Modus Korupsi Memanfaatkan Rekening Pemerintah

yunus

PUSAT Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) mendesak aparat kejaksaan dan kepolisian menindaklanjuti laporan sejumlah indikasi transaksi mencurigakan yang dilakukan pejabat daerah yang mengatasnamakan rekening pemerintah daerah.

Dari temuan PPATK, adanya indikasi korupsi. Lembaga itu juga menemukan praktik pemalsuan dokumen yang dilakukan sejumlah pejabat daerah.

Hal itu diungkap Kepala PPATK Yunus Husein usai menandatangani Arrangement on Money Laundering bersama Duta Besar Selandia Baru Philip Gibson di Istana Merdeka Jakarta, kemarin (18/7).

Yunus mengatakan, dari temuan PPATK, ada modus baru yang dilakukan sejumlah pejabat di daerah. “Kalau modus baru itu banyak di daerah. Kalau dulu, banyak orang menaruh duit pemerintah daerah di rekening pribadi, sekarang kita lihat ada juga menaruh uang pribadi pakai nama instansi. Seolah-olah nama instansi sehingga tidak dilaporkan, padahal enggak (bukan instansi),” ungkapnya.

Dia mengatakan, ada semacam pergeseran modus korupsi. Seseorang yang memegang suatu jabatan di pemerintah daerah, ternyata membuka rekening sendiri. “Dia buka dan taruh uang di sana, keluar masuk, dia sendiri yang teken, dia sendiri yang buka. Seolah-olah itu rekening instansi, padahal itu rekening pribadi.”

Yunus telah berkonsultasi dengan pihak Departemen Dalam Negeri (Depdagri) untuk menanyakan legalitas praktek tersebut. “Depdagri bilang, kalau uang negara ditaruh di rekening pribadi, tidak benar.”

Yunus tidak bisa menyebut total nilai transaksinya. Namun, dia memastikan jumlahnya sangat besar. “Saya tidak ingat, pokoknya ada di beberapa daerah.”

Sejauh ini, pihaknya juga belum melaporkan pejabat yang menerapkan praktek semacam itu kepada pihak berwajib. Namun, dia berjanji jika ada indikasi korupsi, maka akan segera diteruskan ke penegak hukum saja.

Yunus mengharap, temuan itu ditindaklanjuti aparat penegak hukum. Jika ada sistem keuangan pemerintah di daerah yang kurang bagus, maka perlu segera disempurnakan.

Pihaknya juga berharap penyalahgunaan rekening pemerintah itu tidak terulang lagi di masa mendatang. Bila itu dianggap sebagai sebuah ketidaktertiban sistem anggaran, maka pihak berwenang harus melakukan penertiban.

Saat ditanya mengenai perkembangan terakhir laporan transaksi keuangan mencurigakan yang berhasil diungkap PPATK, Yunus mengatakan, sudah sekitar 10.000 laporan yang masuk. Namun, dia mengaku, tidak sampai 10 persen laporan PPATK itu ditindaklanjuti penegak hukum.

“Kebanyakan yang menentukan penegak hukum dan polisi, kita hanya melihat ada indikasi arahnya korupsi dan pemalsuan dengan menggunakan dokumen palsu yang jumlahnya cukup tinggi.”

Dalam kesempatan itu, Yunus memaparkan kesepakatan antara Indonesia dan Selandia Baru dalam memerangi kejahatan transnasional. Kedua negara memandang perlu untutk memerangi kejahatan yang bersifat lintas batas negara, tidak hanya money laundering atau kejahatan internet semata.

Kerjasama itu dianggap penting karena Selandia Baru juga pernah menjadi korban kejahatan lewat internet. Yunus mengakan, ada warga Selandia Baru yang ditipu oleh orang Indonesia saat bertransaksi barang lewat internet. Setelah warga Selandia Baru mengirim uang, ternyata barang tidak didapat.

Dalam pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Perdana Menteri Selandia Baru Helen Clark telah ditandatangani nota kesepahaman untuk melakukan kerjasama dalam bidang pemberantasan praktek pencucian uang. Penandatangan dilakukan oleh Kepala PPATK Yunus Husein dengan PPATK Selandia Baru yang diwakili Dubes Selandia Baru untuk RI Philips Gibson.

Yunus menyatakan, kerjasama itu penting dilakukan dalam rangka penyelidikan dan penyidikan kasus korupsi yang sifatnya lintas negara. | M. Yamin Panca Setia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s