Gerutu Wartawan Saat Meliput Presiden di Sidoarjo

PULUHAN wartawan yang meliput kegiatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang memimpin rapat tindak lanjut penanganan lumpur Lapindo di Wisma Perwira Pangkalan Udara TNI-AL Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, pada menggerutu. Seharian mangkal di sana, tak satupun berita gereget mereka dapatkan.

Semua menteri terkait, BPLS, Lapindo dan peserta rapat lainnya, pada bungkam. Mereka sama sekali tidak mau mencerita hal yang dibahas di dalam rapat. Pertemuan itu pun digelar secara tertutup.

”Tunggu saja, kita sudah sepakat untuk tidak berbicara. Nanti Presiden yang akan menuturkan langsung kepada pers,” kata Chief Executive Officer PT Lapindo Brantas, Nirwan Bakrie.

Meski sudah dikilik-kilik agar berbicara, Nirwan berkali-kali menggelengkan kepala sebagai tanda ketidaksediannya untuk berkomentar. ”Aduh bagaimana ya, coba tanyakan ke Imam,” katanya lagi. Imam yang dimaksudnya adalah Imam P Agustino, General Manager Lapindo Brantas Inc.

Uh, dari pagi kita nunggu, berita cuma begitu,” kata seorang wartawan koran nasional yang biasa mangkal di Istana Presiden. ”Kalau tahu begitu, ngapain kita jauh-jauh ikut ke Sidoarjo,” imbuhnya.

Hingga malamnya, berita yang ditulis wartawan pun normatif. Saat jumpa pers bersama Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pengarah BPLS, pernyataan yang menguap, datar-datar saja.

Djoko hanya mendeskripsikan soal kunjungan Presiden ke Sidoarjo. Pertanyaan yang diajukan wartawan hanya dijawab ala kadarnya. Gubernur Jawa Timur dan Bupati Sidoarjo Win Hendarso yang mendampingi Djoko Kirmanto.

Kedua pejabat daerah itu kekeh tak berkomentar soal rapat yang dibahas malam itu. ”Seperti yang diutarakan pak Menteri, saya pikir sudah cukup,” begitu kata Imam Utomo menjawab pertanyaan wartawan.

Dalam rapat yang dipimpin Presiden itu, Djoko mengatakan, Presiden baru mendengarkan pemaparan soal penanganan semburan lumpur dari Bupati Sidoarjo Win Hendrarso.

Kunjungan kerja Presiden itu sekaligus menindaklanjuti laporan warga korban lumpur Porong yang pada hari Minggu (24/6) mengadukan nasibnya di kediaman Presiden di Cikeas, Bogor.

Presiden juga ingin mendapatkan informasi dari pihak Lapindo, Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) dan turun langsung ke lapangan. Berdasar masukan yang diterima, Presiden berjanji akan segera mengambil kebijakan penanganan lumpur Lapindo.

Sejumlah menteri yang hadir antara lain: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas Paskah Suzetta, dan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Joyo Winoto.

Djoko mengatakan, pemerintah telah membentuk BPLS sesuai Peraturan Presiden (Perpres) No 14 Tahun 2007. Setelah berjalan beberapa waktu maka dirasakan proses yang terjadi tidak sesuai harapan. ”Ada ketidakcepetan dalam proses pelaksanaan Perpres No 14 Tahun 2007 tersebut,” ujarnya.

Atas dasar itu, lanjut Djoko, Presiden datang ke Sidoarjo untuk mendapatkan informasi dari beberapa pihak dari bupati, gubernur, BPLS dan Lapindo. Djoko menambahkan, hari ini akan ada penjelasan dari Lapindo. ”Setelah itu, kita akan mengambil tindakan lebih lanjut. Tahap pertama pengumpulan informasi dari bupati. Lalu ditindaklanjuti pembahasan dengan Lapindo dan BPLS,” katanya.

Menurut Djoko, rapat tadi malam baru merupakan pembahasan pertama yang informasinya didapat dari Bupati Sidoarjo. “Besok (hari in) pengumpulan informasi dari Lapindo dan ke lapangan. BPLS juga akan memberikan penjelasan, dan kita bahas kembali. Baru nanti Presiden akan mengambil petunjuk dan kebijakan untuk mempercepat penanganan lumpur Lapindo,” kata Djoko.

Peninjauan ke lapangan, kata Djoko, hanya melihat ke lokasi semburan lumpur. Rencananya, Presiden akan ke lokasi setelah mendapat pemaparan dari Lapindo.

Rencananya, hari ini Presiden mendengarkan pemaparan dari pimpinan Lapindo atas komitmennya dalam menangani lumpur dan realisasi ganti rugi kepada para korban lumpur.

Siang harinya, sekitar pukul 14.00 WIB, Presiden akan mendengarkan paparan dari Kepala BPLS, Sunarso. Kabarnya, Presiden juga akan turun menemui warga guna mendengarkan sekaligus melihat agar tahu secara nyata beban penderitaan yang dirasakan warga Porong.

M. Yamin Panca Setia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s