Menabuh Lonceng Kematian KPK


KEMENANGAN bagi koruptor telah tiba. Penilaian ekstrem ini datang dari Denny Indrayana, Ketua Pusat Kajian Anti Korupsi Unversitas Gajah Mada (UGM). Penilaian muncul menyusul terpilihnya Antasari Azhar-termasuk empat pimpinan KPK lainnya oleh DPR (5/12).

Memperoleh suara tertinggi, Antasari tampil sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2007-2011. Akankah Antasari mampu mengendalikan KPK sebagai mesin pemberantasan korupsi yang lebih garang dibandingkan KPK dibawah kepemimpinan Taufiequrrachman Ruki?

Bagi Denny, komposisi pimpinan KPK ini tidak ubahnya sebagai lonceng kematian bagi pemberantasan korupsi. Dia menduga ada upaya sistematis memandulkan bahkan membubarkan lembaga ini lewat pemilihan pimpinan KPK periode 2007-2011.

Tampilnya Antasari sebagai nakoda baru KPK tidak menyurutkan kontroversi yang selama ini sudah mengiringi jaksa senior ini. Ia santer disebut-sebut bertanggung jawab atas kaburnya Tommy Soeharto beberapa tahun lalu.

Sejak dari awal uji kelayakan digelar, Adnan Topan Husodo dari Indonesian Corruption Watch (ICW) menilai janggal. Pertanyaan yang diajukan Komisi III DPR sangat normatif, sehingga jawaban yang diperoleh pada akhirnya pun normatif.

Pertanyaan tentang laporan masyarakat pun sekedarnya saja. Hanya sekedar konfirmasi benar atau tidak, tanpa diperdalam lagi. Saat awal fit and proper test digelar, Antasari justru aman dari cecaran para anggota dewan.

Dari delapan pertanyaan yang diajukan oleh anggota Komisi III, hanya tiga laporan masyarakat yang dikonfirmasi kepada Antasari. Komisi III DPR mempertanyakan soal pengaduan masyarakat bahwa saat menjabat Kajari Jakarta Selatan, dirinya memberi kesempatan Tommy Soeharto melarikan diri.

Dia pun dipersoalkan soal penanganan kasus di Lampung yang tersangkanya juga melarikan diri. Meski jawaban yang dilontarkan Antasari ala kadarnya, anggota DPR langsung puas tanpa bertanya lagi.

Ini berbeda dengan proses uji kelayakan yang harus dilalui Amien Sunaryadi. Komisi III DPR memberondong pertanyaan yang lebih menyusahkan dibandingkan pertanyaan yang digelontorkan ke Antasari. Denny yang memantau proses seleksi pimpinan KPK di Gedung DPR menilai figur Antasari membuka pesimisme dalam pemberantasan korupsi.

Dia menyesalkan gagalnya Amien Sunaryadi yang dikenal sebagai motivator dan pemikir KPK dalam uji kelayakan dan kepatutan. Munculnya lima nama itu menimbulkan pesimisme dalam diri Denny.

“Saya tidak punya harapan lagi pada KPK. Saya pesimistis. Ini upaya membubarkan KPK dengan memasukan tokoh-tokoh yang anti pemberantasan korupsi,” tegas Denny, Rabu (5/12).

Saat pemungutan suara putaran kedua, berhembus kabar Komisi III DPR sengaja memenangkan Antasari. Pasalnya, saat pemilihan pimpinan KPK periode 2002-2007, pimpinan KPK dipilih berdasarkan suara terbanyak, tanpa ada putaran kedua.

Wakil Ketua Komisi III DPR M Aziz Syamsuddin membantah tudingan jika ada upaya politisasi rekrutmen pimpinan KPK. Dia berdalih, putaran kedua pemungutan suara digelar berdasarkan kesepakatan bersama agar bisa memilih Ketua KPK yang lebih obyektif.

Ketua KPK Taufiequrrachman Ruki mengatakan, semua pihak harus memberikan kesempatan kepada mereka yang terpilih untuk melaksanakan tugas. “Nanti kita bisa melihat kinerja seperti apa,” katanya. Namun, Ruki menilai, dalam UU KPK masih belum jelas mekanisme pemberhentian pimpinan KPK di tengah jalan.

“Bahkan, jika ada salah satu dari kami meninggal, tidak ada aturan pergantian antarwaktu,” katanya. Denny Indrayana menilai, dalam pasal 32 UU KPK diatur pemberhentian pimpinan KPK. Namun, mekanisme pemberhentian sulit karena tidak diatur dalam UU tersebut.

M. Yamin Panca Setia

Mantan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Antasari Azhar menjawab pertanyaan dalam wawancara seleksi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Senin, 3 September 2007. [TEMPO/Zulkarnain]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s