Presiden Sidak di Pasar Kramat Jati dan Stasiun Gambir

SABTU pagi lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Raya Kramat Jati, Jl. Raya Bogor KM 22, Jakarta Timur untuk mengetahui kesiapan akan kesediaan pangan menjelang hari raya Idul Fitri 1428 H.

Nampak mendampingi Presiden antara lain Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, Menteri Negara BUMN Sofjan Djalil, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, Kapolri Jenderal Pol. Sutanto, Juru Bicara Kepresidenan Andi Malarangeng, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

Presiden bersama rombongan tiba di Pasar Keramat Jati sekitar pukul 10.00. Mengetahui kepala negara datang, para pedagang dan pembeli pun pada mengumpul dan berdesak-desak untuk melihat lebih dekat Presiden.

Sidak dilakukan Presiden sebagai tindak lanjut dari hasil sidang kabinet beberapa waktu lalu yang membahas persiapan lebaran. Di pasar Kramat, Presiden meninjau beberapa toko di lantai dasar, dan lantai 1 untuk mengetahui harga sejumlah komoditas.

Saat berdialog dengan Yadi, pemilik Toko Lestari, Presiden sempat menanyakan harga gula pasir dan tepung terigu. Yadi pun menjawab harga gula pasir tetap bertahan selama satu pekan, yakni di harga Rp6.500/kg . Yadi juga menjawab harga tepung terigu mengalami kenaikan dari Rp4.500 menjadi Rp5.500/kg . Kepada Yadi, Presiden berpesan kalau harga jual jangan tinggi-tinggi, kasihan rakyat.

”Hari ini saya turun langsung ke lapangan untuk melihat langsung bagaimana dinamika harga,” kata Presiden.

Menurut Presiden, memang ada sejumlah barang yang harganya stabil, ada yang mengalami kenaikan sedikit, dan penurunan sedikit. Namun, Presiden menganggap wajar terjadi kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok yang terjadi setiap menjelang Lebaran. Dalam hukum ekonomi, kata Presiden, permintaan naik harga barang tetap akan naik. Sebaliknya, permintaan turun harga akan turun.

”Pada tingkat ini masih dalam keadaan wajar. Tapi, kalau tidak wajar tentu pemerintah termasuk Bulog akan melakukan sesuatu terutama pada komoditas utama seperti beras, gula, minyak tanah dan minyak goreng,” jelas Kepala Negara.

Saat puasa, beberapa komoditas memang harganya mulai merangkak naik. Di Medan, harga telur ayam ras mencapai Rp700 per butir dari harga rata-rata yakni Rp600 hingga Rp650 per butir. Sementara tepung terigu naik dari Rp5.500 hingga Rp5.600 per kg. Kebutuhan untuk membuat kue lebaran seperti mentega Blue Band juga naik dari Rp18.000 menjadi Rp22.000 per kg, mentega Simas dari Rp7.000 naik menjadi Rp9.000 per kg. Namun untuk minyak goreng curah mengalami penurunan dari Rp8.500 menjadi Rp8.000 per kg.

Harga cabai hijau dari Rp8.000 per kg, naik menjadi Rp14.000 per kg. Sedangkan cabai rawit dari Rp18.000 per kg merangkak naik menjadi Rp20.000 per kg. Harga bawang merah juga ikut naik, dari Rp6.500 per kg menjadi Rp7.000 per kg.

Namun, ada juga harga komoditas yang turun. Di sejumlah pasar tradisional di Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, harga cabai merah dan tomat anjlok sampai 100 persen dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

Harganya anjlok karena pasokan dari daerah produksi seperti Aceh Besar, Aceh Tengah dan Brastagi Sumatera Utara mulai lacar dan bahkan melebihi kebutuhan.

Harga cabai saat ini dijual di sejumlah pasar tradisional dengan harga Rp11.000/kg atau turun dari harga sebelumnya Rp22.000/Kg, sementara tomat turun menjadi Rp3.000 dari sebelumnya RP6.000/kg.

Di Palembang, harga daging ayam potong bergerak turun hingga Rp16 ribu per kg, dibanding tiga hari sebelumnya mencapai Rp20 ribu per kg. Turunnya harga ayam karena jumlah produksi daging ayam potong cukup banyak sehingga mampu mengimbangi dan harga tidak terlalu tinggi.

Presiden mengingatkan agar para pedagang tidak menjual barang-barang kebutuhan pokok jauh dari harga wajar. Namun, Presiden juga ingin pedagang kecil bisa memperoleh penghasilan yang makin tinggi menjelang Lebaran. ”Kalau sayur mayur kan pedagang kecil setahun sekali kalau dapat rejeki lebih saya kira baik-baik saja. Tapi, rakyat tetap bisa membeli.”

