Atraksi Zidane yang ‘Menggoyang’ Istana


“POKOK–nya, hari ini cuma Zidane….Zizou…tidak ada berita lain…,” saut seorang wartawati yang biasa meliput di Istana Presiden.

Dia rupanya nge-fans berat sama pemain sepak bola terkenal asal Negara Perancis tersebut. Bahkan, dia sengaja membawa baju sepak bola kebesaran negara Perancis yang berwarna biru. Dia ingin agar pemain sepak bola berambut plontos itu membubuhkan tanda tangannya di baju itu.

Kegembiraan itu nampaknya tergambar di seluruh wajah wartawan yang biasa mangkal di Istana. Sejumlah wartawan yang jarang nongol di Istana Presiden pun terlihat hari itu hadir. Mereka tak ingin menyiakan momentum langka untuk ketemu langsung dengan sang maestro.

Wartawan Istana benar-benar ”memboikot” isu kenegaraan yang biasa mereka kirim ke redaksi. Mereka enggan menulis berita politik, hukum atau isu-isu kenegaraan yang lagi hot lainnya. Perhatian mereka hanya tercurah buat Zidane.

Sejumlah menteri yang bertandang ke Istana sama sekali di-cuekin. ”Hallo pak…..! tidak ada berita nih hari ini. Cuma Zidane….,” saut wartawan sambil melambaikan tangan kepada Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda dan Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa yang kebetulan sedang berjalan di halaman Istana.

Kedua menteri itu dari kejauhan hanya tersenyum sambil melambaikan tangan menyapa para wartawan, lalu terus berjalan tinggalkan wartawan.

Tak hanya itu, wartawan juga enggan menampung komentar Menteri Negara Pemuda Adhyaksa Dault yang sempat melintas di tengah mereka. Wartawan juga emoh minta tanggapan dari Pelatih Sepak Bola Nasional Ronny Pattinasarani dan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Nurdin Khalid.

”Pokoknya cuma Zidane deh, hahahahahaha,” celetuk seorang wartawan.

Lho kok, penampilannya beda nih, siapa nih yang akan datang?” tanya Dino Patti Djalal, Juru Bicara Presiden yang agak heran melihat penampilan beda sejumlah wartawati yang mangkal di depan ruang kaca—ruang pers Istana. Para wartawati pun hanya tersenyum sambil tertawa terkikih-kikih.

Kedatangan pemain sepak bola terkenal yang pernah menjadi pemain terbaik dunia itu memang membetot perhatian wartawan. Puluhan wartawan dari berbagai media tumplek blek bersama penghuni istana lainnya di halaman Istana Presiden.

Menjelang kedatangan Zidane, mereka sibuk mempersiapkan proses pengabadian.

Para photografer dan kameramen sibuk ambil posisi strategis.

*****


KEDATANGAN Zidane bisa dikatakan lebih istimewa dibandingkan tamu negara lainnya yang bertandang ke Istana Presiden.

Untuk menyambut sang maestro, Gazebo di taman Istana ditata rapi. Sebuah meja dengan taplak berwarna merah, disertai bunga–bunga segar yang cantik, lengkap dengan makanan dan minumannya, telah disiapkan sejumlah penyaji makanan istana.

Ibu Negara Ani Yudhoyono, salah satu penggemar berat Zidane. ”Saya penggemar Zidane. Saat muda, memang saya suka sepak bola. Di lapangan rumah, ayah saya suka main bola di lapangan. Ayah ngajak anak gadisnya main bola,” kata Ani yang kebetulan saat itu sedang merayakan Ulang Tahunnya ke 55.

”Hadiah ulang tahun dari Bapak ya Bu,” ujar wartawan. Ani hanya tersenyum.

Ani nampaknya tak mau ketinggalan momen ketemu dengan Zidane. Menjelang kedatangan Zidane, Ibu Negara bersama anaknya Edhi Baskoro Yudhoyono dan mantunya bernama Anissa Pohan, telah bersiap-siap menyambut kedatangan.

Ibu Negara terlihat sumringah saat berjalan di halaman Istana. Sejumlah wartawan pun pada menyapa sambil menyanyikan lagu berjudul Selamat Ulang Tahun.

”Terima kasih, terima kasih…” kata Ani sambil tersenyum dan bersalaman dengan para wartawan.

Tepat pukul 10.45 WIB, Zidane tiba di Istana Presiden. Dia memakai batik dan celana jeans berwarna biru. Memang kelihatan agak lucu. Tapi, kalau yang memakai sang bintang, tetap saja penampilannya klop.

