Siapa Pengganti Ma’ruf ?


PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono telah menerima laporan kondisi kesehatan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Ma’ruf dari tim dokter kepresidenan.

Dokter mengabarkan Ma’ruf tak lagi bisa dipertahankan lantaran stroke yang masih menderanya.

Atas laporan itu, Presiden dipastikan Ma’ruf akan diganti. Presiden juga dikabarkan sudah melakukan evaluasi. Namun, belum diketahui kapan dan siapa penggantinya.

Sejumlah pihak mengharap, Presiden segera mengangkat Mendagri definitif menggantikan Ma’ruf.

”Penggantian itu harus cepat. Kalau pak Ma’ruf betul-betul sesuai keterangan dokter. Itu harus secepatnya. Tidak perlu bicara tenggat waktu,” kata Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Muladi.

Dia mengingatkan, jika Mendagri definitif tidak segera ditetapkan, maka justru akan menjadi ancaman buat Presiden karena tugas Mendagri sangat mendesak.

“Itu akan mengancam Presiden. Mendagri itu luar biasa kerjanya dan Mendagri sangat penting dan bahaya sekali tanpa ada Mendagri definitf dalam pembahasan paket UU Politik. Apalagi paket UU ini sangat penting bagi Pemilu.”

Muladi juga menyarankan agar Presiden memilih orang yang berpengalaman dalam bidang pemerintahan dalam negeri. Dia tidak mempersoalkan apakah sosok Mendagri pengganti Ma’ruf tersebut berasal dari militer atau sipil.

“Tidak perlu ada dikotomi militer-sipil. Yang penting orangnya betul betul profesional di bidang itu.”

Sejumlah anggota Komisi II DPR sebelumnya juga menyarankan agar Presiden segera menetapkan Mendagri definitif sehingga seluruh tugas yang terkait dengan realisasi program kerja Departemen Dalam Negeri dapat diselesaikan secara maksimal.

Tuntutan itu diutarakan sejumlah anggota Komisi II DPR karena pembahasan program kerja Departemen Dalam Negeri yang sekarang dipegang Menteri Dalam Negeri Ad Interim Widodo AS, tidak optimal.

“Banyak sekali tugas Mendagri, seperti agenda soal realisasi otonomi daerah, penetapan peraturan pemerintah, lanjutan UU 32 tahun 2004, soal pemerintahan desa, revisi UU No 32,” kata Wakil Ketua Komisi II DPR Sayuti Asyhatri dari Fraksi PAN.

Menurut dia, pembahasan itu membutuhkan waktu yang lama, sehingga perlu ada menteri yang fokus. “Jadi perlu menteri definitif, bisa Menko Polkam, atau Menko Kesra atau siapa saja yang bisa melaksanakan tugasnya.”

Pada kenyataannya, setelah Widodo AS ditunjuk Presiden sebagai Menteri Dalam Negeri Ad interim, pembahasan agenda kerja antara Depdagri dengan Komisi II DPR menjadi terganggu.

Rapat Kerja Komisi II DPR RI dengan Depdagri yang dijadwalkan akan membahas otonomi daerah dan pemekaran daerah beberapa kali tertunda karena Mendagri Ad Interim tidak hadir.

Komisi II DPR terpaksa menunda rapat tersebut karena dalam tata tertib DPR, rapat kerja harus dihadiri oleh menteri, kecuali hanya rapat dengar pendapat (RDP) yang dapat diwakilkan.

Ketua Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat EE Mangindaan juga mengusulkan harus ada penetapan Mendagri definitif karena Widodo AS sebagai Menko Polhukam dan Mendagri Ad Interim juga harus melaksanakan tugasnya dan selaku mendagri ad interim dituntut tugas yang lainnya.

Namun, hingga saat ini pengganti Ma’ruf hanya Presiden yang tahu. “Yang tahu hanya Presiden,” ujar Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa.

Dia meminta agar masyarakat menunggu kabar dari Presiden. Namun, dia memastikan Presiden akan mengganti Ma’ruf.

“Pasti akan ada (pengganti Ma’ruf). Cuma kapan diumumkan, Presiden yang tahu. Kita tunggu saja. Nanti kalau saya ngomong berarti bohong, spekulasi sekali,” katanya.

Terkait dengan mencuat sejumlah nama yang kemungkinan akan menggantikan Ma’ruf seperti Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto, Hatta enggan berkomentar.

Sementara Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Meneg PAN) Taufiq Effendi mengatakan, jika ada Gubenur yang menjadi Mendagri, maka status tugasnya bisa saja langsung dialihkan ke Wakil Gubernur. “Tidak ada masalah, itu hak prerogatif Presiden dan nanti bisa diselesaikan. Bisa jadi Wagub yang menggantikannya,” ujarnya.

Apakah nanti akan ada menekanisme fit and profer test? Taufiq mengatakan Presiden tentu akan melakukan dengan caranya sendiri. “Semuanya bagus bagus. Saya kira, begitu masuk nominasi, mereka adalah orang-orang terpilih.”

Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (1/8), mengatakan, evaluasi terhadap Mendagri Ma’ruf sudah dilakukan. Namun, Sudi mengaku tidak mengetahui kapan proses pergantiaan akan dilaksanakan.

”Kita belum bisa, karena kita juga belum tahu,” katanya.

Saat ditanya apakah Presiden sudah mengantongi sejumlah nama penggantinya, Sudi juga mengaku jika sampai sekarang dirinya belum mengetahui.

Menurut Sudi, kondisi kesehatan Ma’ruf tersebut sudah dilaporkan oleh tim dokter kepresidenan. Apa akan ada fit and proper test dalam waktu dekat ini, Sudi mengatakan, belum ada pembicaraan untuk menentukan hal itu. ”Hingga sekarang belum ada untuk itu.”

Seperti diketahui, sejak awal tahun 2007, Ma’ruf terserang stroke yang menyebabkan dirinya tak mampu melaksanakan tugas kementerian. Ma`ruf sempat menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Singapura. Namun purnawirawan TNI berpangkat letnan jenderal itu hingga kini masih dalam proses penyembuhan di Bandung.

Sebelumnya , Wapres Jusuf Kalla mengatakan dirinya telah berulang kali berkomunikasi dengan Presiden SBY dan diharapkan nama Mendagri yang baru sudah bisa diumumkan pada bulan Agustus.

Jusuf Kalla menyatakan, pemerintah akan segera mengumumkan pejabat menteri dalam negeri (mendagri) yang baru, yang kini dijabat sementara oleh Menko Polhukam Widodo Adi Sutjipto.

Kalla menilai, bagaimana pun, jabatan Mendagri harus ada sesuai dengan ketentuan UUD 1945, yang menyatakan jika terjadi sesuatu maka yang bekerja adalah tiga menteri yakni menteri pertahanan, menteri dalam negeri dan menteri luar negeri.

Tentang apakah mendagri yang baru akan berlatar belakang militer atau tidak, Jusuf Kalla mengaku tidak tahu. Tetapi yang jelas, lanjut Wapres, Presiden akan segera mengumumkan Mendagri yang baru dalam waktu dekat.

Pemerintah juga sebelumnya telah memberikan waktu tiga bulan pasca penyembuhan bagi Ma`ruf untuk dapat kembali melaksanakan tugasnya sebagai Mendagri. Masa tiga bulan itu akan berakhir bulan ini.

“Jika setelah tiga bulan Ma`ruf belum juga dapat melaksanakan tugasnya kembali maka pemerintah akan menetapkan pejabat baru sebagai penggantinya,” kata Kalla.

DPR juga sebelumnya mengharap agar Presiden segera menentukan Mendagri definitif untuk mempercepat pembahasan paket UU politik. Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mendesak pemerintah dan DPR segera menyelesaikan pembahasannya.

KPU memberikan target hingga akhir tahun 2007 paket UU politik tersebut sudah harus rampung. Jika tidak, dikhawatirkan akan terjadi darurat pada Pemilu 2009 karena proses persiapannya terhambat.

Sejumlah nama sudah berhembus untuk menggantikan Ma’ruf. Mereka antara lain mantan Menteri Negara Otonomi Daerah yang juga Presiden Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Prof Dr Ryaas Rasyid, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto, mantan Sekjen Depdagri yang saat ini menjadi Sekjen DPD RI, Siti Nurbaya dan Ketua Komisi II DPR RI, E.E Mangindaan.

Nama-nama itu sebenarnya sudah mencuat saat reshuffle kedua akan diumumkan tiga bulan lalu. Ma’ruf memang masuk dalam daftar menteri yang bakal diganti. Namun, saat itu Presiden masih tetap dipertahankan. Sejak 30 Juni lalu masa menunggu kesehatan Mendagri Ma’ruf sudah habis.

Para calon itu memiliki latar belakang yang mumpuni. Ryaas Rasyid misalnya. Kapabilitas dan kredibilitas Ryaas tidak diragukan lagi. Ia pernah menjadi dirjen di lingkungan Depdagri dan terakhir menjadi Menteri Negara Otonomi Daerah. Soal pemerintahan, dia jagonya karena pernah menjabat Rektor Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Jakarta.

Sutiyoso tak kalah mumpuni. Dia telah memimpin DKI Jakarta selama dua periode berturut-turut. Dia juga punya latar belakang militer yang selalu menjadi latar belakang Mendagri.

Sementara itu, EE. Mangindaan, kini masih menjabat Ketua Komisi II DPR yang merupakan mitra Depdagri dalam membahas persoalan pemerintah dalam negeri dan otonomi daerah. Dia punya peluang besar karena berasal dari Partai Demokrat yang notabene partai yang dibesarkan SBY.

M. Yamin Panca Setia

Photo: Menteri Dalam Negeri Mohammad Ma’ruf, di kantornya, Jakarta, 2 Maret 2007. [Tempo/ Ramdani]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s