Kota Religi Nan Indah


Kota Religi Nan Indah


MENGINJAKKAN kaki di Tentena, seakan berada di atas puncak. Letak geografis kota Pamona Utara yang berskala kecamatan di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah itu berada di ketinggian. Perjalanan menuju kota itu pun sangat menantang.

Harus melewati perbukitan, dengan ruas jalan yang tak terlalu lebar, dan berkelok-kelok.

Sementara di sisi jalan, terdapat jurang yang amat dalam yang kadang membuat jantung berdebar.

Namun, dengan latar belakang hutan yang amat lebat nan indah, perjalanan menuju Tentena sangat menyenangkan. Kedua mata dihiburkan oleh pemandangan alam nan indah. Dari ketinggian, sesekali mata dihadapkan laut Sulawesi yang eksotis, dan perbukitan yang tinggi menjulang.

Dari Palu ke Tentena menempuh perjalanan tujuh jam. Sebelum masuk ke Tentena, pasti melewati Poso. Di sana, mudah ditemukan santapan ikan laut bakar khas Sulawesi Tengah yang piawai ’menggoyang’ lidah. Dari Poso ke Tentena, menempuh perjalan 1,5 jam dengan menggunakan kendaraan.

Saat pagi menyapa Tentena, kala itu si bola api menaburkan sinar cerah, menyapu embun di rerumputan dan dedaunan. Udaranya begitu sejuk. Semilir angin pun meneduhkan. Kicau burung terdengar menghiburkan. Benak pun menjadi segar saat memandang keindahan Danau Poso dan perbukitan yang tinggi menjulang. Seakan mendindingi kota Tentena.

Danau Paso menghampar luas layaknya lautan. Danau tersebut ketiga terbesar yang ada di Indonesia. Membentang dari utara ke selatan sepanjang 32 km dan lebar 16 km, dengan kedalaman sampai dengan 510 meter, dan terletak pada ketinggian 657 meter di atas permukaan laut.

Airnya bening. Saat kaki menginjakkan tepian danau itu, terlihat jelas ikan-ikan kecil yang sedang berenang.

Dari kejauhan, terlihat patung Yesus berwarna putih yang berada di pinggir danau. Untuk menuju patung Yesus tersebut, harus melewati jalan aspal yang sempit. Jalurnya agak menantang karena melewati perbukitan. Di samping jalan itu terdapat jurang yang amat dalam.

Patung tersebut tingginya sekitar 8 meter. Di bawah kaki patung Yesus itu tertulis Monumen Watu Pangaasa Angga Amanat Dirjen Pariwisata Yoop Ave, Prakarsa Yavet’s (Pamona Indah).

Patung itu didirikan tanggal 4 Juli 1990. Patung itu menjadi simbol jika agama Nasrani menjadi agama yang mayoritas diyakini warga Tentena. Ada sebuah bilik di samping patung itu. Namun, kondisinya sudah rusak. Lokasi tersebut sepertinya jarang didatangi dan terkesan tak terawat.

Dari Patung Yesus tersebut, semakin jelas indahnya Danau Poso.

Danau Poso terletak pada posisi strategis lintasan perjalanan Trans Sulawesi antara Toraja dan Poso.

Sebelum konflik antaragama pecah di Poso dan Tentena, Danau Poso selalu ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Selain menikmati keindahan Danau Poso, wisatawan juga disuguhi kreasi seni dan budaya saat digelar Festival Danau Poso tiap tahunnya.

Sayang, keindahan Tentena jarang dilangsir oleh media. Tentena terkenal bukan karena keindahannya. Namun, karena kisah kelabu konflik bernuasa agama yang berlangsung delapan tahun lamanya—yang ramai disiarkan media massa.

Peristiwa mencekam yang mengeksploitasi kekerasan itu tak hanya dilangsir media cetak lokal dan nasional. Namun, juga ramai diberitakan media internasional.

Di kala malam, gelap menyelimuti Tentena. Di sana, sarana penerangan jalan sangat kurang. Wajar, jika kemudian aktivitas warga di kala malam tak begitu menggeliat di sekitar jalan. Rumah warga umumnya sudah pada tutup. Padahal, jarum jam baru menunjuk angka 20.35 WITA.

Namun, warga Tentena, Poso maupun Palu tak lagi akan merasakan kegelapan. Karena pada Rabu pekan lalu (2/5), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, meresmikan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tawaeli di Palu.

Peresmian tersebut sekaligus diarahkan untuk meningkatkan konversi penggunaan bahan baku minyak (BBM).

PLTU Taweili sudah dibangun sejak 2004, untuk tahap pertama unit 1×15 MW sudah beroperasi secara komersial tahun lalu, dan pada tahap dua unit 1×15 MW akan dioperasikan pada Juli 2007.

Dalam peresmian PLTU itu, Presiden didampingi sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu seperti, Menteri ESDM Poernomo Yusgiantoro, Menneg BUMN Sugiharto, Menteri PU, Joko Kirmanto dan juga Dirut PLN Eddie Widiono. Nilai investasi dalam proyek pembangunan kelistrikan yang melibatkan pihak swasta itu mencapai 29,5 juta dolar AS.