Sejak awal masuk ke Istana, Zizou sudah dikerubungi para wartawan yang nge-fans berat. Terdengar teriakan histeris. ”Zizao….I love you….!..” terdengar juga teriakan, ”Hidup Zidane..”

Zidane pun hanya tersenyum, sambil melambaikan tangannya.

Sejumlah wartawan memang terpesona dengan sosok Zidane. Mereka pada berebut untuk memegang tubuh dan memaksa Zidane agar bersedia membubuhkan tanda tangan.

Namun, harapan agar dapat merapat ke Zidane, begitu sulit. Pasalnya, mantan pemain tengah Juventus dan Real Madrid ini dikelilingi oleh para bodyguard yang berpostur tubuh tinggi besar. Penjagaan superketat itu tak mampu ditembus.

Hingga masuk ke kantor Presiden, masih ada saja yang terus mengikutinya hingga berhimpitan menembus ruang kaca.

Selang beberapa menit kemudian, nampak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berpakaian batik berwarna biru sudah siap menyambut kedatangan Zidane.

Kepala negara nampak tersenyum sumringah bersama Ibu Ani, Edi Baskoro dan mantunya bernama Anissa Pohan. Mereka siap menyambut Zidane di halaman Istana Presiden.

Tak lama berselang, sang maestro pun menemui Presiden. Suara histeris kembali membuncah dari arah wartawan. “Zidane……”!

Presiden dan Ibu Negara lalu menyambut Zizou dan rombongan yang terdiri dari Duta Besar Perancis untuk RI, Catherine Boivineau, Franck Riboud CEO Grup Danone, Emanuel Feber Vice Presiden Group Danone, dan Pascal de Pettini, Presiden Director PT.Tirta Investama, di taman Istana.

*****

SAAT berdialog dengan Presiden di Gazebo halaman Istana, suasana begitu akrab. Yang gerabak gerubuk hanya wartawan saja.

Kepala Negara mengaku kagum dengan kepiawaan Zidane saat merumput.

“Selamat atas berbagai penghargaan yang Anda raih sebagai player of the year beberapa kali dan Golden Ball pada World Cup 2006,” kata Presiden SBY.

“Kami sangat bangga dengan keberhasilan Anda dan semoga kita dapat terus melanjutkan persahabatan dan kerjasama di masa mendatang,” lanjut Presiden.

Presiden berterima kasih dengan Zidane yang berkunjungan ke Indonesia membawa misi kemanusiaan, kebudayaan, dan untuk anak-anak Indonesia.

“Banyak orang Indonesia yang ingin lebih dekat mengenal Anda. Karena itu, pada kesempatan yang baik, silahkan berbagi pengalaman dan pesan-pesan untuk kami dan tim nasional sepakbola Indonesia. Mudah-mudahan dengan mendengarkan masukan dan nasehat Anda, tim nasional sepakbola Indonesia dapat meningkatkan performanya,” kata Presiden.

Zizou pun kemudian menjawab. “Saya tahu bahwa orang Indonesia cinta sekali dengan olahraga, terutama sepakbola,” kata Zizou dalam bahasa Perancis.

Zidane mengaku bangga bertandang untuk pertama kalinya ke Indonesia.

”Saya senang berada di sini. Saya yakin, saya akan menghabiskan banyak waktu menyenangkan di Indonesia. Ini adalah kunjungan pertama saya ke Indonesia, dan saya bisa melihat keramahan orang-orang Indonesia sejak saya mendarat di Indonesia,” ujar Zizou yang langsung disambut tepuk tangan hadirin.

Usai berdialog dengan Presiden, Zidane kemudian memberikan hadiah berupa kaos kebanggaan Tim Nasional Perancis. Baju sepak bola Prancis yang diberikannya itu bernomor punggung 10 bertuliskan Zidane.

Zidane juga memberikan bola dan tanda tangan buat Presiden.

Edhie Baskoro Yudhoyono juga menerima hadiah dari Zidane berupa kaos yang sudah ditandatangani Zizou. Edhi nampak tersenyum sumringah setelah mendapat hadiah itu.

Setelah berbicang dengan Presiden, Zizou pun diberikan kesempatan untuk merumput di halaman istana.

Wartawan semakin gerabak-gerubuk cari posisi untuk mengambil gambar yang tepat saat maestro beraksi dengan bocah-bocah berumur belasan tahun itu.

”Buat lingkaran…buat lingkaran…tolong jangan terlalu merapat,” kata seorang Paspampres.

Sulit sekali mengatur wartawan. ”Ayooo dong, agak mundur….! kata seorang petugas kepada wartawan. Tapi, seruan itu sepertinya enggan dilaksanakan para wartawan. Mereka tetap berusaha mendekat sambil berusaha mengabadikan sosok Zidane.

