Rumah Baru Untuk Pengawal Konstitusi


GEDUNG baru Mahkamah Konstitusi (MK) kemarin diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Gedung yang persis bersebelahan dengan gedung MK lama dan Kantor Radio Republik Indonesia (RRI) Jalan Medan Merdeka Barat itu begitu megah. Gaya aristekturnya bercorak klasik, anggun di pandang.

Gedung baru yang dibangun sejak Juli 2005 itu berlantai 15 diresmikan Kepala Negara bertepatan Hari Ulang Tahun (HUT) MK ke-4.

Di depan halaman gedung sebelum menapaki anak tangga, disediakan halaman bagi pengungjung yang ingin menyampaikan aspirasi dalam persidangan konstitusi. Menurut Jimly, di dekat anak tangga itu, pengunjung dapat menggelar demonstrasi memperjuangkan hak konstitusinya.

Saat memasuki gedung itu, serasa berada dalam istana megang. Kedua mata akan melihat kubah besar di atas yang telah dihiasi warna hijau dan kuning keemasan. Dinding gedung itu juga dilapisi batu kramik yang indah.

Bahkan, MK menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas pembangunan gedung yang ramah lingkungan. Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta mensyaratkan setiap gedung yang berada di jalan protokol untuk tidak menggunakan pagar, memiliki lahan hijau dan sumur resapan.

Ruang sidang para hakim konstitusi pun begitu apik ditata. Di situlah para hakim MK menggelar sidang judicial review yang diperjuangkan warga untuk mendapatkan pengakuan hak konstitusinya.

Semua serba baru. Lantai ruangan dilapisi karpet empuk berwarna merah. Kursi hakim dan pengunjung sidang tampak mengkilat cat pernisnya.

Gedung MK terdiri atas dua bagian. Bangunan pertama merupakan bangunan utama terdiri atas empat lantai dan beratapkan kubah (dome). Di dalam bangunan utama tersebut terdapat ruang sidang pleno, ruang sidang panel serta media center dan ruang-ruang pendukung persidangan MK. Di belakang bangunan utama tersebut terdapat bangunan pusat perkantoran bagi para Hakim Konstitusi dan pegawai Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan MKRI yang terdiri atas 16 lantai.

Gedung MK juga dilengkapi dengan perangkat teknologi komunikasi dan informasi modern untuk mendukung aktivitas persidangan. MK juga telah mengembangkan sistem Sistem Administrasi Yustisial dan Sistem Administrasi Umum dengan berbasiskan teknologi infomasi (sistem online).

Ketua MK Jimly Asshiddiqie mengharap, acara ulang tahun sekaligus peresmian gedung MK tersebut akan memiliki nilai sejarah dalam jangka panjang.

Jimly juga menambahkan gedung MK tersebut diharapkan dapat menjadi simbol kesetiaan bangsa Indonesia kepada UUD 1945 yang telah menjadi kesepakatan bersama seluruh warga negara Indonesia. “Acara ini telah menggenapkan dan memantapkan proses pelembagaan MK serta menjadi persembahan yang utuh bagi Ibu Pertiwi menjelang HUT Kemerdekaan RI yang ke-62,” ujar Jimly.

MK dapat lebih maksimal melaksanakan fungsi sebagai penafsir final atas norma konstitusi (the final interpreter of the constitution), pelindung hak asasi manusia (the protector of human rights and the citizen’s constitutional rights), pengontrol dan pengimbang demokrasi, dan pengawal konsitusi (the guardian of the constitution).

Sebelumnya, MK telah beberapa kali pindah tempat yang digunakan sebagai kantor dan ruang persidangan, antara lain di gedung milik Departemen Komunikasi dan Informatika di Jalan Medan Merdeka No. 7 (gedung lama), Plaza Centris Kuningan, dan di Hotel Santika. Bahkan pada awal terbentuknya, alamat kantor MK menggunakan nomor handphone Ketua MK. Namun, saat ini MK telah memiliki gedung sendiri yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Barat No. 6.

Acara peresmian gedung MK itu dihadiri banyak pejabat negara. Nampak hadir Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla, Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Ketua DPR Agung Laksono, Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita, Ketua MA Bagir Manan, Ketua BPK Anwar Nasution, beberapa Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, anggota DPR RI serta Gubernur DKI Jakarta dan para pejabat lainnya. Hadir pula Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Ali Alatas, dan anggota Wantimpres yang juga pengacara senior Adnan Buyung Nasution.

