94 persen Masyarakat Indonesia Mengindap Depresi



PERSATUAN Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa (PDSKJ) mengungkapkan, sekitar 94 persen masyarakat Indonesia mengidap depresi dari mulai tingkat ringan hingga paling berat. Angka tersebut sangat besar sehingga jika tidak segera ditangani maka bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang fasip dan semakin pasrah menghadapi kenyataan.

Karena itu, pemerintah bersama Ikatan Dokter Indonesia akan merevitalisasi peran komprehensif dokter melalui sistem pelayanan kedokteran terpadu agar Indonesia kembali bangkit menjadi bangsa yang lebih terhormat, baik dari sisi fisik dan mental.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Fachmi Idris mengatakan, saat ini disinyalir kesehatan mental bangsa ini sudah sangat rendah. “Kawan-kawan dari PDSKJ melakukan penelitian yang menyebutkan 94 persen masyarakat Indonesia mengidap depresi ringan sampai berat. Itu angka yang sangat besar,” kata Fachmi usai menyampaikan program PB IDI periode 2006-2009 kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Presiden kemarin.

“Angka tersebut sangat besar. Secara sosial banyak warga yang tidak patuh pada peraturan. Itu masalah kesehatan mental sehingga perlu direvitalisasi peran dokter saat berinteraksi dengan masyarakat. Persoalan mental, dapat menyebabkan bangsa Indonesia menjadi pasif, dan hanya bisa berserah kepada keadaan.”

Menurut dia, definisi sehat bukan sekedar fisik, tapi juga mental dan sosial sehingga dokter harus mengintervesi kondisi bangsa dengan sistem yang lebih baik sehingga bangsa ini sehat baik fisik, mental dan sosial.

Dalam kondisi demikian, Fachmi mengatakan IDI akan melakukan revitalisasi peran dokter bahwa dokter bukan sekedar agent of treatment. Dokter harus melakukan intervensi secara individual untuk mengetahui kondisi mental dan sosial. “Kita mengajukan model bahwa konsep yang bagus apalagi diperkotaan lewat pendekataan individual. Satu dokter untuk satu keluarga, bukan suatu komunitas besar seperti puskesmas.”

Menurut dia, perlu ada model baru dalam pelayanan di tingkat dasar, dengan model dokter keluarga. Dokter tersebut membina keluarga-keluarga sebagai suatu entitas kesehatan yang

Menjaga 2.500 orang. IDI mengharap semua elemen bergerak untuk bangkit menjadi bangsa yang terhormat, baik dari sisi sehat fisik dan mental.

IDI juga memandang perlu ada sistem yang menjamin bahwa health promotion-health, education-health approach dapat dilakukan secara personal oleh dokter kepada masyarakat. “Kalau sistem ini dapat diciptakan, maka dokter yang sehari-hari berinteraksi dengan masyarakat, dapat mengintervensi kesehatan fisik, dan kesehatan mental maupun sosial.”

Sementara itu, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengatakan, persoalan kesehatan di Indonesia sangat kompleks. Banyaknya persoalan pasien Indonesia yang berobat keluar negeri, tidak hanya karena kurangnya infrastruktur rumah sakit atau tenaga medis di Indonesia. Namun, itu juga masalah psikologis. Menurut dia, kemampuan teknis dokter Indonesia tak kalah dibandingkan dengan dokter di luar negeri.

Menkes mendukung program IDI dengan membenahi sistem pembiayaan kesehatan yang saat ini sedang digodok pemerintah agar masyarakat yang bekerja di sektor informal memiliki asuransi kesehatan. Saat ini, Depkes sedang mengodok sistem pembiayaan kesehatan. “Sekarang sudah 70 persen. Kita jadwalkan tahun 2009 sekurangnya 75 persen dari populasi masyarakat memiliki asuransi kesehatan,” ujar Menkes.

M. Yamin Panca Setia

Presiden SBY saat menerima PB IDI (Ikatan Dokter Indonesia) periode 2006 – 2009, hari Rabu (20/6) siang, di Kantor Kepresidenan. (foto: anung/presidensby.info)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s