Presiden Umumkan Mendagri Definitif Pekan Depan


PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono memastikan jika pekan depan dirinya akan mengumumkan Menteri Dalam Negeri Definitif yang akan menggantikan Muhammad Maruf yang masih mengalami penyakit stroke hingga saat ini.

“Sebagaimana saya sampaikan secara tidak formal, setelah selesai reses dan masa kerja DPR, maka Mendagri definitif akan segear ditetapkan. Insya Allah, Minggu depan sudah saya tetapkan siapa yang akan menjadi mendagri sehingga segera bisa menjalankan tugasnya,” ujar Presiden usai rapat konsultasi bersama bersama DPR membahas rencana revisi UU No.32/2004 tentang Pemerintahan Daerah di Istana Negara, Jakarta, kemarin (22/8). Kepada Mendagri yang baru diangkat tersebut, Presiden mengatakan pekerjaan pertama yang harus dilaksanakan adalah melakukan revisi terhadap UU Pemerintah Daerah bersama DPR.

Dalam pembahasan revisi UU tersebut, Presiden telah menunjuk Mendagri, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Sekretaris Negara, dan menteri lain untuk bersama DPR melakukan pembahasan.

Terkait dengan kriteria Mendagri, Presiden mengatakan dirinya sudah lama menghentikan adanya dikotomi sipil dan militer. “Siapapun yang memenuhi syarat, dan memiliki peluang untuk menjkalankan demokrasi yang sedang dibangun, berarti harus diberlakukan sama. Saya sama sekali tidak melihat asal usul, terutama terkait dengan profesi militer atau non militer, tetapi saya melihat kapabilitas, integritas dan kesiapan tokoh yang bersangkutan untuk mengembanmgkan tugas jabatan terntu termasuk jabatan mendagri,” jelas Presiden.

Sejumlah nama yang santer disebut-sebut bakal menduduki jabatan Mendagri antara lain Sekjen Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) M Yasin, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto, dan pakar otonomi daerah Ryaas Rasyid.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi yang dikonfirmasi seputar isu bahwa Presiden telah memanggil salah satu calon Mendagri, membantah hal tersebut.
“Tidak ada itu, jangan-lah percaya pada isu-isu seperti itu. Kita tunggu saja keputusan Presiden,” katanya. Jabatan Mendagri dinilai sangat strategis.
Tugas dan tanggungjawabnya besar dalam pelaksanaan otonomi daerah.

Saat ini, Mendagri bersama DPR harus fokus pada pembahasan UU N0 32/2004, dan UU Paket Politik, yaitu UU Partai Politik, UU Pemilihan Presiden, UU Pemilihan Legislatif di DPR dan DPRD. UU Politik itu harus selesai Desember 2007.

Ma’ruf tak lagi bisa dipertahankan dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) karena Tim Dokter Kepresidenan mengabarkan, Ma’ruf masih mengidap stroke. Penyakit itu sudah dideranya sejak awal tahun 2007. Sejak itu, pensiunan perwira tinggi militer dengan pangkat Letnan Jenderal TNI itu absen dalam melaksanakan tugasnya sebagai Mendagri.

Ma`ruf sempat menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Singapura. Dia juga masih menjalani proses penyembuhan di Bandung. Presiden sudah menerima laporan dari Tim Dokter Kepresidenan dan sudah melakukan evaluasi namun belum diketahui pasti siapa penggantinya.

M. Yamin Panca Setia

Photo: Menteri Dalam Negeri Mohammad Ma’ruf, di kantornya, Jakarta, 2 Maret 2007. [Tempo/ Ramdani]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s