Adu Kuat SBY-Zaenal


ANI Yudhoyono terlihat tak seperti biasanya. Tak ada senyum yang biasanya selalu mengembang di wajahnya, atau sapaan dari Ibu Negara. Kedua matanya pun nampak berkaca-kaca.

Dia tak kuasa sembunyikan kesedihan saat mendampingi suaminya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang melapor ke Polda Metro Jaya terkait dengan upaya pencemaran nama baiknya yang telah dilakukan oleh Mantan Wakil Ketua DPR yang baru di-recall Zaenal Ma’arif, Minggu Sore (29/7).

Pencemaran nama baik suami yang dilakukan Zaenal agaknya membuat Ani tak kuasa membiarkannya. Makanya, Ani bersama Yudhoyono segera merespon. Tak sebatas kata-kata. Namun, ditindaklanjuti dengan melapor ke Polda Metro Jaya untuk menuntut Zaenal secara hukum agar bertanggungjawab atas ulahnya yang dinilai Yudhoyono telah menghancurkan harga diri dan keluarganya.

Tepatnya pukul 16.07 WIB, Yudhoyono tiba di Polda Metro Jaya. Kedatangan Presiden disambut Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Adang Firman, didampingi Direskrimum Kombes Pol Carlo Tewu berserta jajaran Polda Metro Jaya.

Saat melapor, Presiden hanya ditemani Ani, Juru Bicara Presiden Andi Malarangeng dan Dino Patti Djalal. Presiden tidak menyertakan Kapolri, Panglima TNI, atau sejumlah menteri saat melapor.

”Kedatangannya pun mendadak,” kata Adang. Dirinya baru mendapat kabar sore hari jika Presiden akan datang.

Tahu jika Presiden akan melapor, dengan sigap Adang beserta sejumlah personil Polda bersiaga di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya untuk menindaklanjuti pengaduan yang akan dilaporkan Presiden.

Laporan yang diadukan Presiden ke Polda Metro Jaya memang sifatnya mendadak. Presiden melapor ke Polda setelah memimpin Rapat Kabinet Paripurna di Kantor Sekretariat Negara guna membahas Tata Keuangan Negara terkait RAPBN 2008.

Rapat juga membahas mempersiapkan pidato kenegaraan 16 Agustus 2007 mendatang di hadapan angota MPR/DPR. Dalam rapat itu, seluruh Menteri beserta Pejabat Eselon I di masing departemen hadir. Rapat tersebut berlangsung tertutup.

Sebelumnya, Andi Malarangeng mengatakan kepada pers, bahwa Presiden akan melaporkan mantan Wakil Ketua DPR Zaenal Ma’arif ke Polda Metro Jaya pukul 16.00 sore.

Menurut Andi, Presiden mengadu ke Polda untuk mendapatkan haknya sebagai warga negara Indonesia yang telah dirugikan dari fitnah. Presiden ingin ulah Zaenal diproses secara hukum sesuai ketentuan hukum berlaku untuk mendapatkan kebenaran dan keadilan.

Tepatnya, pukul 16.07 WIB, Presiden tiba di Polda Metro Jaya. Presiden melaporkan secara resmi pencemaran nama baik oleh Zaenal. Laporan yang diadukan Presiden itu diterima oleh Bripda Ayu Trisnawati sekitar pukul 16.10 WIB.

Setelah memberikan laporan, kepada pers Presiden mengatakan, dirinya datang ke Polda Metro Jaya untuk menyampaikan pengaduan dirinya yang telah dirugikan Zaenal yang dianggapnya telah mencemarkan nama baiknya.

“Saya sebagaimana juga saudara ikuti, ketika mendengarkan pernyataan yang intinya saya sudah menikah sebelum masuk Akademi Militer (Akmil) sekian puluh tahun yang lalu. Tentu dengan pernyataan yang disiarkan itu, berbagai media massa menjadi bahan pembicaraan di mana-mana. Sungguh mencemamarkan nama baik saya, kehormatan saya, harga diri saya dan juga keluarga,” ujar Presiden dengan nada rendah.