Dalam sidak itu, Presiden agaknya menyoroti tingginya harga minyak goreng yang diduga akibat penjualan minyak sawit mentah atau CPO di luar negeri karena harga pasar internasional yang lebih tinggi dibanding pasar dalam negeri. Presiden mengharap minyak goreng lebih banyak dipasok di dalam negeri.

”Ada kecenderungan komoditas CPO ini dijual di luar negeri karena itu pemerintah memberlakukan pajak ekspor dan ada kebijakan lain yang akan segara dilakukan dengan harapan minyak goreng lebih banyak lagi beredar di dalam negeri sehingga harganya bisa turun atau stabil.”

Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengingatkan agar keamanan pasar diutamakan untuk menghindari terjadinya kebakaran seperti yang terjadi di pasar Turi dan Cipanas beberapa waktu lalu. ”Ingat kebakaran di pasar turi, jangan sampai terjadi lagi. Tolong dikontrol keamanan dan arus listriknya termasuk kebersihan. Yang sudah bagus dipertahankan, yang belum baik diperbaiki,” Presiden mengingatkan.

Menteri Perdagangan memastikan, stok bahan-bahan pokok selama bulan puasa dan hari Raya Idul Fitri tersedia cukup.

Perkembangan harga tidak menunjukkan gejolak yang tinggi. Memang, daging ayam mengalami kenaikan, terutama sejak awal tahun dan dalam beberapa minggu terakhir ini, dan itu akibat kenaikan dari harga pakan ternak. Namun, dari laporan Asosiasi Unggas, diperkirakan sudah tidak akan mengalami kenaikan lebih lanjut kecuali memang dalam saat Lebaran, dan saat peningkatan permintaan, bisa terjadi kenaikan tetapi setelah Lebaran diperkirakan akan turun.

Sampai saat ini tidak ada kekhawatiran dari segi gejolak harga kecuali yang memang tidak tahan lama, seperti cabe, daging, telur dan ayam. Yang pasti akan mengalami gejolak sesaat dalam keadaan permintaan meningkat,” lanjutnya.

Mendag justru menilai ada kecenderungan penurunan harga seperti gula dan minyak goreng. Berdasarkan pengalaman, saat puasa dan menjelang lebaran, selalu terjadi kenaikan 10-20 persen. Komoditas yang mengalami kenaikan adalah yang tidak bisa disimpan lama seperti cabe.

Mari juga memastikan, trennya harga barang lain jika dibandingkan tahun lalu lebih baik. Harga beras, minyak goreng, gula tendensinya turun, meskipun disadari juga harga minyak goreng sudah mengalami kenaikan yang relatif tinggi sejak awal tahun.

Departemen Perdagangan akan terus memantau jika terjadi gejolak harga dan sudah ada posko di masing-masing instansi yang terintegrasi baik di pusat maupun di daerah, sehingga kalau ada gejolak harga bisa dipantau. Dengan demikian bisa diketahui penyebabnya, apa karena stok kurang, transportasi terganggu dan sebagainya.

Untuk masalah stok, Mendag mengatakan tak perlu dikhawatirkan. Departemen Perdagangan mencatat kebutuhan komoditas amat mencukupi.

Berdasarkan data dari tabel, ketersediaan barang (pasokan) per 1 September 2007, jumlahnya melebihi angka prognosa kebutuhan rata-rata per bulan untuk periode September-Oktober. Beras misalnya, angka prognosa ketersediaan per 1 September mencapai 9,282 juta ton sedangkan kebuturan rata-rata per bulan pada periode September-Oktober hanya sekitar 2,973 ton. Gula pasir, angka prognosa ketersediaan per 1 September mencapai 1,345 juta ton sedangkan kebutuhan per bulan rata-rata 280,681 ribu ton. Begitu juga dengan minyak goreng, ketersediaan per 1 September mencapai 1,778 juta ton dan kebutuhan rata-rata perbulan sekitar 419,85 ribu ton.

Selain itu, departemen terkait, seperti Departemen Perdagangan, Departemen Perindustrian, Departemen Perhubungan, Departemen Pertanian, Kepolisian dan BULOG juga telah mengadakan teleconference dengan sejumlah Gubernur dan asosiasi pengusaha untuk membahas keamanan ketersediaan (stok) bahan pokok sekaligus mengevaluasi perkembangan harga-harga selama bulan puasa sampai Idul Fitri mendatang.

Utamakan Kenyamanan dan Keselamatan

USAI sidak di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, sekitar pukul 11.00 WIB, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama rombongan melanjutkan sidak ke Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.

Presiden ingin tahu kesiapan armada kereta api dalam melayani kebutuhan transportasi darat kepada para pemudik yang akan merayakan lebaran di kampung halamannya.

