China Ingin Indonesia Lebih Berperan di Dunia


PEMERINTAH China memberikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia yang memegang teguh pada kebijakan satu China (one China policy) terkait masalah hubungan antara China dan Taiwan.

Hubungan kedua negara tersebut selama beberapa tahun terakhir masih meregang terkait dengan aksi provokasi Chen Shui-bian, Presiden Taiwan dari Partai Progresif Demokrasi (DPP) yang ingin memisahkan negaranya dari wilayah China Daratan.

Pemerintah China melakukan diplomasi offensive untuk mempertahankan kebijakan satu China, dan mengeluarkan Undang-Undang Anti Seccesionist pada Maret 2005 yang bertujuan untuk mencegah aksi separatis Taiwan dan mengupayakan terwujudnya reunifikasi secara damai dengan China Daratan.

“Saya menyampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahwa Pemerintah Tiongkok menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas sikap pemerintah Indonesia untuk memegang teguh one china policy atau kebijakan satu Tiongkok,” ujar Menteri Luar Negeri China Yang Jiechi usai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin (5/7).

Jiechi juga mengatakan, China amat mengharap Indonesia sebagai negara besar di kawasan ASEAN dan Asia dan selaku anggota tidak tetap Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dapat meningkatkan peranannya di gelanggang internasional.

Dalam pertemuan dengan Presiden yang didampingi Menteri Koordinator bidang Politik, hukum dan Keamanan Widodo AS serta Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, Jiechi mengatakan, RI-China juga sepakat untuk terus mendorong kemajuan hubungan bilateral, koordinasi dan koorperasi dalam memecahkan masalah regional maupun internasional.

Kedua negara juga sepakat akan meningkatkan intensitas kunjungan pejabat tinggi untuk berbagi informasi dan mendorong kemajuan kemitraan strategis.

“Kita sepakat meningkatkan koordinasi dan koorperasi dalam masalah regional maupun internasional. Kita memang perlu untuk kedua negara yang besar, makanya kami harus menjalin kerjasama dalam rangka memajukan atau membela kepentingan negara-negara berkembang.”

Jiechi juga mengatakan, kedua negara sepakat meningkatkan kerjasama di bidang Iptek, kebudayaan, pendidikan dan meningkatkan kerjasama untuk meningkatkan hubungan di antara ASEAN-China.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla telah bertandang ke China pertengahan Juni lalu untuk meningkatkan kerjasama di segala bidang dengan negara tirai bambu tersebut. Kunjungan Jusuf Kalla ke China beberapa lalu juga untuk menggelar pertemuan dengan China National Offshore Corporation membahas rencana pengiriman gas alam cair (LNG) dari Provinsi Papua ke Provinsi Fujian, China, sebanyak 2,6 juta metrik ton. Wapres juga mengadakan pertemuan dengan Sino-Hydro, BUMN China, untuk membicarakan kerjasama dan mempelajari sistem pengairan dan irigasi di China.

Dalam bidang perdagangan, total perdagangan kedua negara pada 2006 mencapai US$19,06 miliar, naik tiga kali lipat dari 2001. Pada 2008, target total volume perdagangan US 20 miliar, sementara pada 2010, ditargetkan perdagangan sekitar US$ 30 miliar.


Photo: Presiden SBY menerima kunjungan kehormatan Menlu RRT Yang Jiechi, yang baru dilantik pada 27 April lalu, di Kantor Presiden, Kamis (5/7) pagi. (anung/presidensby.info)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s