Presiden menyatakan, pengaduan itu dilakukannya demi tegakknya kebenaran, keadilan dan hukum di negeri ini, sekaligus menghindari terjadinya fitnah, dan pembunuhan karakter dari pihak lain yang sangat merugikan.

“Saya secara resmi mengadukan masalah ini secara hukum,” tegas Presiden.

Presiden menambahkan, dirinya mengadu ke Polda Metro Jaya atas kepentingan pribadi sebagai Warga Negara Indonesia, bukan dengan kapasitas sebagai Presiden.

“Saya datang sendiri karena saya lebih dalam kapasitas saya sebagai pribadi, sebagai WNI dan bukan sebagai presiden. Saya harus mengikuti aturan main, ketentuan hukum apabila seorang warga negara mendapatkan masalah seperti ini. Saya juga tidak menggunakan perangkat negara yang tidak semestinya. Malah keliru nanti jika saya menggunakan Jaksa Agung dan Kapolri.”

Presiden menghimbau agar proses hukum tersebut ditanganinya sendiri, dengan mengikuti ketentuan yang berlaku. Dia mengharap agar pengaduannya dapat segera diproses seadil-adilnya dan sebenar-benarnya sehingga bisa memberikan pembelajaran yang baik bagi rakyat Indonesia.

“Saya tidak ingin banyak orang di negeri ini yang mungkin mengalami nasib seperti saya, menjadi korban fitnah dan berita-berita yang tidak benar. Barangkali mereka tidak berdaya, tidak tahu ke mana harus melapor, takut kalau biayanya mahal dan lain-lain. Oleh karena itu, saya melakukan gerakan moral sebagai seorang warga negara,” ujar Presiden.

Presiden juga menghimbau kepada masyarakat yang merasa dicemarkan nama baiknya dengan cara-cara yang berlebihan agar menggunakan hukum. “Gunakan pintu keadilan, pintu hukum untuk menyeleasikannya dengan baik.”

Saat menyampaikan pernyataan kepada Pers, Ani sama sekali tak berbicara.

“Ini saya kira suatu pembelajaran dan beliau sebagai Presdien sekaligus juga sebagai anggota masyarakat beliau mau datang sendiri ke kantor polisi,” kata Adang. Soal pemanggilan Zaenal, Adang mengatakan, Polda akan mempelajari dulu pengaduan yang disampaikan Presiden.

“Pelajari dulu masalah yang ada, nanti dengan bukti-bukti yang ada kita kumpulkan dulu. Baru kemudian dipanggil,” jelas Adang.

Namun, Adang tidak bisa memastikan kapan pihaknya dapat memproses pengaduan Presiden tersebut.

Namun, dia berjanji pengaduan tersebut akan ditindaklanjuti dalam waktu yang tak terlalu lama. Saat ditanya apakah ada perlakuan khusus yang diberikan Polda kepada Presiden, Adang mengatakan tidak ada sama sekali.

Mengenai pasal KUHP yang akan dikenakan kepada Zeanal, Adang memperkirakan Polisi akan menerapkan pasal 311 KUHP. “Sementara pasal yang diterapkan seperti pasal orang umum biasa 311,” katanya.

Dalam pasal 311 ayat 1 KUHP dijelaskan, kejahatan pencemaran untuk membuktikan apa yang dituduhkan itu benar itu tidak tidak terbukti, dan tuduhan dilakukan bertentangan dengan apa yang diketahui, maka diancam melakukan fitnah dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Apakah tidak bisa diselesaikan secara damai? Adang mengatakan, jika Presiden sudah melaporkan tentu ditindaklanjuti secara hukum karena sudah masuk dalam delik aduan. “Kalau damai bisa, ya Presiden mencabut.” Polda rencananya akan memeriksa sejumlah saksi lain yang dianggap perlu untuk mengembangkan kasus tersebut.

