Timtas Tipikor Dibubarkan

Pemberantasan Korupsi Harus Jalan Terus


SEJUMLAH pihak mengharap upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan aparat hukum tidak semakin melemah setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara resmi membubarkan Timtas Tipikor menyusul habisnya masa tugas tim tersebut. Pembubaran Timtas Tipikor justru harus diharapkan mempermudah koordinasi antarinstansi hukum terkait dalam memberantas korupsi.

Ketua Dewan Pengurus Transparency International Indonesia (TII) Todung Mulya Lubis mengatakan, Timtas Tipikor memang layak dibubarkan karena Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini kapasitas dan kinerjanya sudah cukup jauh lebih siap, daripada saat lembaga tersebut baru dibentuk.

Setelah Timtas Tipikor dibubarkan, kata Todung, KPK harus menjadi mitra kejaksaaan dan kepolisian dalam memberantas korupsi. “Jadi, saya tidak lihat, keberadaan Timtas tipikor diperlukan sekarang. Saya kira, pantas dibubarkan, karena orang yang terlibat dalam Timtas Tipikor adalah orang kejaksaaan dan kepolisian,” katanya kemarin. Menurut dia, sudah saatnya KPK dapat mengembangkan koordinasi. “Sudah saatnya KPK punya kapasitas untuk melakukan kordinasinya,” katanya.

Anggota Komisi III DPR bidang Hukum Lukman Hakim Saefuddin mendukung langkah yang dilakukan Presiden membubarkan Timtas Tipikor agar tidak terjadi tumpang tindih pelaksanaan tugas dalam pemberantasan korupsi yang justru dapat menyulitkan usaha pemberatasan korupsi di lapangan.

Dia menilai, kinerja kejaksaan dan kepolisian belum memenuhi harapan masyarakat. “Namun, dengan tidak adanya Timtas Tipikor, maka kejaksaan dan kepolisian tidak lagi bisa berkelit untuk tidak lagi fokus dalam pemberantasan korupsi,” tegasnya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Senin lalu menegaskan pemerintah tetap memprioritaskan pemberantasan korupsi sebagai agenda utama, meskipun Timtas Tipikor telah dibubarkan. “Presiden tetap memproritaskan pemberantasan korupsi menjadi agenda utama dan itu ditekankan kepada Jaksa Agung, Kapolri, dan BPKP,” kata Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng.

Timtas Tipikor resmi dibubarkan menyusul berakhirnya masa kerja lembaga tersebut selama dua tahun sejak 2 Mei 2005 hingga 2 Mei 2007 sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 11 Tahun 2005. Pembubaran Timtas Tipikor diputuskan dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, kemarin (11/6).

Terkait dengan sejumlah kasus yang belum selesai digarap Timtas Tipikor, Hendarman mengatakan diserahkan penanganannya kepada rutin. “Sisa pekerjaan yang belum dapat diselesaikan diserahkan penanganannya kepada rutin, dalam arti bahwa sebagian ditangani di tingkat Polda sampai Mabes Polri, dan ada yang ditangani di tingkat Kejagung serta di tingkat Kejati maupun Kejari. Tentunya ini diharapkan dapat berjalan penanganan perkaranya secara cepat dan efisien sebagaimana yang telah dilakukan oleh Timtastipikor, ” kata Hendarman.

Hendarman menjelaskan, selama dua tahun bekerja, asal kasus yang ditangani tim tastipkor ada yang diserahkan ke Menteri Sekretariat Kabinet yaitu berjumlah 45 kasus, Kementerian BUMN sebanyak dua kasus, dan laporan masyarakat berjumlah 223 kasus. Dari jumlah kasus tersebut, yang ditangani Timtas Tipikor dan supervisi Timtas Tipikor yang putus eksekusi, sebanyak tujuh perkara.

Sementara upaya hukum yang dilakukan Timtas Tipikor, baik banding dan kasasi yang dilakukan sebanyak dua perkara, tingkat penuntutan ada 11 perkara, tingkat penyidikan ada 13 perkara, dan penyelidikan ditangani 39 kasus. “Jadi, jumlah yang ditangani Timtas Tipikor sebanyak 72 kasus,” kata Hendarman.

Selain itu, lanjut Hendraman, kasus dari laporan masyarakat yang ditangani Kejati dan Kapolda dibawah supervisi Timtas Tipikor yang putus eksekusi sebanyak satu perkara, upaya hukum 15 perkara, di tingkat penuntutan 25 perkara, di tingkat penyidikan 26 kasus, dan penyelidikan 141 kasus. “Jadi, jumlahnya 228 kasus yang ditangani di tingkat daerah.”

M. Yamin Panca Setia

Photo: Abror/presidensby.info

Presiden memimpin rapat terbatas kabinet bersama Timtastipikor di Kantor Kepresidenan, Senin (11/6) siang. Dalam rapat itu diputuskan Timtas Tipikor dibubarkan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s