Kerjasama RI-Selandia Baru Makin Kongkret


INDONESIA dan Selandia baru sepakat untuk meningkatkan kerjasama bilateral di segala bidang dan meningkatkan kebersamaan dalam forum regional maupun internasional di masa yang akan datang.

Kerjasama itu menyangkut upaya bersama dalam memerangi kejahatan transnasional dan terorisme, perdagangan, pendidikan, antisipasi dampak perubahan iklim (climate change) dan peningkatan investasi.

Dalam memerangi kejahatan transanasional, kedua negara sepakat bekerjasama yang diaktualisasikan dalam bentuk penandatanganan sebuah dokumen kesepakatan The Arrangement Concerning Cooperation on Migration and Border Control Management.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Helen Elizabeth Clark mengharap, dengan adanya dokumen tersebut maka kerjasama RI dan Selandia Baru dalam semakin efektif dan makin konkrit di lapangan.

Di bidang pertahanan dan kerjasama kepolisian, Kepala Negara mengatakan Indonesia dan Selandia Baru sepakat untuk kembali menghidupkan kerjasama di bidang pertahanan yang dilaksanakan secara bertahap. ”Yang penting kami setuju untuk bisa berlanjut. Menyangkut kerjasama di bidang kepolisian kita memiliki tingkat kerjasama yang baik, terutama di dalam menghadapi kejahatan transnasional dan terorism,” ujar Presiden.

Sementara di bidang perdagangan, Presiden menjelaskan, nampak pertumbuhannya yang sangat signifikan. Dalam lima tahun terakhir, rata-rata tiap tahun tumbuh 23 persen. Pada tahun 2006, nilai perdagangan mencatat angka US$654 juta. ”Kita ketahui Indonesia adalah tujuan ekspor terbesar untuk Asia Tenggara dan impor kita nomor empat dari negara-negara di kawasan ini.”

Di bidang invetasi, nilainya mengalami penurunan. Karena itu, PM Helen Clark dan Presiden SBY berkomitmen mendorong kalangan swasta untuk lebih meningkatkan lagi lagi investasi di antara kedua negara. ”Saya sampaikan kepada beliau iklim invetasi dan iklim bisnis di Indonesia semakin baik dan kondusif untuk kerja sama di bidang investasi ini.”

Di bidang ketenagakerjaan, lanjut Presiden, Indonesia memberikan apresiasi kepada Pemerintah Selandia Baru, karena tenaga kerja Indonesia yang ada di Selandia Baru, mendapatkan peluang dan kesempatan untuk bekerja di sektor pertanian dan perkebunan. Menurut Presiden, hal itu menunjukkan bahwa kerjasama di bidang ketenagakerjaan semakin tumbuh dengan baik.

Sementara di bidang pendidikan, Selandia Baru terus memberikan beasiswa kepada mahasiswa Indonesia, terutama di bidang postgraduate education. Sementara Indonesia juga memberikan beasiswa kepada mahasiswa Selandia Baru.

”Dan saya mengucapkan terimakasih kepada PM Selandia Baru yang terus membantu program Creating Learning Community for Children terutama di Indonesia Bagian Timur, yang programnya dilaksanakan secara bersama dengan UNESCO, UNICEF, dan Depdiknas Indonesia.

Di tingkat kerjasama di kawasan regional maupun multilateral, kedua negara sepakat untuk terus memelihara kerjasama. Presiden memberikan penghargaan kepada PM Selandia Baru karena komitmen dan peran aktifnya dalam ikut menjembatani Interfaith Dialog yang juga diselenggarakan dengan sukses di Selandia Baru.

”Ini penting untuk ditingkatkan, untuk menghilangkan kesalahan persepsi dan kesalahan pengertian di antara bangsa-bangsa yang berbeda agama maupun peradabannya.”

Dalam rangka mempertahankan situasi dunia yang damai, Presiden juga ingin bekerjasama seeratnya dalam menegakkan non proliferation treaty di bidang nuklir. ”Kita mencemaskan kalau senjata nuklir ini berkembang, karena negara-negara pemilik senjata nuklir nampaknya ada kecenderungan untuk memodernisasi arsenalnya.”

Demikian juga banyak negara yang berkeinginan untuk mengembangkan senjata nuklir. Karena itulah kita harus sukses di dalam disarmarment dan non proliferation dari nuklir ini.

Dalam memecahkan masalah mengenai climate change, Presiden mengatakan, Indonesia sangat serius untuk menangani permasalahan climate change sebaik-baiknya. Termasuk upaya sungguh-sungguh Indonesia untuk mengelola hutan secara baik dengan harapan terjadi komitmen dan aksi global untuk bersama-sama menyelamatkan bumi ini.

PM Clark mengatakan, terkait kerjasama memerangi kejahatan transnasional dan terorisme, hal itu bukan saja berguna bagi kedua negara tapi juga seluruh negara pada umumnya. ”Tak satu pun dari kita yang menginginkan kejahatan pencucian uang terjadi. Apalagi sampai terjadi adanya aliran dana yang masuk ke kelompok-kelompok teroris untuk pembiayaan kejahatan transnasional,” kata PM Clark.

Menurut Clark, Indonesia memiliki peran besar dalam kancah kerjasama internasional dan dialog. RI telah berhasil melakukan sejumlah dialog untuk menghentikan kekerasan dan konflik yang terjadi di dunia.

M. Yamin Panca Setia

Photo: Presiden SBY menerima PM Selandia Baru, Helen Clark, di Istana Merdeka, Rabu (18/7) pagi. (Muchlis/presidensby.info)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s