Secara terpisah, Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Reformasi Indonesia (PP PRI) Muhlis Ali menilai, menuver yang dilakukan Zaenal terhadap Presiden adalah prilaku ambisius dan murahan.

Menurut dia, semua pihak harus menghormati terbitnya Keppres PAW yang ditandatangani Presiden dan menjaga wibawa Presiden. “Kasus Zaenal harus dilanjutkan lewat proses hukum,” tegasnya.

Muhlis menilai, Keppres PAW Zaenal yang ditandatangani Presiden adalah upaya final dan produktif sebagai respon atas tanggapan dan usulan pemecatan terhadap Zaenal dari Partai Bintang Reformasi, yang disampaikan kepada Pimpinan DPR dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

PP PRI juga menghimbau agar Presiden tetap lebih fokus dan berkonsentrasi terhadap persoalan bangsa yang lebih penting, serta tidak terpengaruh oleh manuver politik yang dilakukan Zaenal.

Zaenal Maarif saat dimintai komentar menyatakan siap jika sewaktu-waktu dipanggil Polda terkait dengan tuduhan yang dilayangkan Presiden SBY ke Polda Metro Jaya.

“Siap tidak siap, sebagai warga negara saya siap menghadapinya,” kata saat dihubungi wartawan kemarin.

Apakah dirinya akan menyiapkan kuasa hukum, Zaenal menyatakan, belum terpikir. Zaenal juga tidak berkometar saat ditanya apakah dirinya akan mengadukan ulang ke Polda terkait dengan pengaduan yang diajukan Presiden SB. “Itu nanti, hehehehe,” ujarnya.

Namun, dia menilai pengaduan yang dilayangkan Presiden secara langsung ke Polda Metro Jaya atas tuduhan pencemaran baik yang dilakukan dirinya adalah langkah hukum yang dapat menjadi pelajaran yang baik bagi rakyat Indonesia.

“Itu adalah laporan pertama kali dalam sebuah negara demokrasi. Dan itu merupakan contoh yang baik buat rakyat Indonesia. Yang dilakukan itu membutikan Pak SBY sebagai seorang yang demokrat,” katanya.

Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menindaklanjuti kasus pencemaran nama baik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono oleh mantan Wakil Ketua DPR, Zaenal Ma’arif.

“Kami akan menindaklanjuti kasus ini dengan melakukan pemanggilan terhadap terlapor, Zaenal Ma’arif,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro, Kombes Pol Carlo Brix Tewu, Senin (30/7).

Meski demikian, Carlo mengakui, pihak kepolisian belum bisa menentukan waktu pasti pemanggilan terhadap Zaenal tersebut. Pihaknya harus melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terlebih dahulu.

Carlo hanya menegaskan, Polda Metro tidak akan melakukan diskriminasi dalam menangani kasus yang dilaporkan Presiden tersebut. “Tidak ada perbedaan dalam penanganan kasus antara SBY dengan warga negara lain,” katanya.

Saat ini penanganan kasus itu sudah dilimpahkan ke Satuan Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum. “Ya, betul. Satuan kami yang akan menangani kasus ini,” kata Kepala Satuan Keamanan Negara, AKBP Tornagogo Sihombing pada wartawan.

Zaenal sendiri nampaknya tak gentar dengan pengaduan Presiden tersebut. Bahkan, dia membuktikan janjinya untuk melakukan roadshow ke pimpinan MPR, DPD, DPR, dan MK untuk membagi-bagikan bukti jika tuduhannya bahwa SBY telah menikah sebelum masuk ke Akademi militer.

Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan, MPR tidak dalam kapasitas untuk menindaklanjuti dokumen-dokumen yang diserahkan tersebut. “Kalau memang ini urusannya masalah hukum maka seharusnya diserahkan kepada polisi,” kata Hidayat.

Zaenal juga mengadu balik ke Polda Metro Jaya jika tuduhan SBY yang dilayangkan kepadanya tidak benar.

