Dari Indonesia untuk Palestina

PALESTINIAN-ISRAELI-CONFLICT-UNREST

TANGIS penghuni di Jalur Gaza, Palestina, tak pernah usai. Tetesan darah tak pula berhenti mengalir di sana. Kisah tragis anak manusia di Gaza menjadi informasi yang tak pernah usai disuguhkan media massa.

Gaza bak neraka karena amarah murka. Sudah begitu banyak korban tewas karena ulah serdadu Israel. Sudah banyak pula penghuninya yang pergi meninggalkan kampung halaman karena konflik bersaudara di sana.

Di Jalur Gaza yang kini berada dalam kontrol Gerakan Hamas, tak hentinya beradu senjata dengan saudaranya dari faksi Fatah pimpinan Presiden Mahmoud Abbas.

Konflik bersaudara itu meledak sejak terbentuknya Pemerintahan Kesatuan Palestina, lewat kesepakatan di Mekkah pada 17 Februari 2007—yang kemudian bermuara pada konflik terbuka yang mengerikan.

Kelaparan pun menganga karena konflik itu telah menutup akses ke Gaza, baik melalui Tepi Barat Sungai Jordan maupun dari perbatasan Mesir, Sinai.

Kemelut yang terjadi di Jalur Gaza menuai respon dari internasional. Pemerintah setempat pun gencar melakukan diplomasi agar dapat membangun solidaritas internasional untuk bersama membantu rakyat Palestina.

Indonesia adalah salah satu negara yang amat diharapkan dapat lebih berperan mewujudkan perdamaian di Jalur Gaza. Politik luar negeri Indonesia yang menghormati kemerdekaan dan kedaulatan sebuah negara, tentu diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perdamaian di Palestina.

Indonesia telah berupaya maksimal melakukan diplomasi untuk mencari solusi bagi perdamaian di Palestina. Indonesia juga sering mengirim bantuan kemanusiaan ke rakyat Palestina.

Jum’at pekan lalu, Indonesia merespon harapan dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang disampaikan oleh Utusan Khusus Presiden Palestina Nabeel Shaath saat menghadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden. Nabeel menyampaikan pesan itu kepada Presiden kemarin harinya.

Dalam pertemuan itu, Nabeel mengharap Indonesia memberikan bantuan kemanusian guna membantu rakyat Palestina yang berada di Jalur Gaza.

Esok harinya, Jum’at sekitar pukul 15.00 WIB, rapat terbatas pun digelar di Kantor Presiden. Dalam rapat yang dipimpin Presiden Yudhoyono dan dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Widodo A.S, Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari, dan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Ali Alatas itu, diputuskan bila Indonesia akan segera mengirim bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.

“Presiden telah meminta tim interdep di bawah pimpinan Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Aburizal Bakrie untuk merancang jenis bantuan dalam bentuk barang, makanan, dan obat-obatan. Pendistribusian dilakukan secara people to people atau melalui Palang Merah Indonesia (PMI,” kata Hassan Wirajuda.

Dukungan Indonesia tak hanya itu. Indonesia juga mendukung kemerdekaan Palestina. Namun, Presiden Yuhdoyono berpesan agar rakyat Palestina bersatu sebagai syarat mutlak menggapai kemerdekaan.

Perjuangan bagi pencapaian kemerdekaan Palestina juga akan terus diperjuangkan Indonesia lewat diplomasi politik lewat forum internasional.

Dalam konferensi internasional menyangkut masalah Palestina, Indonesia akan mencermati betul-betul kerangka konferensi internasional. RI juga bersifat terbuka atas segala ajakan bangsa lain demi perdamaian di Palestina.

Tidak juga menutup kemungkinan jika pembicaraan masalah Palestina berlanjut lewat pertemuan antara Presiden Yudhoyono dengan Presiden Mahmoud Abbas. “Pertemuan itu rencananya akan dilakukan di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB pada akhir bulan September nanti,” kata Hassan.

Selain itu, Presiden Yudhoyono juga akan membicarakan masalah Palestina dengan Presiden Rusia Vladimir Putin yang akan berkunjung ke Indonesia dalam waktu dekat ini.

Sebenarnya, kata Hassan, sudah ada beberapa rencana yang telah disiapkan Indonesia yaitu Konferensi Asia Afrika untuk membantu pembangunan kapasitas Palestina. ”Tentu kita persiapkan, namun dibutuhkan hal-hal apa yang diperlukan Palestina sehingga dapat dibantu bangsa di Asia dan Afrika,” jelas Hassan

Dalam memecahkan masalah politik di Palestina memang telah ada quartet yang terdiri dari empat pihak yang mengelola roadmap peace di Palestina, yakni Amerika Serikat, Uni Eropa, Rusia dan Sekjen PBB.

