Save Our World


PRESIDEN Susilo BambangYudhoyono menyerukan agar negara lain dapat bersama-sama melakukan langkah nyata menyelamatkan bumi yang usianya semakin tua.

Upaya bersama tersebut harus dilakukan mengingatkan kapasitas bumi dalam menyuplai kehebutuhan hidup yang semakin berkurang karena semakin bertambahnya jumlah penghuni bumi yang kini sudah mencapai sekitar 6,3 miliar jiwa.

Presiden mengingatkan, apabila manusia lalai dan tidak bertanggungjawab dalam menyelamatkan bumi, maka kerugian akan semakin dirasakan dalam kehidupan manusia. Daya dukungan lingkungan yang semakin berkurang telah menyebabkan sekitar 850 juta jiwa manusia di muka bumi hidupnya gelisah, dan sekitar 220 juta jiwa anak-anak yang mengalami kelaparan.

Karena itu, Presiden menyerukan jika realitas tersebut menjadi tanggungjawab global yang juga patut Indonesia lakukan. Hal itu diutarakan Presiden di Istana Negara kepada para peserta Meeting dan Workshop Pengelolaan Hutan Lestari dan Pengentasan Kemiskinan Masyarakat Desa Hutan yang digelar Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Gerakan Nasional Kehutanan dan Lingkungan Hidup (GNKL) kemarin.

Menurut Presiden, isu lingkungan telah menjadi perdebatan di dunia yang kemudian menciptakan perhatian yang sungguh-sungguh dari semua negara dalam mengantisipasi dampak pemanasan global (global warming) karena kerusakan ruang udara atmosfir yang disumbang CO2 yang semestinya tidak ada.

Pemanasan global tersebut, kata Presiden, mengakibatkan terjadi perubahan iklim dunia yang berbuah bencana alam seperti, gempa bumi, letusan gunung merapi, gelombang tsunami. ”Kalau kita pahami struktur bumi adalah sesuatu yang memang kehendak Allah SWT, dilakukan untuk memelihara keseimbangan, kalau tidak terjadi itu barang kali lebih dahsyat lagi apa yang terjadi di bumi ini. Tetapi, banyak bencana yang terjadi karena kelalaian umat manusia. Keserakahan kita, dan dosa-dosa penghuni di bumi ini,” seru Presiden. Karena itu, Presiden mengatakan persoalan tersebut menjadi tugas semua pihak untuk mencegahnya dengan tidak

melakukan tindakan kelalaian, kecorobohan dan keserakahan. Presiden tak bisa membayangkan akibat yang muncul dai pemanasan global. “Permukaan air laut naik, dan terus naik sehingga Indonesia sebagai negara kepulauan yang jumlah lebih dai 17 ribu pulau, entah berapa banyak yang tersisa nantinya.”

Presiden tak bisa membayangkan, perubahan iklim yang kemarau ke musim penghujan, yang menyebabkan es meleleh di kutup utara, sehingga menimbulkan gejala geografi dan geologi. Kemudian badai topan el nino karena perubahan iklim yang menyebabkan penderitaan.

Karena itu, mari kita selamatkan bumi kita (save our world). ”Solusinya, mari kita pelihara hutan kita. Stop illegal logging, stop penebangan liar, mari kita tanam kembali, mari kita hijaukan kembali lahan-lahan yang tidak tergunakan dengan baik, lahan kritis, tidur, dan mari kita bikin berguna semuanya sehingga tumbuh dengan baik lingkungannya baik, kehidupan masyarakat di sekitar itu juga baik.”

Penyumbang Terbesar

Menurut Presiden, dampak perubahan iklim tersebut lebih banyak disuplai dari negara maju seperti Amerika Serikat, dan Tiongkok. Sementara Indonesia dan Brazil, adalah negara yang masih memiliki kawasan hutan yang luas sehingga dapat menyumbang CO2. Karena itu, hutan harus diselamatkan.

Dalam konfrensi internasional yang membahas perubahan iklim di Denpasar, Bali, Desember mendatang, Presiden akan melaporkan kepada forum besar tersebut mengenai apa saja yang telah dilakukan bangsa Indonesia dalam menyelamatkan bumi dari kerusakan. Presiden mengharap agar lampu kuning penyelamatan bumi tak hanya dinyalakan saat konfrensi Internasional digelar.

Dalam forum tersebut, Presiden akan menggugah, mengajak, dan menyemangati negara lain, khususnya negara maju untuk bersama-sama menyelamatkan bumi.

Tindak Tegas

Di tempat yang sama, Ketua PBNU Said Agil Siradj mengharap agar pemerintah bertindak nyata dalam melenyapkan usaha-usaha yang merusak hutan, lingkungan hidup, PBNU mengharap agar pemerintah menegakan hukum tanpa pandang bulu dalam mengatasi pencemaran lingkungan. Said juga menyerukan agar warga NU wajib

menolak dan melawan para perusak hutan, lingkungan hidup, kawasan pemukiman, para pengembangan teknologi dan bahan kimia, dan uranium yang membahayakan masyarakat dan lingkungan hidup.

Said mengatakan, warga NU bertekat akan mengembangkan gerakan menanam dan merawat pohon, mengamankan hutan, melakukan konservasi tanah, air dan keanekaragaman hayati, membersihkan sungai, pantai dan lingkungan, perumahan dan kawasan kumuh.

Selain itu, membersihkan kawasan industri dari polusi dan limbah, melestarikan sumber-sumber air, dan daerah resapan air, memperbaiki kawasan pertambangan, dan lingkungan di sekitarnya.

M. Yamin Panca Setia

Aktivis Greenpeace melakukan aksi teatrikal pelelangan hutan Indonesia saat melakukan unjuk rasa di depan Gedung Departemen Kehutan, Jakarta, Rabu, 24 Januari 2007. Mereka menolak rencana Departemen Kehutanan melelang izin HPH lama yang dianggap sebagai skandal yang tidak memperhatikan kondisi lingkungan hutan di Indonesia. [TEMPO/ Fransiskus S]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s