Dalam sambutannya, Presien mengharapkan agar seluruh jajaran Mahkamah Konsitusi (MK) mampu menjalankan tugas secara profesional, menjunjung etika profesi dan memiliki wawasan dan pengetahuan yang tinggi. MK juga diminta memiliki integritas dan kepribadian tidak tercela, adil, negarawan yang menguasai konstitusi, ketatanegaraan, serta tidak merangkap sebagai pejabat negara.

Menurut Presiden, rakyat memandang hakim konstitusi adalah manusia-manusia terbijak yang terpilih, penegak panji kebenaran dan keadilan yang bertanggung jawab. Bukan hanya kepada konstitusi dan UU, tetapi juga kepada sejarah serta kepada Allah SWT.

Tugas konstitusional MK tidak ringan. Wewenang dan kewajiban konstitusional MK terkait erat dengan upaya pembangunan sistem hukum nasional, perlindungan HAM dan hak konstitusional warga negara, serta penataan demokrasi dan kelembagaan negara.

Kewenangan MK antara lain, mengadili pada tingkat pertama dan terakhir, yang khusus dan bersifat final untuk menguji UU terhadap UUD, serta memutus sengketa kewenangan lembaga negara.

“Karena keputusan MK bersifat final, tentulah menjadi harapan seluruh rakyat Indonesia agar putusan cepat, cermat, dapat dipertanggungjawabkan, serta menjunjung tinggi etika profesi, dan profesionalisme, ” ujar Presiden saat memberikan sambutan pada perayaan HUT MK ke-4 dan peresmian Gedung MK, di Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (13/8).

Sebagai salah satu lembaga baru dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, Presiden mengharap MK dapat menggunakan kekuasaan untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan.

Presiden mencatat ada sejumlah keputusan MK yang awalnya menimbulkan kontroversi dan perdebatan. Keputusan tersebut dianggap Presiden sebagai hal yang wajar. “Karena belum adanya pemahaman yang utuh serta adanya perbedaan cara pandang terhadap materi keputusan. Dengan integritas yang selalu terjaga, keputusan MK akhirnya dapat diterima, dihormati, dan dilaksanakan oleh semua pihak”.

Presiden menilai MK telah memberikan andil besar dalam proses penataan kembali kehidupan bernegara. Peran tersebut harus terus dijalankan dengan penuh kebijaksanaan dan rasa tanggung jawab. Menurut Presiden, selain menegakkan norma-norma konstitusional berdasarkan UUD 1945, MK juga memberikan pelayanan kepada setiap warga negara untuk memperoleh akses yang sama terhadap keadilan dan perlindungan hukum.

Dalam kesempatan itu, Kepala Negara menyerukan agar seluruh komponen bangsa melaksanakan UUD 45 sebagai hukum tertinggi. “Saya mengajak kepada segenap jajaran penyelenggara negara untuk bersama-sama membangun dan menjalankan kehidupan bernegara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Demokrasi yang kita anut dan tuju adalah demokrasi yang memberikan ruang kebebasan bagi rakyat yang disertai dengan kepatuhan pada pranata hukum,” ujar Presiden.

Jika kehidupan demokrasi yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 dapat dimekarkan, maka negeri ini akan lebih adil, tenteram serta dapat berkesinambungan membangun bangsa.

Presiden mengatakan, semua menyadari bahwa dewasa ini tengah dilakukan berbagai penataan dalam kehidupan ketatanegaraan, tatapemerintahan yang bertumpu pada nilai-nilai demokrasi dan supremasi hukum. Pekerjaan besar tersebut dilakukan dalam proses reformasi nasional pascakrisis, sekaligus sebagai pelaksanaan UUD 1945 yang beberapa kali mengalami perubahan.

Presiden memandang wajar jika masih dijumpai berbagai kekurangan, baik menyangkut kelembagaan, tata aturan, maupun kebijakan. “Justru inilah yang harus kita kelola secara bersama dengan pikiran jernih dan hati yang bersih agar tataran kehidupan bernegara kita makin mapan sesuai cita-cita nasional dan amanah konstitusi,” seru Presiden.

Jimly mengatakan, secara keseluruhan, selama 4 tahun ini, MK telah menangani 173 perkara dan hingga awal Agustus 2007, telah diputuskan 160 perkara.

Menurut dia, tugas MK adalah menjadi penengah yang imparsial dalam mekanisme hubungan antar cabang-cabang kekuasaan eksekutif, legislatif dan yudikatif. MK juga berada dalam dinamika hubungan antara negara dan warga negara yang hak-hak asasinya juga dijamin oleh UUD 1945.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s