KY Harus Terus Lakukan Reformasi Hukum


PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan Menteri Hukum dan HAM dan Komisi Yudisial agar segera menyelesaikan pembahasan Rancangan Undang Undang (RUU) tentang Komisi Yudisial (KY) bersama DPR.

Harapan Presiden itu terkait keputusan Mahkmah Konstitusi (MK) yang membatalkan beberapa pasal mengenai wewenang KY dalam pengawasan hakim sehingga proses pengawasan hakim tidak berjalan optimal.

”Presiden memberikan respon supaya revisi UU KY menjadi prioritas oleh pemerintah bersama DPR. Saya akan segera membicarakan langsung kepada Badan Legislasi Nasional karena RUU KY menjadi prioritas yang akan dibahas,” kata Menteri Hukum dan HAM Andi Matalata usai mendampingi sejumlah anggota KY saat menghadap Presiden guna melaporkan kinerja satu tahun KY, di Istana Presiden Jakarta, kemarin (11/6).

Andi mengatakan, pembahasan RUU KY akan lebih cepat lebih bagus. Dirinya akan segera bertemua Badan Legislasi Nasional DPR untuk menjadwalkan pembahasannya. ”Mudah-mudahan bisa selesai tahun ini.”

Di tempat yang sama, Busyro Muqqodas, Ketua Komisi Yudisial mengatakan, Presiden sangat konsern terhadap low enforcement dan prihatin terhadap keputusan hakim yang tidak adil. Dia mengatakan, Presiden prihatin karena banyak tersangka kasus ilegal loging yang dibebaskan.

Karena itu, Presiden mengharap KY terus melakukan reformasi di bidang hukum. Presiden juga mengharap agar lembaga terkait di bidang law enforcement bisa bekerja lebih sinergis dan komunikatif.

Menurut Busyro, Presiden menegaskan bahwa di Indonesia tidak ada lembaga negara yang tidak bisa dikontrol. ”Itu bahaya, semua lembaga negara dan pejabat publik harus bisa dikontrol. Presiden mengharap agar kebebasan dewasa ini tetap dikendalikan oleh hukum sebagai panglima. Presiden prihatin jangan sampai kebebasan dipanglimai oleh politik.”

Karena itu, Busyro mengharapkan agar revisi UU KY harus diselesaikan. Dalam rancangan revisi, KY memandang keputusan KY tentang sanksi kepada hakim besrifat mengikat dan disampaikan kepada Presiden, DPR dan MA. Sementara forum pembelaan diri bagi hakim yang dijatuhkan sanksi, KY mengusulkan di depan suatu majelis yang komposisinya berasal dari berbagai pihak.

Sebelum keputusan MK memangkas kewenangan KY, laporan pengaduan terkait dengan perilaku hakim yang diterima dari masyarakat, mencapai 840 kasus. KY tetap menerima pengaduan dan melakukan pemeriksaan berkas pengaduan. Karena kewenangannya memberikan sanksi dipangkas, KY hanya bisa memberikan rekomendasi sanksi kepada MA.

”Hanya sebatas rekomendasi kepada MA. Cuma dari 86 hakim yang dilaporkan ke MA, ada 20 hakim yang direkomendasikan agar diberikan sangsi ke MA, yang alhamdulillah sampai sekarang tidak ada tanggapan,” kata Busyro. Persoalan itu, lanjutnya, bisa diatasi dengan revisi UU KY.

KY juga melaporkan kepada Presiden mengenai pelaksanaan kewenangan tugasnya menyeleksi Hakim Agung. “Sekarang telah selesai menyeleksi dua tahap, dan menghasilkan 18 calon Hakim Agung yang akan disampaikan ke DPR. Juga kami sampaikan megenai kewenangan dan fungsi pengawasan terhadap hakim yang dilakukan oleh KY, antara lain merespon laporan dan pengaduan dari masyarakat serta melakukan proses pemeriksaan berkas pengaduan. Laporan yang diterima dari bulan Agustus tahun 2005 hingga saat ini berjumlah 1175,” kata Busyro Muqqodas.

Mengenai Hakim Agung, lanjut Busyro, masa kerjanya tidak bisa diperpanjang sendiri. “Menurut draft revisi UU KY yang kami ajukan, tidak ada masa perpanjangan usia pensiun. Demikian juga mengenai jumlah calon hakim Agung yang disusulkan oleh KY kepada DPR berjumlah 2 orang calon untuk satu posisi Hakim Agung yang dibutuhkan,” tambahnya.

M. Yamin Panca Setia

Photo: Abror/presidensby.info
Presiden SBY menerima Komisi Yudisial yang diketuai Busyro Muqqodas, di Kantor Kepresidenan, Senin (11/6) siang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s