“Saya ingin melihat salah satu dari moda transportasi yang penting yakni kereta api. Perkiraan jumlah penumpang dari berbagai moda transportasi darat, udara, laut termasuk kereta api dilaporkan ada kenaikan sekitar empat persen, dari 2,6 juta menjadi 2,7 juta penumpang” kata Presiden.

Di Gambir, Presiden bersama rombongan kemudian masuk ke ruangan VIP guna mendengarkan penjelasan Dirut PT KAI, Ronny Wahyudi tentang kesiapan yang dilakukan salah satu BUMN tersebut.

Setelah itu, Presiden meninjau tempat penjualan tiket. Kepada petugas tiket, Presiden memastikan agar tiket yang diinginkan para pembeli masih tersedia di loket penjualan.

Presiden juga menyempatkan diri untuk masuk ke gerbong KA Argo Gede tujuan Bandung. Mengetahui Presiden datang, para penumpang yang tadinya bersantai, langsung beranjak dari kursi duduk, dan mendekati Presiden, untuk berjabat tangan dan berfoto bersama. Mereka senang bertemu langsung dengan Presiden.

Kepada seluruh jajaran Departemen Perhubungan, Presiden mengharap, agar dapat memberikan pelayanan maksimal. “Saya minta setahun sekali berikanlah pelayanan terbaik untuk rakyat kita karena mereka ingin bertemu sanak saudaranya di kampung,” katanya.

Presiden juga mengingatkan agar PT Kereta Api dapat mencegah terjadi kecelakaan kereta.

“Seluruh petugas dan pejabat di di Dephub termasuk PT Kereta Api agar sejauh mungkin dicegah tidak ada kecelakaan. Mulai yang kecil-kecil seperti pengaturan persimpangan jalan raya dan rel kereta api dan tempat-tempat lain yang bisa saja terjadi kecelakaan, ” harap Presiden.

Presiden akan terus memantau persiapan semua moda transportasi Lebaran terutama pada 10 hari sebelum hari H.

Dirjen Perhubungan Darat Iskandar Abubakar yang juga menjabat Ketua Koordinator Posko Nasional Angkutan Lebaran 2007 mengatakan, PT Kereta Api sudah menyiapkan semua rangkaian kereta beserta kereta cadangan yang akan digunakan jika terjadi lonjakan penumpang di luar perkiraan.

PT KAI juga selalu melakukan pengawasan secara reguler untuk mengetahui kondisi gerbong dan rel. PT KAI juga akan mengoperasikan 50 gerbong baru kelas ekonomi. Gerbong baru ini akan menggantikan gerbong-gerbong yang usianya sudah di atas 40 tahun yang kerap menjadi penyebab terjadinya masalah.

Sebanyak 50 gerbong baru itu akan mulai dioperasikan tepat ketika masa angkutan lebaran mulai, biasanya pertengahan puasa. PT KAI juga telah melakukan berbagai persiapan seperti perbaikan rel dan penyisiran jalur-jalur rawan, serta memperbaiki jalur yang rusak.

Total pemudik tahun ini mencapai 14,8 juta penumpang. 1,7 juta adalah penumpang angkutan udara, 534 ribu angkutan laut, 2,6 juta angkutan kereta api, sedang angkutan darat jalan 7,2 juta dan penyebrangan 2,7 juta. Sementara pemudik yang menggunakan kendaraan bermotor juga meningkat, dari 1,8 juta menjadi 2,4 juta sepeda motor.

Mengenai kesiapan sarana dan prasarana transportasi, Iskandar memastikan aman karena kapasitas yang disediakan cukup besar. Untuk penumpang jalan raya misalnya, permintaan kurang lebih 7,2 juta, sementara supply bisa mencapai 15 juta penumpang.

Namun, dia menghimbau agar pemerintah daerah juga diminta segera mempersiapkan antisipasi munculnya masalah transportasi seputar Lebaran tahun 2007 dengan cara mengendalikan aktivitas di sekitar jalan seperti pasar yang ada di jalan lintas antarkota seperti di Pantura. Pemerintah daerah juga diminta agar pengumpulan sumbangan di jalan ditiadakan saat mendekati lebaran sebab akan menggangu kelancaran.

Kapolri Jenderal Pol Sutanto menjanjikan hingga H-10, tidak ada lagi jalan-jalan yang menghambat yang menjadi penyebab kemacetan lalu lintas. Pemerintah telah mencari cara mengantisipasi kemungkinan terjadinya kemacetan, kerusakan jalan, pasar tumpah, dan sebagainya. Kepolisian juga akan menyiapkan tempat pemberangkatan dari titik tertentu untuk para pengendara motor, supaya bisa bersama-sama berangkat. Di tempat-tempat itu juga disiapkan tempat istirahat.

