Mahfud alias Yusron itu
Ternyata Abu Dujana


KABAR itu cukup mengejutkan. Polri semula mengungkapkan, Mahfud yang diringkus di Desa Kabarongan, Kecamatan Kemranjen, Banyumas, akhir pekan lalu, sebatas rekan Abu Dujana—Pimpinan Jamaah Islamiah (JI) yang perannya tak kalah penting dibanding Nurdin M. Top dalam menebar aksi teror.

”Keyakinan itu berangkat dari hasil pemeriksaan sidik jari dan dikonfrontasikan ke pihak lain,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Sisno Adiwinoto kepada pers di Mabes Polri kemarin (13/6).

Namun, mencuat kabar jika kepastian identitas petinggi JI itu dinyatakan Polri setelah Australia dan beberapa media di negara itu telah dahulu mengetahui jika Yusron adalah Abu Dujana.

Kapolri Jenderal Pol Sutanto pun buru-buru mengklarifikasi. Katanya, Polri telah mengidentifikasi dan mengetahui jika Mahfud adalah Abu Dujana.

“Pasti tahu,” kata Kapolri ketika didesak wartawan usai menandatangani nota kesepahatan antara Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) di Gedung BNN, Jakarta, Rabu (13/6).

Menurut Sutanto, Polri tidak langsung mengumumkan ke publik soal identitas Abu Dujana karena masih ada beberapa anak buahnya yang hendak ditangkap.

“Kalau belum apa-apa dilansir, bisa jadi anggota jaringan lain keburu lari,” katanya.

Wakil Ketua Komisi III DPR bidang Hukum Azis Syamsudin mengharap, polisi perlu mempercepat proses pemberkasan kasus tertangkapnya Abu Dujana sehingga publik yakin betul Abu Dujana telah ditangkap. Dia mengharap seluruh jaringan teroris di Indonesia dapat dibongkar dan pelaku-pelakunya dapat ditangkap untuk segera diadili.

Apapun alasan, upaya yang dilakukan Polri patut diacungi jempol. Wakil Ketua Komisi III DPR lainnya Al Muzzammil Yusuf mendukung penindakan kepada siapa saja yang dituduh teroris.

Namun, politisi dari Fraksi PKS itu mengharap penangkapan jangan mematikan hak azasi mereka. ”Penangkapan itu jangan menggunakan cara-cara yang bertentangan hukum. Itu tindakan kontra produktif,” katanya.

Menurut dia, berdasarkan sejumlah laporan para saksi yang diterimanya, penggerebakan terhadap orang-orang yang dituduh anggota kelompok teroris itu dilakukan secara semena-mena tanpa memperhatikan hak azasi mereka.

Diringkusnya Abu Dujana tentu diharapkan dapat mempersempit ruang bagi para teroris untuk menebar teror.

”Abu Dujana sebenarnya lebih berbahaya dibandingkan Nurdin M Top yang kini masih buron dan Azahari yang telah tertembak mati di Batu, Malang Jawa Timur,” kata Sisno.

Abu Dujana diyakini pernah menjalani pelatihan senjata di Afghanistan dan telah bertemu Pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden.

Abu Dujana juga menjadi buronan Polri karena diduga ikut terlibat dalam serangan bom di Hotel JW Marriot Jakarta dan Bom Bali I tahun 2002. Jejaknya sulit diendus karena sering berpindah tempat. Dia juga memiliki banyak nama seperti Pak Guru, Mas Ud, Ainul Bachri, Thorim, Sobirin dan Dedi.

Sisno menjelaskan, penangkapan Abu Dujana berangkat dari keterangan anak buahnya yang telah tertangkap Februari 2007 lalu di Sleman.

Dari keterangan itu, polisi memastikan Yusron adalah Abu Dujana. Polri juga meringkus tujuh tersangka lain yakni AI (45), NA (33), IAN (17), NFAS (19), AM (33), AW (31), AS (29). Namun, Polri belum dapat menyebutkan lokasi penangkapan ketujuh tersangka karena masih dipakai untuk memburu tersangka lainnya.

Polri berjanji akan memberikan keterangan lebih detail setelah keterangan yang valid dapat diperoleh dari tim penyidik.

Keluarga Yaya Sunarya (72), paman Ny Syariah, ibu dari Abu Dujana, membenarkan jika Aenul Bahri alias Abu, terlibat dalam aksi teror dan sudah tertangkap polisi.

Yaya Sunarya, paman Abu Dujana, mengakui meski keluarganya tidak pernah mendapat kabar dari Abu Dujana, namun keluarga meyakini Aen terlibat terorisme.

Keluarganya mengetahui keterlibatan Aen alias Abu Dujana dalam kegiatan terorisme setelah pentolan teroris Dr Azahari tewas dalam sebuah penggerebekan beberapa tahun silam.

Yaya yakin 100 persen dan percaya kalau Aen si anak hilang itu terlibat dalam kegiatan terorisme. Kami lihat dari koran-koran. “Benar ini orangnya, Aen itu ya ini,” katanya.

Abu Dujana alias Ainul Bakri alias Sorim lahir di Cianjur, Jawa Barat, tahun 1969. Dia keturunan Sunda, berkulit Langsat, dengan tinggi badan sekitar 160 cm. Dia jago berbahasa Arab, dan Inggris.

Pada Tahun 1969 hingga 1979, Ainul Bakri lahir dan besar di Cianjur. Tahun 1980, Ainul Bakri berganti nama menjadi Abu Dujana. Dia berangkat belajar ke Pakistan. Tahun 1989, dua mengikuti pelatihan militer di Afghanistan bersama para mujahidin yang berperang melawan Uni Soviet.

Di Afghanistan, dia mendapatkan keterampilan senjata, merakit bom dan taktik perang. Dia cukup cerdas sehingga sempat bertemu secara pribadi dengan Osamah Bin Laden, pimpinan Al Qaeda.

Pada tahun 1991, Abu Dujana menjadi guru di pesantren Lukmanul Hakim, Johor, Malaysia. Di Johor, dia mulai menjalin hubungan dengan Noordin M Top dan Mukhlas (terpidana mati bom Bali 1). Oktober 2002, dia menjadi Sekretaris Markaziah JI.

Dalam aksi terorisme, Abu Dujana berperan melindungi Noordin M Top dan Azahari, merekrut anggota baru Dia ahli merakit bom, dan penyuruh pelaksanaan peledakan bom.

Abu Dujana terlibat berbagai ledakan bom mulai bom sejak Bali 1 tahun 2002, JW Marriot (2003), bom Kuningan hingga kepemilikan bahan peledak di Sukoharjo. Dia pengatur pelarian Noordin M Top dan Azahari setelah bom Marriot tahun 2003 dari Jakarta, Yogyakarrta dan Solo.

Tahun 2003, dia memindahkan Noordin dan Azahari ke Surabaya dan Blitar.

Agustus 2003, Dia, Azahari, Noordin, Qotadah, Ismail (telah tertangkap), Thohir (telah tertangkap) berkumpul untu rapat evaluasi Bom Marriot di RM Simpang Dago, Jl Juanda, Bandung.

Akhir 2003, dia menyembunyikan Noordin di Solo setelah Noordin lolos dari penangkapan polisi di Kebon Kembang, Bandung.

Februari 2007, tujuh orang dekat Abu Dujana tertangkap di Sleman, Surabaya dan Temanggung. Baru pada Juni 2007, Abu Dujana beserta anak buah ditangkap di Banyumas.

M. Yamin Panca Setia

Photo: Witanto/Jurnal Nasional

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s