Pelayan Kesehatan Untuk Rakyat Miskin Itu Telah Pergi


SUJUDI, mantan Menteri Kesehatan Kesehatan RI Kabinet Pembangunan VI (1993-1998) telah menghadap Ilahi.

Mantan Rektor Universitas Indonesia (UI) yang lahir 9 September 1930-an itu menghembuskan nafas terakhir pada tanggal 23 Juni 2007 sekitar pukul 10.20 WIB.

Almarhum yang meninggal secara mendadak di Rumah Sakit Pusat Pertamina itu meninggalkan seorang istri, Faika Sujudi, dan tiga anaknya yaitu Yupanti Sujudi, Yufandi, dan Yufiani Sujudi, serta enam cucu.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono kemarin pagi bertandang ke rumah duka Jl Wadas 2 No.1, Cipayung, Jakarta Timur untuk bertakziah, mendoakan kepergian almarhum. Presiden tiba dirumah duka sekitar pukul 6.30 WIB.

Setelah berdoa di depan jenazah, dengan imam Arief Rachman, Presiden dan beberapa pelayat lainnya kemudian melakukan shalat ghaib (shalat untuk jenazah), lantas duduk bersilaturrahmi dengan keluarga almarhum.

Jenazah penyandang Bintang Mahaputra Adipradana ini dimakamkan di TMP Kalibata Minggu pukul 9.00 dengan upacara kemiliteran. Ratusan kerabat dan rekan mengantar kepergian almarhum.

Dalam upacara pemakaman itu hadir Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, Wakil Ketua MPR AM Fatwa, Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie, mantan Menteri Keuangan Marie Muhammad, mantan Menteri Tenaga Kerja Cosmas Batubara, dan mantan Pangab Jenderal Purn Faisal Tanjung, serta sivitas akademika UI.

Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, mengenang Sujudi sebagai ilmuwan sejati sekaligus perintis pelayanan kesehatan untuk masyarakat miskin. Almarhum adalam pencetus pengembangan pelayanan rumah sakit dan puskesmas.

“Dialah yang mencetuskan kalau orang miskin harus dibantu. Meskipun baru sekarang program ini dapat terwujud,” Kata Siti. Menkes juga menilai Sujudi sebagai sebagai seorang dokter mikrobiologi, yang sampai detik terakhir hidupnya memberikan ilmu kepada masyarakat.

Dia juga sesepuh Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang, Ketua Transfusi Darah dan Rumah Sakit Palang Merah Indonesia serta komisaris utama sejumlah perusahaan di bidang kesehatan.

Di kalangan internal UI, Sujudi dikenal sebagai guru besar emeritus Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran UI. Sujudi dikenal sebagai pelopor cita-cita UI untuk menjadi universitas riset kelas dunia yahg dicanangkannya saat almarhum menjadi Rektor UI tahun 1985-1994.
UI menjadi universitas riset itu telah dirintis saat Sujudi menjabat Kepala Bagian Mikrobiologi FKUI (1966-1979). Pada masa Sujudi, Bagian Mikrobiologi FKUI menghasilkan banyak hasil penelitian serta memiliki jejaring (network) internasional yang kuat, terutama dengan Jepang.

Almarhum meninggal sesaat sebelum membuka simposium dengan para ahli mikrobiologi yang diselenggarakan Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta. Di acara simposium itu, Sujudi sempat bergurau dengan sejumlah peserta. Kemudian saat menyiapkan pidato pembukaan, tiba-tiba jatuh dan tidak lama kemudian meninggal akibat serangan jantung.

Photo : TEMPO/ Usman Iskandar]

Ketua harian Palang Merah Indonesia (PMI) Sujudi (kiri) bersama presiden direktur salah satu perusahaan swasta Jepang Akionitori (kanan) meninjau gudang logistik, usai menerima bantuan dari pengusaha Jepang untuk korban bencana alam gempa dan gelombang tsunami Aceh dan Sumatera Utara sebagai pemulihan infrastruktur di Gedung PMI Pusat, Jakarta, 24 Januari 2005.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s