Lunturnya Nasionalisme Harus Menjadi Tantangan

KETUA MPR Hidayat Nurwahid menilai aksi separatis di sejumlah daerah dan aksi penurunan bendera merah putih menjelang peringatan hari Proklamasi Kemerdekaan RI merupakan bukti jika nasionalisme kebangsaan Indonesia kian luntur.

Karena itu, Hidayat menyerukan agar persoalan tersebut menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh seluruh elemen bangsa untuk meningkatkan nasionalisme. “Itu (aksi penurunan bendara) suatu tantangan untuk kemudian diisi secara lebih baik lagi dan saya tidak ragu bahwa kita akan bisa mengatasi problem tersebut,” ujar Hidayat.

Dia menyerukan agar semua pimpinan di daerah untuk terus meningkatkan komunikasi dengan masyarakat sehingga menghasilkan nasionalisme yang kuat sehingga diharapkan tidak ada lagi aksi penurunan bendera menjelang peringatan proklamasi kemerdekaan RI.

Mantan KSAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu usai usai diskusi bertema “Menatar Nasionalisme” di sebuah hotel di Jakarta mengatakan, Menteng (18/8) menyatakan, penurun bendera harus ditindak tegas. Pelakunya harus ditangkap. Ryamizard menilai aksi penurunan bendera di Aceh harus ditindak sama seperti pada pelaku penari Cakalele. Dia juga meminta Presiden untuk menegur Gubernur NAD Irwandi Yusuf agar aksi penurunan bendera merah putih tidak terjadi lagi di daerahnya. Menurut dia, aksi tersebut juga merupakan tanggung jawab gubernur.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Pidato Kenegaraan serta Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN 2008 Beserta Nota Keuangannya di Depan Rapat Paripurna DPR-RI menegaskan, bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah final, dan tidak dapat digantikan dengan bentuk negara yang lain. Presiden juga menyerukan agar slogan Bhinneka Tunggal Ika harus terus diaktualisasikan sebagai keniscayaan kehidupan bangsa yang beragam suku, agama, bahasa, dan budaya. Kita harus tetap bersatu, bertekad bulat, dan mengukuhkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Dalam kehidupan bernegara, Presiden mengatakan, Indonesia harus mengacu pada kerangka dasar yang menjadi nilai dan konsensus dasar serta menopang tegaknya Republik Indonesia, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurut Presiden, sepanjang perjalanan sejarah bangsa kita, selalu ada saja ujian terhadap pilar-pilar utama kehidupan bernegara.

“Dalam era globalisasi dan era transformasi nasional dewasa ini, kembali kita menghadapi tantangan terhadap empat pilar utama itu. Terhadap rongrongan itu, pertama-tama kita harus menegaskan bahwa Pancasila sebagai dasar negara, sebagai falsafah dan pandangan hidup bangsa, sudah final.”

Menurut Presiden, Pancasila adalah ideologi nasional bangsa Indonesia, dan dasar Negara Republik Indonesia. Pancasila adalah falsafah bangsa; welthanchaung, pandangan hidup bangsa (way of life), serta perekat dan pemersatu bangsa kita. Kita masih ingat, pada tahun 1998 di awal reformasi, awal perubahan besar negeri kita, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) ketika itu, telah mengeluarkan TAP MPR RI Nomor XVIII/MPR/1998 yang mencabut TAP MPR Nomor II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) yang sekaligus, secara eksplisit, menetapkan Pancasila sebagai Dasar Negara. Pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak kepada seluruh komponen bangsa, marilah kita hidupkan, kita amalkan, dan kita pegang teguh Pancasila sebagai dasar negara kita.

Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang memuat cita-cita, tujuan nasional, dan dasar negara, juga harus kita pertahankan.

“Memang, kita tidak ingin Pancasila dan UUD 1945 kita sakralkan, karena memang keduanya tidak perlu disakralkan. Namun, pemikiran untuk mengganti Pancasila dengan ideologi dan dasar negara lain, ataupun untuk mengubah Pembukaan UUD 1945 yang merupakan ruh dan jiwa dari konstitusi kita, tentulah tidak akan kita berikan tempat dalam kehidupan bernegara kita.”

M. Yamin Panca Setia

Photo: Tempo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s