Konflik PKB Jangan Meluas ke NU


PENGURUS Besar Nahdlatul Ulama mengharap agar konflik di internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak meluas ke massa PBNU yang sebagian besar menjadi simpatisan di partai tersebut. PBNU mengharap agar para elit di PKB dapat segera menyelesaikan masalah internalnya tanpa harus melibatkan umat dan kyai.

Wakil Rois Aam PBNU yang juga mantan Menteri Agama Tolchah Hasan mengharap agar para pemimpin di PKB yang terlibat konflik jangan mempengarui PBNU.

Dia juga meminta agar para ulama tidak terlibat. “Ulama diharapkan bisa menahan diri, bisa menahan suasana karena ulama banyak yang diikuti umat,” ujarnya usai menghadap Presiden untuk melaporkan berbagai kegiatan NU antara lain National Meeting dan Workshop tentang lingkungan hidup dan masalah kemiskinan, di Kantor Presiden, Jakarta kemarin (20/7).
PBNU juga sudah berusaha maksimal menjadi mediator untuk menyelesaikan konflik. Namun, dia mengaku sulit menyatukan para elit di PKB yang terlibat konflik. “Elit memang sulit ditemukan. Usaha PBNU selalu ada, dengan cara menemukan dan menyatukan dan bukan mengintervensi, lewat mediasi. Dan itu dilakukan dengan berbagai cara,” katanya.

PBNU yakin polemik yang terjadi sekarang sebagai sesuatu yang biasa terjadi sebelum muktamar. Peserta muktamar tidak terjebak dalam tarik-menarik kepentingan, dan dukung mendukung calon ketua umum. Siapapun yang memimpin, NU harus selamat.

Pada pertemuan dengan Presiden, Tolchah bersama 11 pengurus PBNU, menyampai program keterlibatan PBNU dalam menyelamatkan masalah-masalah yang terkait dengan lingkungan hidup, berupa penanaman pokon-pohon, penghijauan, dan perlindungan sumber-sumber air yang ada.

Menurut Tolchah, sampai saat ini sudah ratusan ribu pohon ditanam, mulai dari pohon akasia sampai pohon jati di seluruh Indonesia.

“Kmudian kami pertemukan kegiatan ini dengan kebijakan pemerintahan, dalam hal ini dari Departemen Kehutanan, untuk dapat bekerjasama. Sekarang ada suatu kerjasama antara NU dan pemerintah yaitu Departemen Kehutanan, Departemen Lingkungan Hidup, dan departemen lain yang terkait,” tambahnya. Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Presiden.

Tolchah Hasan datang menghadap Presiden SBY didampingi Rozy Munir, Said Aqiel Siradj, Masykuri Abdillah, Endang Turmudi. Sementara Presiden SBY didampingi Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, , Menteri Kehutanan MS. Kaban, dan Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar.

M. Yamin Panca Setia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s