Stop Kebakaran, Stop Asap


PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan para menteri terkait dan seluruh gubernur agar bersama-sama mencegah kebakaran hutan. Hal itu diutarakan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Aburizal Bakrie usai rapat terbatas rapat terbatas dengan sejumlah gubernur guna membahas antisipasi kebakaran hutan di Istana Presiden, Kamis (14/6).
“Kesiapan dimulai dari bupati yang akan menugaskan ke camat dan kepala desa. Sekarang harus jauh lebih siap. Pada tingkat propinsi, maka gubernur bertanggungjawab. Pemerintah pusat akan memberikan dukungan dan memberikan tambahan bantuan,” kata Aburizal. Presiden juga memerintahkan agar semua sumberdaya yang ada, milik TNI/Polri atau sarana milik departemen, harus diberdayakan untuk mengatasi kebakaran hutan.
Departemen Kehutanan akan membantu menyediakan beberapa halikopter untuk mendukung daerah yang sering terjadi kebakaran. TNI dan Polri juga melibatkan diri. “Diminta atau tidak diminta, TNI Polri harus melibatkan diri dalam koordinasi gubenur dan bupati untuk terlibat sejak dini,” kata Aburizal.
Presiden juga memerintahkan agar antisipasi kebakaran hutan dilakukan sedini mungkin. Antara lain dengan menggunakan semua perangkat yang ada, seperti ramalaan cuaca dari BMG, laporan dari satelit mengenai hot spot, dan melakukan patroli secara terus menerus.
Aburizal mengaku upaya identifikasi telah dilakukan di setiap daerah yang rawan kebakaran. Semua pihak harus mencegah titik kebakaran sedini mungkin. “Kalau ada hot spot dimonitor, langsung dilakukan pemadaman. Menhut akan meminjamkan halikopter untuk melakukan monitoring. Jumlahnya ada 7 halikopter bisa membawa air sebanyak 3000.5000 liter,” kata Aburizal.
Departemen Keuangan sudah menyiapkan dana operasi pencegahan kebakaran. Dana yang dialokasi pemerintah untuk Departemen Kehutanan Rp44 miliar. Ada pula anggaran untuk Departemen Pertanian dalam bentuk benih. Sedangkan untuk penanggulanan kebakaran disiapkan Rp100 miliar yang akan turun sebelum Juli 2007.
Menteri Kehutanan MS Kaban mengatakan keterlibatan kepada daerah, TNI/Polri dan pengusaha, akan membantu upaya pencegahan kebakaran hutan. Dia optimis kebakaran hutan di Indonesia pada tahun 2007 secara drastis bisa diturunkan.
Menurut dia, target pemerintah adalah zero burning atau tidak ada lagi asap. Karena itu, pengolahan lahan harus dilakukan secara lebih modern. Proses pembersihan lahan harus dengan menggunakan teknologi yang lebih maju.
Sejak April 2007, Departemen Kehutanan melakukan konsolidasi di seluruh daerah rawan kebakaran. “Kita mengaktifkan patroli asap, di setiap provinsi rawan, helikopter beroperasi dua jam sehari untuk mendeteksi secara dini lokasi yang diduga ada kebakaran. Dan jika terjadi langsung dipadamkan, tanpa membiarkan api menjalar,” katanya.
Departemen Kehutanan menganggarkan Rp300 miliar untuk mengatasi kebakaran hutan, termasuk pengadaan helikopter, penyewaan, serta pemberian insentif kepada masyarakat yang mengolah lahan tanpa membakar hutan.
Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang mengatakan, delapan propinsi bersama bupatinya telah melapor kepada Presiden terkait kesiapan pencegahan, penanggulangan dan penindakan kebakaran hutan. “Keinginan kita adalah stop kebakaran, stop asap dan stop bencana,” kata Teras.
Sidang kabinet terbatas yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu juga dihadiri Wapres Jusuf Kalla, Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Menhub Jusman Syafii Djamal, Menlu Hassan Wirajuda, Panglima TNI, Menteri Keuangan Sri Mulyani, serta sejumlah gubernur dan bupati.

M. Yamin Panca Setia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s