Di kala malam, aktivitas warga kala itu lebih banyak ditemukan di gereja. Dari kejauhan, terdengar nyanyian puji-pujian buat Tuhan Yesus dan Khotbah kedamaian yang diserukan pendeta.

Tentena memang merupakan kota yang dihuni oleh mayoritas warga yang memeluk agama Kristen dan Katholik. Itu terlihat dari banyaknya gereja—yang bisa ditemukan di setiap sudut jalan. Di Pamona Utara, banyak berdiri megah gereja dengan pelbagai aliran.

Kuantitas pemeluk Kristen yang menghuni kota itu bertambah pascakerusuhan karena sebagian besar para pengungsi Kristen dari Kota Poso hijrah ke Tentena dan sekitarnya. Di jalur jalan Kota Poso ke Tentena, mayoritas penduduknya pemeluk Kristen. Hanya beberapa kilo meter keluar kota (Kasintuwu, Kawua, Rononuncu), sudah wilayah hunian Kristen.

Penduduk Kecamatan Pamona Utara terdiri atas orang-orang pegunungan. Mereka datang juga dari Kecamatan Pamona Selatan dan dari kecamatan-kecamatan Mamasa dan Tana Toraja, yang lebih di selatan (di Sulawesi Selatan).

Meski Tentena dihuni mayoritas agama Kristen, tatkala panggilan sholat, gema azan yang keluar dari speaker Mesjid Baitullah, terdengar jelas.

Berdirinya Majelis Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) di Tentena merupakan bukti jika Tentena dipilih menjadi pusat kegiatan kalangan Kristen sejak lama. Di depan kantor Sinode GKST itulah berdiri Rumah Sakit GKST (di barat jalan raya), yang pada saat kerusuhan menjadi tempat merawat korban korban kerusuhan.

Dari sisi sejarah, kehadiran gereja Sulawesi Tengah tidak terlepas dari peran dua tokoh penyebar Injil yaitu Dr. Alb. C. Kruyt dan Dr. N. Adriani. Keduanya diutus oleh NZG dan Lembaga Alkitab Belanda. Awalnya, NZG ingin memberitakan Injil bukan ke Teluk Tomini, di mana Poso terletak. Namun, dia mengusahakan penyebaran Injil ke daerah Gorontalo.

Di Gorontalo, sudah terdapat jemaat kecil yang terdiri dari orang-orang Minahasa. Penyebaran Injil pusat mengharapkan supaja Injil dapat disebar oleh para jemaat tersebut.

Kruyt memulai pekerjaannya di Gorontalo pada tahun 1891. Tetapi tidak ada harapan apapun untuk memperkembangkan penyebaran Injil di daerah itu. Warga Gorontalo pada umumnya sudah memeluk agama Islam sehingga pengkristenan di daerah itu tidak maksimal. Lalu, dia pun beralih ke Sulawesi Tengah untuk menjalan misi keagamaannya.

Bersama Adriani, Kruyt selama 17 tahun untuk melakukan penyelidikan bahasa serta adat istiadat secara mendalam. Proses pengkristenan dilakukan secara damai, tanpa ada pemaksaan. Sebelum orang-orang yang pertama dapat dibaptiskan, Kruyt terlebih dahulu meminta izin oleh orang yang berkuasa guna mencegah supaja mereka yang dibaptis tidak dikucilkan dari lingkungannya.

Papa I Wunte seorang kepala kampung dekat Poso merupakan orang pertama yang mengambil keputusan untuk masuk Kristen. Sebelumnya, Wunte adalah teman karib Kruyt. Setelah itu, pengkristenan terhadap daerah itu pun berjalan amat lancar.

Pada hari Natal 1909 dibaptiskanlah 180 orang di kawasan itu. Pembabtisan juga berhasil dilaksanakan di suku Napu, Besoa dan Bada.

Pada tahun 1929, Kruyt juga membuka sebuah sekolah guru di situ. Pendidikan guru-guru sangat diperlukan untuk memperluas penginjilan dan pendidikan pendeta baru yang di mulai pada tahun 1940 di Tentena.

Dengan latar belakang sebagai kota religis, warga Tentena sejatinya diharapkan dapat hidup dalam kedamaian. Selaras dengan damainya alam yang dianugerahi Tuhan kepada warga Tentena.

Seperti seruan Presiden saat berkunjung ke Tentena awal pekan lalu.”Salah satu ajaran Kristen adalah cinta kasih dan perdamaian. Karena itu, hiduplah dengan sikap dan tindakan saling mencintai, dan kasih mengasihi satu sama lain, serta menegakkan perdamaian kepada sesama manusia sebagai mahluk yang sama sebagai ciptaan Tuhan,” harap Presiden.

M. Yamin Panca Setia

Photo: http://www.infokom-sulteng.go.id

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s