Warga Porong Adukan Nasib ke Presiden


PULUHAN warga Sidoarjo, Jawa Timur, yang menjadi korban semburan lumpur panas PT Lapindo Brantas kemarin sore bertandang ke kediaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Bogor. Mereka mewakili desa yang terendam lumpur yaitu Renokenongo, Siring, Jatirejo, Kedungbendo, dan Perumahan Tanggulangin Sejahtera (Perum TAS) I. Di hadapan Presiden, warga mengadukan nasibnya yang hingga kini tak jelas.

Para korban yang mewakili ribuan warga Lapindo itu mengadukan ulah PT Minarak Lapindo Jaya yang tidak bertanggungjawab merealisasikan sejumlah komitmen ganti rugi.

Komari, warga desa Perum TAS mengatakan, pihak Lapindo tidak bertanggungjawab merealisasikan komitmen ganti rugi seperti yang telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 14 tahun 2007 tentang Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo. Perusahaan itu ternyata mengeluarkan sejumlah peraturan yang mengada-ada dan sangat tidak mungkin dipenuhi warga.

Ketua RT 04 RW 08 Perumahan Tanggulangin Sejahtera (Perum TAS) Sidoarjo itu mencontohkan syarat bagi warga yang ingin mendapatkan ganti rugi harus memiliki izin mendirikan bangunan (IMB).

Syarat itu sangat memberatkan, dan mustahil bisa dilaksanakan warga yang menjadi korban. “Kami mohon persyaratan yang ada dimudahkan sehingga biaya ganti rugi bisa didapat warga,” katanya tadi malam. Komari mengungkap, selama ini warga sudah melakukan renovasi, tetapi belum memiliki IMB. “Hal itu dipermasalahkan oleh PT Minarak,” ujarnya.

Koordinator Verifikasi untuk korban lumpur Lapindo Blok D Sidoarjo itu juga mengatakan, perusahaan perwakilan Lapindo itu juga berusaha mengadu warga Sidoarjo, dan sangat diskriminatif dalam memberikan kompensasi. “Perusahaan itu mengadu kami. Perusahaan itu hanya membuka diri pada masyarakat yang memiliki IMB. Padahal, Perpres itu tidak mengatur demikian.

Komari mengharap agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk bertandang langsung ke Sidoarjo agar mendapakan informasi langsung dari warga. “Kami berterima kasih jika Presiden berkunjung ke Sidoarjo. Dengan begitu, tidak mendapatkan informasi salah. Presiden harus datang, warga amat mengharap Presiden tahu betul kondisi warga,” harapnya.

Pujiono, warga Perum TAS amat mengharap agar pemerintah mengagendakan pertemuan tripatrit seperti yang sudah disepakati dalam pertemuan 24 April lalu. Menurut dia, penyelesaian nasib korban Lumpur Lapindo mengacu pada Perpres. Namun, ada persoalan yang dihadapi warga yaiyu sertifikasi yang dibebankan pihak perbankan. “Karena itu, perlu segera dibentuk pertemuan tripatrit yang melibatkan warga, pemerintah dan perbankan,” katanya tadi malam.

Khusus untuk warga Perum TAS I, sebenarnya telah disepakati agar ganti rugi dilakukan dalam kurun waktu 1 tahun. Namun, pihak Lapindo mengundurkannya menjadi 2 tahun.

Padahal, saat ketemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla 24 April lalu, disepakati agar pembayaran dipercepat.

Dalam pertemuan itu, Presiden SBY tidak kuat menahan emosi saat mendengar keluh kesah korban lumpur lapindo. Bahkan, Presiden sempat menitikkan air mata.

Suasana haru mewarnai pertemuan yang berlangsung selama 1,5 jam itu. Presiden juga marah karena mengetahui jika proses pembayaran ganti rugi tidak berjalan dengan lancar.

Utusan warga senang karena kepala negara merespon semua keluhan mereka dengan sangat baik. SBY tidak tahu kalau prosedur pembayaran ganti rugi berbelit-belit.

Kabarnya, hari ini Presiden SBY langsung berangkat ke Sidoarjo untuk mengetahui nasib dan persoalan yang dihadapi oleh para korban lumpur Lapindo.

Pertemuan warga Sidoarjo dengan SBY itu difasilitasi Emha Ainun Najib. Dalam pertemuan yang berlangsung dari pukul 16.00 WIB hingga pukul 17.30 WIB itu berlangsung dengan akrab.

M. Yamin Panca Setia

Photo: Warga korban lumpur panas PT Lapindo Brantas berusaha menembus barikade polisi saat melakukan unjuk rasa di depan Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu, 27 Juni 2007. Ratusan warga dari Sidoarjo, Jawa Timur, menuntut pemerintah mengganti kerugian atas tempat tinggal mereka yang terendam lumpur panas PT Lapindo. [TEMPO/ Fransiskus S)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s