Baru setelah agak dipaksa, wartawan pun mulai agak menjauh dari Zidane agar dia dapat menunjukan aksi aktraktifnya.

Bersama-sama tim nasional PSSI Junior, Zidane merumput di Istana Presiden. Semua yang menonton, terkesima oleh aksi Zidane.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono nampaknya tak mau kalah.

”Ayo pak, tendang bola-nya,” seru para wartawan.

Presiden hanya tersenyum sesaat. Tapi, Presiden rupanya gatal juga ingin menendang bola. Saat bola disodorkan ke Presiden, hups….bola pun ditendangnya.

Permainan tak begitu lama. Setelah itu, Zidane pun berpamitan. Lagi-lagi wartawan kisruh. Saat Zidane meninggalkan Istana, mereka berebut untuk merapat ke Zidane.

Ada yang merasa kecewa karena keinginan untuk bersama Zidane sesaat tak kesampaian.

Acara foto bersama dengan para wartawan yang sangat dinantikan pun buyar.

Zizou bergerak menuju pintu keluar, dan masuk ke mobil Toyota Alphard hitam yang sudah menunggu di tempat parikir. Wartawan Istana terus memburunya untuk meminta tanda tangan dan foto bersama.

*****

Kabar kedatangan Zidane ke Indonesia tanggal 6-8 Juli 2007, sebenarnya sudah sejak bulan lalu diterima wartawan. Zidane bertandang untuk membawa misi kemanusian, berkaitan dengan keberadaannya sebagai duta Groupe Danone untuk program anak-anak.

Oleh perusahaan global yang memproduksi susu, minuman, sereal, dan biskuit itu, Zidane diundang untuk memberikan dukungan moral kepada anak-anak Indonesia.

Zidane dipilih sebagai duta karena kredibilitasnya yang tinggi, dan sebagai bintang olahraga terkemuka di dunia.

”Sosoknya diharapkan dapat menarik minat masyarakat umum untuk lebih peduli terhadap kepentingan anak-anak Indonesia,” ujar Pascal de Petrini, Presiden Direktur Danone-Aqua Indonesia. Apalagi, Zidane telah dinobatkan sebagai UNDP Goodwill Ambassador untuk membantu negara-negara memerangi kemiskinan dan mencapai Millenium Development Goals (MDGs).

Selama tiga hari di Indonesia, Zidane akan mengenal lebih jauh permasalahan serta tantangan yang dihadapi anak-anak Indonesia.

Sebagai ikon Danone Nations Cup, Zidane akan melakukan kegiatan dengan PSSI untuk mensosialisasikan sepak bola kepada anak-anak Indonesia.

*****

Di lapangan, Zizou adalah gelandang penyerang yang sering memberikan umpan matang kepada ujung tombak timnya. Zidane juga dikenal jagonya melakukan dribbling dan penguasaan bola yang sulit dibaca pemain lawan.

Pemain sepak bola keturunan Aljazair itu memulai karir sebagai pemain di klub AS Cannes, kemudian hijrah ke Bordeaux, Juventus dan terakhir Real Madrid. Sejak tanggal 25 April 2006 lalu, Zidane telah “gantung sepatu” dari Tim Nasional Prancis setelah Piala Dunia tahun 2006.

Tahun 1998, adalah saat keemasan bagi Zidane. Dia berhasil mengharumkan Tim Nasional Prancis merebut Piala Dunia mengalahkan tim kuat Brazil. Dua tandukan Zidane berhasil menghempaskan juara bertahan Brazil di pentas sepak bola paling bergensi di dunia itu.

Pada tahun 2000, Zidane juga berhasil membawa Prancis sebagai Juara Piala Eropa.

Zidane kini telah menancapkan dirinya dalam puncak absolut persepak-bolaan dunia. Dia telah berhasil mencapai mimpi setiap pemain bola. Bahkan, bagi negaranya, Zidane ditasbihkan sebagai pahlawan.

Tak hanya itu, Zidane juga dinobatkan sebagai pahlawan kaum imigran. Bagi warga keturunan Afrika Utara, keberhasilan lelaki asal Aguemoune, sekitar 250 kilometer sebelah timur Algiers, Aljazair itu tak hanya memberikan kebanggaan, tetapi semangat hidup baru kaum imigran.

Zidane telah membuktikan bahwa seorang imigran mampu berhasil memberikan kebanggaan bagi negaranya yaitu Perancis.

Photo: Saat Zidane merumput di halaman Istana Presiden (anung/presidensby.info)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s