76 WNI Berstatus Ilegal terjaring Operasi Imigrasi AS

31 WNI Dijebloskan ke Penjara


KEDUTAAN Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di New York pekan lalu mengabarkan, sebanyak 76 warga negara Indonesia (WNI) berstatus ilegal terjaring operasi besar-besaran yang dilakukan petugas imigrasi Amerika Serikat.

Mereka ditahan di empat penjara yang tersebar di negara bagian Pennsylvania, yaitu di Lackawanna, Pike, York dan Hudson. Berdasarkan informasi terakhir, KJRI baru berhasil menemui 31 WNI yang ditahan di penjara Lackawanna dan Pike.

Kepala Bidang Konsuler KJRI-New York Bambang Antarikso mengatakan, sejauh ini pihaknya baru mendapat izin dari pihak imigrasi AS untuk mendatangi dua penjara tersebut.

Sebanyak 19 WNI ditemui di Penjara Lackawanna and 12 lainnya ditemui di Penjara Pike. “Mereka dalam keadaan baik dan sehat. Kebanyakan ingin segera dipulangkan ke Indonesia,” ujar Bambang seperti dikutip dari Antara, setelah menemui para WNI tersebut pada hari Jumat (22/6).

Dalam pertemuan itu, sejumlah warga Indonesia mengajukan permintaan bantuan untuk urusan pribadi. Misalnya pesan-pesan kepada teman-teman dekat serta keluarga mereka.

“Mereka titip pesan belum dapat menghubungi teman, anak, isteri mereka dan minta disampaikan bahwa mereka dalam keadaan baik, sehat dan agar keluarga jangan khawatir,” ungkap Bambang.

KJRI siap memberikan bantuan, terutama bantuan hukum kepada para WNI yang minta dicarikan pengacara. Menurut pengakuan beberapa WNI yang ditemui Bambang di Lackawanna dan Pike, mereka telah tinggal secara ilegal di AS sekitar dua sampai tiga tahun.

Ketika penggerebakan oleh Immigration and Custom Enforcement (ICE) AS pada Selasa (19/6) lalu, mereka sedang bekerja sebagai buruh di pabrik kemasan plastik Artube Iridium Industries, Inc, yang berlokasi di 1 Forge Road, East Stroudsburg, Pennyslvania, sekitar 120 kilometer sebelah barat kota New York.

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda mengatakan, pemerintah akan terus memantau informasi mengenai terjaringnya 76 warga Indonesia dalam operasi besar-besaran yang dilakukan imigrasi Amerika Serikat awal pekan lalu.

“Yang kita khawatirkan adalah terjadinya sesuatu yang besar yang terjadi pada sebagian besar warga negara Indonesia, tapi nyatanya tidak demikian. Jadi, sporadisnya saja, satu atau dua orang dipulangkan, kita juga di sini melakukan hal yang sama,” kata Menlu di Jakarta akhir pekan lalu.

Juru Bicara Deplu, Y. Kristiarto Legowo mengatakan KBRI/KJRI telah sejak awal menghimbau para WNI yang berada diluar negeri agar dapat melaporkan diri.

Bahkan di AS, proses pelaporan diri dapat dilakukan tanpa datang langsung kepada Perwakilan RI melainkan melalui surat. Pelaporan diri ini akan memudahkan Perwakilan RI untuk memberikan perlindungan dan bantuan hukum jika kemudian terjadi masalah yang menimpa WNI tersebut.

Kristiarto menambahkan, 76 WNI yang bekerja pada pabrik kemasan plastik di negara bagian Pennsylvania, Amerika Serikat yang ditahan-lewat KJRI New York, sudah mengajukan permintaan akses kekonsuleran kepada pemerintah setempat. “Saat ini sudah diketahui dimana saja 76 WNI tersebut ditahan,” kata Kristiarto akhir pekan lalu.

75 persen dari 31 ribu WNI di AS Ilegal

WNI yang tinggal di AS diperkirakan mencapai 13 ribu jiwa. Sekitar 75 persen di antaranya berstatus ilegal-karena kebanyakan overstay atau tidak lagi memiliki izin tinggal di AS.

Sebanyak 76 WNI dikabarkan telah di penjara di empat penjara yang tersebar di negara bagian Pennsylvania, yaitu di Lackawanna, Pike, York dan Hudson. Mereka melakukan pelanggaran keimigrasian, termasuk overstay, akan ditempatkan secara tersebar di berbagai penjara di Pennsylvania sambil menunggu proses deportasi.

Pemerintah RI sedang mengupayakan akses konsuler pada WNI yang terjaring dalam penangkapan besar-besaran yang dilakukan oleh aparat keamanan AS.

Operasi pencarian warga asing ilegal itu tidak hanya ditujukan pada WNI saja. Sejak 1 tahun lalu ketika pemerintah AS mengeluarkan pengumuman mengenai bahwa mereka akan melakukan pemeriksaan kepaad warga negara asing yang tinggal di AS, seluruh perwakilan RI di sana sudah mencoba mengupayakan sosialisasi masalah ini.

Akses kekonsuleran bisa diperoleh secara cepat, karena suatu hal yang lazim perwakilan diplomatik dari warga negara yang bersangkutan memberikan perlindungan dan suatu hal yang lazim jika negara yang bersangkutan memberikan akses. Pemerintah RI mengimbau agar setiap WNI yang tinggal di AS dapat mematuhi ketentuan hukum yang berlaku di negara itu.

M. Yamin Panca Setia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s