Timtas Tipikor Resmi Dibubarkan

Tugasnya Dialihkan ke Kejaksaan dan Kepolisian


TIM Pemberantas Tindak Pidana Korupsi (Timtas Tipikor) akhirnya dibubarkan menyusul berakhirnya masa kerja lembaga tersebut selama dua tahun sejak 2 Mei 2005 hingga 2 Mei 2007 sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 11 Tahun 2005. Pembubaran Timtas Tipikor diputuskan dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, kemarin (11/6).

Dalam rapat yang dihadiri Mantan Ketua Timtas Tipikor yang kini menjabat Jaksa Agung Hendraman Supandji, Kapolri Jenderal Sutanto, Menteri Hukum dan HAM Andi Matalata, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, Kepala BPKP Didi Widayadi dan pejabat terkait lainnya, diputuskan bahwa sejumlah tugas Timtas Tipikor yang belum selesai akan dilanjutkan oleh lembaga hukum terkait seperti Kejaksaan, Kepolisian, dan Badan Pengawas Keuangan Pemerintah (BPKP).

“Hari ini Timtas Tipikor bubar dan para petugas yang ada. Saya telah melaporkan mengenai tugas Timtas Tipikor selama dua tahun masa tugasnya, dan hal-hal yang telah diselesaikan dan yang belum diselesaikan tugasnya maka diserahkan ke (lembaga, red) rutin,” ujar Hendarman Supandji di Istana Presiden kemarin.

Terkait dengan sejumlah kasus yang belum selesai digarap Timtas Tipikor, Hendarman mengatakan diserahkan penanganannya kepada rutin. “Sisa pekerjaan yang belum dapat diselesaikan diserahkan penanganannya kepada rutin, dalam arti bahwa sebagian ditangani di tingkat Polda sampai Mabes Polri, dan ada yang ditangani di tingkat Kejagung serta di tingkat Kejati maupun Kejari. Tentunya ini diharapkan dapat berjalan penanganan perkaranya secara cepat dan efisien sebagaimana yang telah dilakukan oleh Timtastipikor, ” kata Hendarman.

Hendarman menjelaskan, selama dua tahun bekerja, asal kasus yang ditangani tim tastipkor ada yang diserahkan ke Menteri Sekretariat Kabinet yaitu berjumlah 45 kasus, Kementerian BUMN sebanyak dua kasus, dan laporan masyarakat berjumlah 223 kasus. Dari jumlah kasus tersebut, yang ditangani Timtas Tipikor dan supervisi Timtas Tipikor yang putus eksekusi, sebanyak tujuh perkara.

Sementara upaya hukum yang dilakukan Timtas Tipikor, baik banding dan kasasi yang dilakukan sebanyak dua perkara, tingkat penuntutan ada 11 perkara, tingkat penyidikan ada 13 perkara, dan penyelidikan ditangani 39 kasus. “Jadi, jumlah yang ditangani Timtas Tipikor sebanyak 72 kasus,” kata Hendarman.

Selain itu, lanjut Hendraman, kasus dari laporan masyarakat yang ditangani Kejati dan Kapolda dibawah supervisi Timtas Tipikor yang putus eksekusi sebanyak satu perkara, upaya hukum 15 perkara, di tingkat penuntutan 25 perkara, di tingkat penyidikan 26 kasus, dan penyelidikan 141 kasus. “Jadi, jumlahnya 228 kasus yang ditangani di tingkat daerah.”

Rp3,95 triliun Uang Negara Diselamatkan

Selama tugasnya, Timtas Tipikor berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp3,95 triliun. Sementara keuangan aset negara yang diselamatkan di daerah adalah Rp4,1 miliar. “Jumlah seluruhnya mencapai Rp3,95 triliun.”

Sementara dari alokasi anggaran untuk operasional Timtas Tipikor yaitu sebesar Rp 41 miliar, yang terserap mencapai Rp25,8 miliar.

Hendraman menilai, Timtastipikor adalah contoh yang harus ditindaklanjuti, dan sekarang sudah ada MoU antara kepolisian dan kejaksaan untuk penanganan kasus korupsi agar tidak sampai berkepanjangan.

Di tempat yang sama, Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng mengatakan, Presiden memutuskan tidak memperpanjang atau membentuk lembaga baru sejenis Timtas Tipikor karena selama 2 tahun bertugas tim telah memberikan contoh koordinasi yang baik dalam penanganan kasus korupsi. Sejumlah kasus dugaan korupsi dapat ditangani dengan cepat, mulai di tingkat daerah sampai eksekusinya.

Menurut Andi, Presiden berharap anggota Timtas Tipikor yang kini kembali ke instansinya masing-masing dapat menularkan semangat Timtas Tipikor agar semangat pemberantasan korupsi terus berlangsung dan penanganannya lebih cepat, dan terkoordinasi.

“Presiden menyampaikan terima kasih atas apa yang mereka lakukan 2 tahun ini. Di manapun mereka berada, semangat antikorupsi agar dikembangkan di instansi masing-masing. Koordinasi agar dilakukan sehingga tidak terjadi lagi bolak-balik perkara,” kata Andi.

M. Yamin Panca Setia

Photo: Abror/presidensby.info

Presiden SBY memimpin rapat terbatas kabinet bersama Timtastipikor di Kantor Kepresidenan, Senin (11/6) siang. Rapat itu memutuskan Timtas Tipikor dibubarkan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s