Sejauh ini, Hasan Wirajudha menilai, proses interaksi berlangsung intensif. Quartet telah menunjuk mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair sebagai utusan khusus. Beberapa hari lalu, Menteri Luar Negeri AS, Condoleeza Rice juga berkunjung ke Palestina dan bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Atas respon yang dilakukan Indonesia, Nabeel memberikan apresiasi. Nabeel datang langsung dari Moskow, Rusia, ke Indonesia atas instruksi Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Dia didampingi Duta Besar Palestina untuk RI Fariz Mehdawi dan Wakil Duta Besar Nasser A. Abdul Wahab.

Dalam pertemuan tadi, Presiden Yudhoyono menyatakan dukungan penuh Indonesia untuk persatuan rakyat Palestina dan kesuksesan pemerintahan Palestina. Presiden juga mengekspresikan perhatiannya untuk situasi kelabu di Palestina terutama di Gaza.

Nabeel juga menyampaikan terimakasih atas partisipasi Pemerintah RI pada berbagai konferensi internasional dalam mencari solusi masalah Palestina.

Kirim Polisi ke Darfur

Selain merespon kemelut yang terjadi di Jalur Gaza, Hassan juga mengatakan Indonesia akan mengirim sekitar 120-150 personil polisi sipil ke Darfur, Sudan.

Keberadaannya nanti diharapkan dapat membantu mewujudkan perdamaian di daerah konflik tersebut. “Polisi sipil disertakan tugasnya untuk melengkapi pasukan perdamaian yang terdiri dari unsur tentara, lebih pada garis belakang, sementara tugas keamanan dipegang komponen militer,” katanya.

Kemelut yang terjadi di Darfur tak kalah sengit dibandingkan Gaza. Kekerasan antar suku Arab yang memperebutkan tanah dan sumber daya alam yang amat langka di kawasan tersebut, telah menewaskan sedikitnya 100 orang.

Pengiriman polisi sipil itu adalah tindaklanjut dari disahkannya resolusi Dewan Keamanan PBB, yakni akan mengirim 26.000 tentara dan polisi ke Darfur sebagai upaya melindungi warga sipil dan mengakhiri kekerasan di wilayah barat Sudan yang luas dan kering itu.

Operasi gabungan PBB-Uni Afrika itu diperkirakan akan menelan biaya lebih dari US2 miliar pada tahun pertama, dengan tujuan menghentikan kekerasan di Darfur, tempat lebih dari 2,1 juta orang terusir ke kamp dan diperkirakan 200 ribu orang tewas selama empat tahun terakhir.

“Resolusinya baru disahkan beberapa waktu lalu, memang sudah ada pendekatan dari pihak PBB, khususnya Departemen Keamanan yang bertanggungjawab atas pasukan perdamaian, agar jika mungkin Indonesia memberikan kontribusi,” jelas Hassan.

Indonesia akan mempelajari operasi yang akan digelar di Darfur. Selama ini, katanya, ada operasi pemeliharaan perdamaian di Darfur yang dilakukan pasukan dari Arfrican Union. Tetapi, yang diputuskan dalam resolusi PBB adalah gabungan pasukan perdamaian PBB dengan polisi sipil untuk memperkuat pasukan perdamaian di bawah Uni Afrika.

“Kemungkinan kita akan menyumbang polisi sipil. Dari pembicaraan dengan Kapolri Sutanto, Indonesia akan mengirim 120-150 personil. Rencana pengiriman harus berkoordinasi dengan pasukan perdamaian di PBB.”

Hassan menjelaskan, konflik di Darfur, wilayah barat Sudan lebih pada konflik internal. Konflik tersebut sudah berlangsung empat tahun.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Ban Ki-moon telah menyerukan agar negara-negara anggota PBB mengirimkan tentara yang cakap secara cepat. Berdasarkan Bab 7 Piagam PBB, keberadaan pasukan itu nantinya untuk menjamin pergerakan pekerja kemanusiaan dan melindungi warga sipil yang mendapat serangan.

Namun, resolusi itu, yang diperlunak beberapa kali, tidak lagi membolehkan pasukan menyita dan mengatur senjata tidak sah. Saat ini, pasukan perdamaian hanya dapat mengawasi senjata. Inggris dan Prancis adalah sponsor utama resolusi itu.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s