Depnakertrans juga rencananya akan membuka posko Mudik Bersama dan Pelayanan Kesehatan. Pelaksanaannya oleh PT Jamsostek dan tim yang akan dibentuk Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial.

Menakertrans Erman Suparno mengatakan, Posko Mudik Bersama dan Pelayanan Kesehatan juga akan bekerjasama dengan perusahaan, kepolisian dan Departemen Perhubungan. Tujuan pendirian Posko itu untuk membantu pekerja yang ingin mudik ke kampung halamannya. PT Jamsostek, akan bertugas penuh dan kegiatan itu akan menjadi bagian dari corporate social responsibility (CSR). Posko itu beroperasi 24 jam dan buka mulai H-10.

Tradisi Mudik

MUDIK adalah rutinitas tahunan yang selalu semarak di Indonesia menjelang perayaan Idul Fitri. Jutaan manusia dari kota akan balik kampung ke halaman untuk bercengkrama dengan sanak saudara merayakan lebaran.

Menjelang lebaran, penomena sosial itu akan semakin menggeliat. Jutaan orang akan rela berdesak-desakan untuk antri tiket dan rela berdiri berjam-jam di kendaraan umum, tersiksa di perjalanan karena macet, dan rela menghabiskan tabungan hasil keringatnya.

Tahun ini, total pemudik lebaran diperkirakan meningkat 6-5 persen dibandingkan tahun lalu. Jumlah pemudik diperkirakan mencapai 14,843 juta jiwa, sementara tahun lalu mencapai 14 juta jiwa.1,7 juta adalah penumpang angkutan udara, 534 ribu angkutan laut, 2,6 juta angkutan kereta api, sedang angkutan darat jalan 7,2 juta dan penyebrangan 2,7 juta. Sementara pemudik yang menggunakan kendaraan bermotor juga meningkat, dari 1,8 juta menjadi 2,4 juta sepeda motor.

Di Indonesia, mudik menjelang lebaran sudah mentradisi. Di Arab Saudi, sebenarnya tidak ada aktivitas mudik.

Penomena sosial itu terus menggeliat karena kuatnya keinginan individu melampiaskan kegembiraan merayakan hari kemenangan setelah sebulan berpuasa bersama sanak keluarga. Mudik bersama keluarga seakan mampu membenamkan segala penat setelah lelah berbulan-bulan bekerja di kota.

Sejumlah sosiolog menilai mudik adalah sebuah proses untuk menelusuri dan mengikatkan diri kepada akar sosial individu. Fenomena mudik mengimplikasikan suatu heteronomi kultural. Para pemudik berada pada sisi tarik-menarik antara situasi dan nilai-nilai baru dengan yang lama. Di satu sisi tak bisa pemudik memungkiri bahwa mereka hidup, bekerja, berdomisili, dan berumah di kota. Namun, di sisi lain, mereka sangat terikat dengan tempat asal-usulnya.

Walau bagaimana pun, sebagian besar manusia terikat oleh masa silamnya. Mengunjungi kampung halaman seolah menjawab kebutuhan akan romantisme tempo dulu.

Dalam konteks psikologis, bagi para perantau saat mudik adalah momentum untuk menunjukkan eksistensi keberhasilannya di perantauan, sekaligus ajang berbagi informasi, bercerita kepada sanak saudara.

Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) menilai, tradisi mudik seakan membuktikan ikrar manusia bahwa ia berasal dari suatu akar kehidupan: komunitas etnik, keluarga, sanak famili, bapak-ibu, alam semesta, berpangkal (atau berujung) di Allah melalui runtutan akar historisnya. Kesadaran semacam itu tampak dari mereka (para pemudik) yang berusaha sedapat mungkin berada di tengah-tengah keluarga dan sanak kerabat tatkala Idulfitri tiba untuk bersilaturahmi dan saling memaafkan, serta menunaikan kewajiban membayar zakat di kampung halamannya.

Mudik juga memuat pesan religis. Ada kepuasan batin saat Idulfitri, kita dapat berpelukan, bermaaf-maafan, menangis memohon ampun kepada orang tua dan sanak saudara. Rasanya, tak afdol berpuasa sebulan penuh jika tak mencium kaki kedua orang tua, dan bersalaman memohon maaf kepada sanak saudara.

Latar belakang itu yang kemudian menyebabkan daya magnet mudik tak hanya menyedot mereka yang memiliki uang semata atau sukses di perantauan. Mudik juga menyedot minat para urban yang mengadu nasib di kota meski berpenghasilan rendah.

M. Yamin Panca Setia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s