah memasuki musim hujan lebat yang disertai angin kencang. “Tingginya gelombang laut karena terkait dengan angin kencang,” katanya.

BMG memperkirakan wilayah yang berpotensi hujan lebat dan angin kencang yang mengakibatkan terjadinya gelombang tinggi terjadi di perairan Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Natuna, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan bagian timur, Sulawesi Selatan, Bali, dan Nusa Tenggara.

BMG memperkirakan pada 25 Desember 2007 akan ada tekanan rendah di sekitar Nusa Tenggara yang menjadi bibit siklon ropis.

BMG Tanjung Priok menginformasikan sejumlah wilayah perairan Indonesia berpeluang menghadapi gelombang tinggi hingga mencapai tujuh meter. Peluang gelombang dengan ketinggian mencapai tujuh meter terjadi di perairan Mentawai, Enggano, Samudera Hindia barat Bengkulu, dan perairan Barat Daya Selat Sunda.

Gelombang tinggi itu diperkirakan terjadi pada tanggal 27 Desember atau Kamis mendatang. Karena itu, BMG memperingatkan agar seluruh jenis kapal yang berlayar di sekitar kawasan tersebut pada hari itu untuk membatalkan rencananya karena berbahaya.

BMG juga memperkirakan tinggi gelombang akan melebih dua meter terjadi di kawasan laut Cina Selatan hingga Samudra Hindia Selatan Nusa Tenggara Barat.

Hari ini peluang terjadinya gelombang tinggi hingga enam meter terjadi di perairan Mentawai, Enggano, Samudera Hindia Barat Bengkulu hingga samudera Hindia Selatan Nusatenggara barat.

Sementara BMG Maritim Tanjung Perak Surabaya juga mengingatkan agar masyarakat mewaspadai potensi terjadinya gelombang laut yang cukup tinggi antara 3-5 meter dampak adanya angin muson barat.

Prakirawan BMG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Supeno, menjelaskan, angin muson barat, bisa berdampak terjadinua gelombang laut tinggi mencapai tiga hingga lima meter di beberapa perairan di Indonesia.

Sejumlah perairan yang berpotensi terjadi gelombang tinggi diantaranya Masalembo, Laut Jawa dan Laut Cina Selatan, Selat Karimata dan Laut Sulawesi sebelah selatan.

Sementara perairan Samudera Hindia sebelah selatan Jawa, selatan Bali , Laut Bali dan Laut Flores tinggi gelombang bisa mencapai 2,5 meter.

Angin muson barat adalah angin musiman yang berasal dari benua Asia. Keadaan ini diprediksi terjadi hingga akhir Desember 2007. Supeno juga menambahkan bahwa saat ini hampir seluruh kawasan perairan Indonesia ada kumpulan awan Cumulonimbus (CB) yang berpotensi menyebabkan hujan disertai guntur serta angin kencang.

Karena itu, ia kembali mengingatkan agar masyarakat tetap waspada bila terjadi hujan deras bersamaan dengan pasang tertinggi.

M. Yamin Panca Setia

 

Photo: Tanah Longsor di Karanganyar, Antara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s