Atas tuduhan balik itu, Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng menegaskan, Presiden SBY akan melawan. Saat mendampingi Presiden yang tengah meninjau Pasar Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, yang mengalami kebakaran, kemarin. Andi mengatakan, Presiden siap menghadapi tudingan Zaenal.

Dikatakan Andi, sekarang berbeda dengan kondisi dulu saat Purn Jendral Hartono melontarkan isu serupa. Menurutnya, kala itu SBY tidak sempat mengurus hal seperti ini karena sedang sibuk kampanye pilpres 2004.

“Sekarang, seperti orang jawa bilang, ujug-ujug melontarkan isu serupa. Ini ada apa?” kesal Andi.

“Ah… Dunia sudah terbalik-balik. Kok orang yang memfitnah mau menuntut orang yang difitnahnya. Jangan-jangan sudah mau kiamat. Biar saja proses hukum yang menyelesaikan,” lanjutnya.

Ketika memberi sambutan pada acara panen padi System of Rice Intensification (SRI) di Desa Bobojong, Mande, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (30/7), Presiden SBY sempat berkeluh-kesah mengenai keadaan dirinya.

“Ya, beginilah nasib seorang Presiden, dimarahi orang, difitnah,” ucap SBY di akhir dialog dengan para petani yang hadir di acara itu. “Tetapi saya ikhlas bekerja karena semuanya Insya Allah yang saya lakukan untuk rakyat kita, untuk kebaikan dan untuk negeri kita yang saya cintai,” katanya lagi.

Sehari sebelumnya (29/7), ketika wawancara dengan TVRI SBY menyesalkan tindakan Zaenal. “Ya saya manusia biasa, berita yang mengejutkan itu atau geledek di siang bolong sangat menganggu perasaan saya.

Saya tidak habis berpikir, kok ada tokoh mengeluarkan begitu saja berita seperti itu tanpa beban begitu ya. Keterlaluanlah, ya saya pikir karena dalam kehidupan itu selalu ada etika, apalagi nyata-nyata sesuatu yang tidak benar, ” katanya.

Hingga kini belum diketahui pasti data dan dokumentasi yang disebarkan Zaenal ke segelintir pihak. Zaenal sendiri tidak bersedia membeberkan secara gamblang dokumen itu. Dia amat merahasiakan. Namun, yang jelas, dokumen itu kabarnya berisi surat-surat dan rekaman terkait isu pernikahan SBY sebelum masuk Akmil.

Isu pernikahan pertama SBY sebelum masuk Akmil pertama kali diungkap oleh Jendral (Purn) R Hartono menjelang Pilpres 2004. Namun SBY kala itu tak menghiraukan karena isu itu hanyalah kampanye hitam terhadap dirinya dan sangat tidak etis dalam dunia politik.

Tapi, Hartono sendiri telah mengatakan, jika dari awal dia tidak percaya pada isu SBY pernah menikah. Dia justru mempersoalkan kenekatan Zaenal tersebut. Dia mengenal SBY sebagai pribadi yang santun, intelek, profesional, dan memiliki hubungan yang baik dengan senior.

Wah bisa gawat buat Zaenal atas pengakuan itu. Pasalnya, Zaenal pernah berdalih, dirinya hanya mengungkap data dan bukti soal pernikahan SBY dari pengakuan Hartono.

Zaenal rupanya harus cari celah untuk menghindar dari jeratan hukum atas ulah yang dilakukannya ke SBY. Tapi, SBY sendiri nampaknya kekeh untuk memperkarakannya lantaran sudah difitnah dan merasa harga diri dan keluarganya hancur lantaran Zaenal. Kita tunggu saja, bagaimana ending dari sebuah adegan pertarungan antara SBY dengan Zaenal.

M. Yamin Panca Setia

Photo: Presiden SBY didampingi Isterinya memberi keterangan pers hari Minggu (29/7) sore usai melaporkan Zaenal Maarif yang dinilai telah mencemarkan nama baiknya ke Polda Metro Jaya. (anung/presidensby.info)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s