Mahfud Diharap Ungkap
Keberadaan Abu Dujana


TERTANGKAPNYA Mahfud alias Yusron di Kediamannya di Desa Kabarongan, Kecamatan Kemranjen, Banyumas, akhir pekan lalu oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri, diharapkan dapat melacak keberadaan Pimpinan Jamaah Islamiah (JI) yang bernama Abu Dujana.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Polisi Sisno Adiwinoto mengatakan, Mahfud diduga kuat terlibat Jaringan JI pimpinan Abu Dujana. ”Dia orang dekat Abu Dujana,” katanya kemarin.

Mabes Polri akan terus mengembangkan informasi dari Mahfudi guna mengetahui keberadaan Abu Dujana.

”Mahfud alias Yusron telah ditangkap. Sekarang masih di sana, masih digali informasi untuk pengembangan yang lain. Dia masih ditangani petugas. Target utamanya Abu Dujana karena dia lebih dari Nurdin M Top. Mudah-mudahan ketangkap setelah menggali informasi dari Yusron. Tapi, masih dalam pengejaran. Kita terus melakukan pengembangan untuk mengetahui keberadaan Abu Dujana,” kata Sisno.

Abu Dujana diyakini menjadi ketua JI setelah banyak anggota kelompok itu ditangkap aparat. Abu Dujana diyakini pernah menjalani pelatihan senjata di Afghanistan dan telah bertemu Pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden.

Abu Dujana juga menjadi buronan Polri karena diduga ikut terlibat dalam serangan bom di Hotel JW Marriot Jakarta dan Bom Bali I tahun 2002.

Sebelumnya, Polri juga melakukan penggerebakan atas sejumlah kelompok teroris di Sleman Yogyakarta, Maret lalu yang diduga dibawah pimpinan Abu Dujana. Dalam penggerebakan itu, satu orang tewas dan empat lainnya berhasil ditangkap.

Hingga kemarin, sejumlah polisi masih berjaga di sekitar rumah Yusron. Aksi penangkapan Mahfud sempat menggegerkan warga RT 03 RW 03, Desa Kebarongan. Warga tidak menyangka Mahfud terlibat Jaringan JI pimpinan Abu Dujana.

“Kami tidak menyangka keluarga Yusron Mahfudi ditangkap polisi, selama ini mereka dikenal baik oleh warga. Dia di sini dikenal dengan nama Mahmudi atau Mahmud,” kata Kasiyem (26), tetangga Yusron kepada Antara kemarin.

Keluarga Yusron dikenal ramah terhadap tetangga dan tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan. Mahfud dikenal warga sebagai pendatang baru dan sering pergi ke luar daerah berjualan tas.

Sebelum menetap di Kebarongan, Mahfud berasal dari Ngempak RT 08 RW 02, Bulurejo, Mertoyudan, Magelang. Dia pindah ke Desa Kebarongan pada 4 Desember 2006, tetapi sebelum menempati rumah di RT 03 RW 03, dia dan keluarganya pernah tinggal di Tipar, Desa Alasmalang (Kemranjen).

Dia juga pernah tinggal di Kebarongan Teleng RT 01 RW 05 dan terakhir telah membeli tanah seluas 20 ubin (280 meter persegi) untuk dibangun rumah yang ditempatinya. Mahfud tinggal di Kebarongan bersama istri dan empat anaknya yaitu Yusuf Siddiq, Salman Faris, Hikma Shofiq, dan Fadil.

Saat ditanya sejauh mana keterlibatan kelompok Abu Dujana dengan kelompok JI yang baru ini berhasil ditangkap di Singapura, Sisno belum bisa memastikan. ”Tidak ada kaitannya. Tapi, bisa juga terkait. Tapi, ini monitor dan pengejaran oleh anggota terkait dengan Abu dujana,” katanya.

Akhir pekan lalu, Pemerintah Singapura juga berhasil menangkap empat dari lima orang yang diduga anggota JI yang diduga terlibat pemboman Bali 2002 di Indonesia, dan sejumlah serangan lainnya.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan oleh Kementerian dalam negeri Singapura, salah satu yang ditahan adalah Ishak Mohamed Noohu, anggota senior sayap Singapura JI dan pernah menjalani pelatihan militan di Filipina.

Noohu juga diduga terlibat dalam beberapa rencana JI untuk menyerang sasaran asing di Singapura dan rencana untuk membajak sebuah pesawat dan menjatuhkannya di Bandara Changi.

Pemerintah setempat juga menahan Abdul Nasheer Abdul Kader, seorang radikal yang merencanakan untuk ikut jihad di Afghanistan. ”Kasus seperti itu merupakan fenomena baru yang menyulitkan sekarang ini dari orang-orang yang meradikalkan diri sendiri, bebas dari perekrutan langsung oleh kelompok teroris yang sudah mapan”, kata kementerian tersebut seperti dikutif AFP kemarin. Lima orang itu ditahan, yang menurut Undang-undang Keamanan dalam Negeri Singapura boleh melakukan penahanan tanpa pengadilan.

Pria keenam yang berusaha untuk memudahkan pelatihan militan Abdul Basheer telah ditempatkan di bawah perintah pelarangan.

Kementerian itu juga mengatakan lima tahanan JI itu telah dibebaskan 1 Juni setelah mereka menanggapi secara positif rehabilitasi.

“Mereka dinilai tidak lagi akan menimbulkan ancaman keamanan pada Singapura yang membenarkan penahanan preventif,” kata kementerian itu.

Singapura adalah salah satu pendukung setia perang pimpinan-AS melawan terorisme dan dikatakan berada di urutan tinggi dalam daftar sasaran kelompok ekstrim internasional.

Negara itu pada masa lalu telah mengumumkan penangkapan yang diduga sejumlah anggota JI yang terlibat dalam rencana untuk menyerang sasaran asing dan lokal di Singapura termasuk Bandara Cangi.

Lebih dari 30 orang yang diduga militan telah ditahan menurut Undang-undang Keamanan dalam Negeri.

JI Empat dari lima orang yang ditangkap antara November dan April itu diduga anggota Jemaah Islamiyah (JI) yang dipersalahkan karena pemboman Bali 2002 di Indonesia di antara sejumlah serangan lainnya, kata kementerian dalam negeri.

Dewan Pembina Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) Abdul Muhaimin menilai, secara hukum penangkapan dan penembakan sejumlah kelompok islam radikal yang diduga kuat terlibat dalam gerakan JI, bisa dipahami. Namun, perlu ada pendekatan yang lebih manusia, sehingga tidak menimbulkan reaksi perlawanan.

Menurut dia, cara-cara kekerasan untuk melawan terorisme justru tidak akan menyelesaikan masalah. Abdul menilai, ada kecenderungan perlawanan terhadap terorisme tidak terlepas dari orientasi geopolitik global yang gencar dikumandangkan Amerika Serikat. Namun, pendekatan militerisme justru menciptakan situasi yang kontraproduktif.

Abdul mengharap, kampanye antiterorisme dan kekerasan harus terus dilaksanakan, dengan mengedepankan model pendekatan yang berbasis kultural.

Menurut dia, aksi terorisme terkait dengan pencernaan nilai-nilai agama yang hanya mengendepankan basis teologis dan politis sehingga spiritnya lebih memihak pada kelompok tertentu. Pemahaman yang bersifat teologis juga menyebabkan agama lebih ekslusif.

M. Yamin Panca Setia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s