Presiden Minta Antisipasi Kemungkinan Bencana

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan segenap institusi terkait untuk melakukan langkah antisipasi penyelamatan kepada masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana.

Presiden juga meminta atensi khusus pemerintah daerah setempat, khususnya di daerah gunung api yang kini aktivitasnya mengalami peningkatan. Pemerintah setempat diminta untuk memberikan informasi mengenai aktivitas gunung merapi agar semua pihak dapat melakukan langkah penyelamatan jika terjadi letusan.

Kepada pemerintah daerah, Presiden SBY meminta agar aktif memberikan informasi kepada masyarakat mengenai perkembangan cuaca untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan transportasi. Selain itu, Presiden juga mengingatkan kepada pemerintah di daerah rawan bencana, untuk melakukan langkah antisipasi jika terjadi bencana kebakaran hutan.

Presiden juga menyerukan agar Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) terus memberikan informasi cuaca dan mengkomunikasikannya kepada pemerintah dan instansi terkait di daerah, terutama gubernur, bupati dan walikota.

Presiden menyarankan agar informasi mengenai warning system khusus mengenai cuaca buruk dapat diterima oleh semua pihak, khususnya yang terkait dengan sektor perhubungan guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan transportasi laut, dan darat dan udara akibat cuaca buruk.

Presiden juga menekankan agar tim penyelamatan bencana melaksanakan prosedur tetap yang dilakukan untuk antisipasi segera bagi para korban di daerah bencana.

Hal itu diutarakan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro usai menggelar rapat terbatas membahas laporan mengenai letusan Gunung Merapi Gamkonora, kondisi cuaca dan prospek cuaca ke depan yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta kemarin (12/7).

Dalam rapat tersebut, Presiden juga memanggil Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal, Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman, dan Kepala BMG Sri Woro Haryono.

”Ini perlu disampaikan kepada masyarakat luas. Presiden juga menekankan penanganan pengusian kaitannya koordinasi dengan satlak dan satkorlak di daerah rawan bencana,” ujarnya.

Purnomo mengatakan, Presiden telah menerima laporan mengenai strategi litigasi yang dilakukan bagian Geologi Departemen ESDM, dan pemaparan peta kawasan untuk daerah rawan bencana dan kawasan yang aman dari bencana sehingga bisa digunakan untuk pengungsian. ”Kita juga menyampaikan standar operating procedure, yang sudah kita bakukan dan sudah diterapkan untuk antisipasi letusan gunung Merapi Gamkonora. Kami juga melaporkan kegiatan gunung merapi di seluruh Indonesia.”

Saat ini, lanjut Purnomo, ada 10 gunung berapi yang berada pada status waspada, satu dalam status siaga, dan satu dalam status awas yaitu gunung merapi Gamkonora. 10 gunung dalam status waspada itu adalah Gunung Talang (Sumbar), Anak Krakatau (Lampung), Merapi (DIY), Semeru dan Bromo (Jatim), Batutara (NTT), Lokon dan Karangetan (Sulut), Dukuno dan Ibu (Maluku Utara). Sementara Gunung Soputan dalam status siaga, dan Gunung Gamkonora (Maluku Utara) dalam status awas.

Status gunung tersebut ditentukan dari pengamatan. Dinyatakan waspada jika ada peningkatan signifikan. Jika ada aktivitas letusan dinaikan pada status siaga, dan jika sudah mengalami letusan maka masuk dalam status awas.

Sementara itu, dari pemantauan stasiun BMG di Ternate, Kepala BMG Sri Woro Haryono mengatakan, letusan gunung merapi Gamkonora tidak berpengaruh terhadap cuaca lokal sehingga tidak perlu dikhwatirkan.

Namun, BMG menekankan agar semua pihak memperhatikan peringatan BM akan kondisi cuaca kedepan, potensi wilayah yang rawan banjir, kebakaran hutan, dan perkiraan tingginya gelombang hingga minggu depan.

Menurut Sri, tingginya gelombang lautan sekitar 3-6 meter akan terjadi hingga 18 Juli mendatang di sekitar Perairan Barat Laut Aceh Andaman, Bali dan NTT.

”Untuk itu, kami selalu sampaikan kepada direktorat perhubungan laut agar disampaikan kepada masyarakat dan nelayan. Pada umumnya, ketinggian terjadi di Pantai Utara Aceh dan di sekitar Perairan Barat di laut Andaman Hindia Selatan, dan Laut Ambon,” ujarnya.

Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal mengatakan, dari laporan BMG, diketahui jika aktivitas gunung Gamkonora tidak berpengaruh terhadap sebaran debu gunung merapi sehingga tidak mengganggu aktivitas transporatasi udara. Pihaknya telah meningkatkan kerjasama dengan stasiun pusat informasi di Darwin Australia berkenanan dengan sebaran debu untuk antisipasi terjadinya kecelakaan.

Jusman menambahkan, Presiden memerintahkan agar pihaknya terus melaporkan perubahan cuaca dan harus terus dikomunikasikan kepada semua pihak agar selalu waspada khususnya untuk keselamatan transportasi darat, laut dan udara. ”Saya telah memberikan peringatan agar semua operator transportasi laut dapat mematuhi warning system dari BMG,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri sosial Bachtiar Chamsyah melaporkan, letusan Gunung Gamkonora telah menyebabkan warga di 10 desa mengungsi yang dipusatkan di Posoa, dan Tondore. Berdasarkan data terakhir, jumlah pengungsi mencapai 9.780 jiwa.

Mensos menambahkan, satklak di daerah sudah melaksanakan sistem dan prosedur tetap saat diketahui adanya indikasi aba-aba dari Gunung Gamkonora.

Terkait dengan kebutuhan pangan dan sandang pengungsi, Bachtiar mengatakan, seluruh stok barang dari departemen sosial sudah dikerahkan. Suplai bantuan ke daerah bencana tidak ada masalah. ”Saya juga mengintruksikan kalau beras kurang, di sana ada 70 ton beras. Saya ingingatkan kepada dinas sosial setempat jangan ada masyarakat yang tidak makan.” Akibat letusan itu, kata Bachtiar yang meninggal 1 orang sementara korban lainnya dalam keadaan sehat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s