Jaksa Kaji Bantahan Tommy

JAKSA Agung Hendarman Supandji akan melakukan cross check dengan saksi-saksi lain untuk membuktikan kebenaran klaim Hutomo Mandala Putra alias Tommy Suharto yang membantah telah melakukan korupsi Kredit Likuiditas Bank Indonesia (KLBI) di Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh (BPPC).

“Laporan Tommy masih dikoordinasi dengan saksi-saksi yang lain. Laporan lampiran bank, ya itu belum (diperiksa) dan harus di cross check,” ujarnya sebelum mengikuti acara upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan HUT RI ke-62, di Istana Merdeka, kemarin. Sehari sebelumnya Tommy diperiksa kejaksaan sebagai tersangka dalam kasus penyalahgunaan KLBI di tubuh BPPC selama 7 jam lebih. Tommy Soeharto oleh pihak Kejaksaan diduga melakukan penyimpangan dan penyelewengan dana BPPC yang mengakibatkan kerugian negara Rp175 miliar.

Pemeriksaan itu seharusnya dilakukan 7 Agustus 2007 lalu. Namun, terpaksa ditunda karena Tommy beralasan sakit. Tommy menjalani pemeriksaan selama 7 jam di Kejaksaan Agung dalam kasus BPPC.

Selama pemeriksaan, Tommy disodorkan 39 pertanyaan terkait dengan Kredit Likuiditas Bank Indonesia (KLBI). “Nggak ada (penyalahgunaan). Semua aturannya sudah jelas. Semua hanya untuk tata niaga cengkeh,” ujarnya.

Tommy mengatakan, masalah KLBI sudah diatur dan semuanya hanya untuk tata niaga cengkeh. “Seluruh dana yang dikucurkan oleh KLBI termasuk denda dan bunga sebesar Rp759 miliar sudah dilunasi pada Juli 1995,” katanya.

Bantahan Tommy tersebut dilampiri surat dari BI kepada Bank Bumi Daya (BBD) sebagai penyalur KLBI untuk BPPC sebesar 759 miliar.

Surat tersebut telah ditunjukkan Tommy kepada wartawan sesaat sebelum diperiksa. Menurutnya, surat yang terdiri dari 2 halaman itu untuk membuktikan dirinya telah melunasi KLBI.

Tommy menilai, penetapan dirinya sebagai tersangka dalam kasus tersebut sebagai pembunuhan karakter. Dia mengatakan, apa yang disampaikan kejaksaan tidak sesuai di lapangan.

Tommy mempersilakan Kejagung memeriksa semua pengurus BPPC jika tidak yakin dengan kesaksian yang diberikannya. Dia juga menyarankan agar kejaksaan memeriksa Bank Bumi Daya dan BI.

Menurut Hendarman, bantahan Tommy jika dirinya tidak terlibat dalam kredit macet di BPPC masih dievaluasi kejaksaan.

“Secepatnya (evaluasi selesai) karena harus ada alat-alat bukti yang ditunjukan ke penyidik. Dia (Tommy) kan menyampaikan alat-alat bukti, kemudian alat bukti itu harus di-counter, kalau benar ya clear, kalau tidak benar yang tentunya harus ditindak.”

Saat ditanya apakah bantahan Tommy tersebut merupakan bentuk kebohongan publik, Hendarman mengatakan semuanya bermuara ke pengadilan untuk membuktikan ada atau tidak kebohongan publik yang dilakukan Tommy.

Kejaksaan Agung sendiri akan melakukan gelar perkara kasus perdata yang melibatkan Tommy Soeharto dalam kaitan dugaan penyalahgunaan dana Kredit Likuiditas Bank Indonesia (KLBI) pada Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh (BPPC).

“Yang sekarang kan, masalah BPPC itu, menyangkut pidana. Yang perdata baru akan digelar perkaranya pada 21 Agustus.”

Menyangkut klaim Tommy yang mengaku telah menyetorkan seluruh dana yang dikucurkan oleh KLBI termasuk denda dan bunga sebesar Rp759 miliar pada Juli 1995, Hendarman mengatakan, hal itu adalah hak tersangka.

“Klaim itu, bisa saja dilakukan karena hal itu hak tersangka. Tetapi semua itu, muaranya ada di pengadilan,” katanya.

M. Yamin Panca Setia

Photo: Jaksa Agung Hendarman Supandji [TEMPO/Arie Basuki]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s