Di Antara Puing Pasar Cipanas yang Hangus Terbakar


RIBUAN warga dan pedagang berkumpul di sekitar jalan dan trotoar depan pasar Induk Cipanas yang telah hangus terbakar Sabtu lalu (28/7). Siang itu, mereka berbondong-bondong memadati sekitar pasar untuk menunggu kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta rombongan.

Presiden SBY memang sebelumnya telah menjanjikan akan bertandang ke pasar itu setelah menghadiri acara kegiatan Panen Padi SRI organik di Desa Bobojong, Kecamatan Mende, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Tepat pukul 14.05 WIB, setelah beristirahat sejenak di Istana Presiden Cipanas, Presiden beserta rombongan tiba di pasar tersebut. Jarak pasar itu tak jauh dari Istana Presiden, yaitu sekitar 100 meter.

Warga dan para pedagang begitu antusias saat melihat langsung kepala negara. Mereka bersorak dan berusaha menyapa Presiden dari kejauhan. Presiden kala itu didampingi Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman, Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar, Juru Bicara Andi Malarangeng, Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan beserta jajaran Muspida Jawa Barat.

Seperti biasa, mengetahui rakyat menyapa, Presiden membalas dengan senyum, menyapa salam, sambil melambaikan tangan. Setelah itu, Presiden langsung masuk dan menyisiri beberapa sudut pasar yang sudah luluh lantak dilahap api. Sejumlah pedagang di dalam pasar yang mengetahui Presiden datang, langsung bersorak senang dan berusaha untuk merapat guna bersalaman dengan Presiden. Mereka yang dari kejauhan, hanya bisa bersaut sapa kepada kepala negara.

Saat memasuki pasar itu, Presiden agaknya harus menyaksikan kondisi tragis pasar. Presiden juga harus rela melewati tumpukan sampah, dan menghirup bau tak sedap, serta debu pasir di pasar yang bertebaran lantaran disesaki warga.

Bahkan, Presiden juga harus rela berdesak-desakan dengan para pedagang lantaran ingin sekali mendekat.

Sambil memantau setiap sudut, Presiden meminta informasi dari pihak pasar untuk memikirkan cara agar pasar tersebut dapat kembali normal beroperasi.

Memang telah ada sedikit perbaikan yang dilakukan secara gotong royong oleh para pedagang sekitar dengan cara ala kadarnya.

Setelah memantau beberapa sudut pasar, Presiden kemudian menyempatkan waktu untuk memberikan komentar kepada para pedagang. “Kami ikut prihatin, kami sedih, tapi percayalah, pemerintah pusat, propinsi dan kabupaten, akan melakukan apa yang dapat kami lakukan untuk mengatasi masalah ini guna membantu saudara sekalian, ” kata Presiden kepada pedagang.

Presiden menyatakan itu, dari atas ketinggian dengan menggunakan speaker. Sementara pedagang pada berkumpul di lantai dasar pasar.

Menurut Presiden, dalam waktu dekat ini, akan ada kegiatan pembangunan dan dilanjutkan dengan kegiatan berikutnya.

Presiden juga memerintahkan Suryadharma Ali, Bahtiar Chamsyah dan Djoko Kirmanto untuk berkoordinasi dan memikirkan cara cepat agar pembangunan dapat segera dilaksanakan. Presiden juga memerintahkan Gubernur Jawa Barat dan Bupati Cianjur untuk melakukan sesuatu kepada pedagang.

“Saya sudah bicara dengan gubenur dan bupati, maka apa yang akan dilakukan pemerintah adalah kita buatkan dulu tempat sementara dalam waktu dua minggu ini dari sekarang. Setelah itu, kita pikirkan pembangunan pasar yang lebih permanen. Untuk pembangunan pasar sementara akan dibantu pemerintah pusat, “kata Presiden, disambut tepuk tangan dan sorak sorai para pedagang.

Presiden menambahkan, pemerintah juga akan memberikan bantuan kepada masing-masing pemilik kios agar bisa kembali berjualan dengan uang Rp500 ribu. “Supaya ada kegiatan untuk meringankan kebutuhan sehari-hari. Tapi yang penting kita bersatu menyukseskan langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah pembangunan pasar sementara maupun pasar sebenarnya,” Presiden menyakinkan.

Presiden juga berpesan agar keamanan pasar dijaga, perawatan diperhatikan, harus bersih. Jangan dibiarkan ada kompor yang meledak, atau listrik yang konslet. Semua harus peduli supaya tidak terjadi kebakaran lagi.

Saat Presiden belum selesai menyampaikan penjelasannya, seorang pedagang ada yang nyeletuk, “Bantuan harus sampai ya pak! serunya.

Presiden pun langsung membalas, “Ya. Akan kita awasi betul. Ada menteri-menteri di sini, Insya Allah kita akan berbuat yang terbaik,” jawab Presiden.

Di sini, lanjut Presiden, pedagang bisa meminta harapan mengenai apa yang harus dilakukan karena ada Menteri Koperasi dan UKM, Menteri Sosial, Gubernur Jawa Barat dan Bupati Cianjur. “Mari kita bersama-sama bergotong royong untuk pembangunan pasar induk, ” seru Presiden.

Presiden juga mengharap agar pimpinan BRI yang juga turut hadir menemani Presiden, dapat memberikan kredit ringan bagi para pedagang sehingga usahanya bisa kembali berkembang.

Presiden mengingatkan agar pasar induk juga harus memiliki sistem pengamanan, manejemen dan sistem yang baik sehingga aman dari kejahatan, kebakaran, dan sabotase pihak-pihak tertentu yang tidak ingin senang adanya kemajuan.

Pagi Sabtu lalu, ribuan kios milik para pedagang di Pasar Cipanas Cianjur, hangus dilantak api. Kerugian diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah. Pasar Inpres dan Pasar Kebon Jeruk yang masih satu lokasi juga hancur menjadi abu.

Ribuan pemilik kios di Pasar Cipanas, Inpres dan Pasar Kebon Jeruk, hanya bisa pasrah, melihat kios milik mereka hangus dilahap si jago merah. Mereka umumnya tak bisa menyelamatkan barang dagangannya.

M. Yamin Panca Setia

Photo: Presiden SBY hari Senin (30/7) siang meninjau Pasar Cipanas yang terbakar hari Sabtu lalu. (Anung/presidensby.info)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s