Rekrutmen KPU Agar Libatkan Tim Independen


SEJUMLAH kalangan menilai perlu dibentuk tim independen yang terlibat dalam proses rekrutmen keanggotaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sehingga lembaga penyelenggara Pemilu tersebut dapat independen melaksanakan tugasnya.

Rekrutmen keanggotaan KPU yang hanya melibatkan unsur pemerintah dan DPR dikhawatirkan keanggotaan KPU tidak independen sehingga tidak maksimal dalam menyelenggarakan Pemilu 2009 yang demokratis.

Direktur Eksekutif Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Ray Rangkuti mengatakan proses rekrutmen keanggotaan KPU seperti yang diatur dalam Rencangan Undang-undang (RUU) insiatif DPR, tak jauh berbeda dengan pola pola rekrutmen keanggotaan KPU seperti diatur dalam UU No.12 Tahun 2003.

Dalam pasal 19 UU tersebut dijelaskan calon anggota KPU diusulkan oleh Presiden untuk mendapat persetujuan DPR untuk ditetapkan sebagai anggota KPU. Sementara calon anggota KPU Provinsi diusulkan oleh gubernur, dan calon anggota KPU Kabupaten/Kota diusulkan oleh bupati/walikota.

Berdasarkan aturan tersebut, Ray menilai tidak bisa menjamin keanggotaan KPU yang diseleksi DPR lewat usulan Presiden dapat independen. “Tidak ada jaminan akan lebih independen karena proses rekrutmen di DPR berkaitan dengan kepentingan partai politik bagi anggota DPR untuk menguasai KPU,” katanya.

Karena itu, Ray mengharap agar dibentuk tim independen yang bertugas merekrut keanggotaan KPU sehingga lembaga tersebut dapat mandiri dan tidak terbawa kepentingan partai politik.

Sementara itu, Pengamat Politik dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Tommy Legowo mengatakan keanggotaan KPU yang sekarang tidak masalah dipertahankan.

“Namun, yang perlu untuk ditingkatkan adalah pengawasan terhadap kinerja guna menjaga integritas dan independensinya sebagai lembaga penyelenggara Pemilu.” Menurut dia, keanggotaan KPU tahun lalu cukup independen.

Tommy menambahkan pelaksanaan Pemilu 2009 adalah persoalan yang menuntut tanggungjawab seluruh stakeholder tidak hanya dari partai politik dan pemerintah saja. Karena itu, dia menyarankan agar elemen masyarakat menjadi pengawas dan terus mendesak pemerintah dan DPR agar segera merampungkan peraturan yang dapat menjamin terselenggaranya Pemilu yang demokratis.

Direktur Eksekutif Centre for Electoral Reform (CETRO) Hadar Navis Gumay mengatakan proses rekrutmen lewat usulan Presiden yang kemudian diseleksi di DPR cukup baik. Namun, dalam proses rekrutmen awal tetap harus melibatkan tim tersendiri.

Menurut dia, KPU harus menjadi lembaga penyelenggara pemilu harus benar-benar independen, mandiri, bersikap non partisan, professional, dan memiliki integritas. “Itu sangat dibutuhkan dalam penyelenggaran pemilu, jika tidak ini bisa kacau,” ujarnya.

Jadi, lanjutnya, rekrutmen tidak bisa melibatkan pemerintah dan DPR saja. Menurut dia, publik berhak mengetahui dan berpartisipasi dalam menentukan calon kandidat anggota KPU dengan mempertimbangka independensi, dan integritas terhadap demokrasi.

Bahkan, Tommy justru menilai seharusnya pemerintah dan DPR tidak perlu ikut campur dalam proses rekrutmen keanggotaan KPU. “Bikin saja (tim, red) yang betul-betul dari luar sehingga dijamin dapat merekrut anggota KPU lebih independen. Tapi, rasanya sulit, karena tarik menarik politik sangat kuat.”

Tim independen juga harus dibentuk untuk merekrutmen keanggotaan KPU di semua daerah. Saat ini, katanya, proses rekrutmen KPUD yang hanya melibatkan dua orang unsur pemerintah, dua orang dari DPRD dan satu orang dari KPUD tidak menjamin lembaga itu independen. “Itu tidak independen, seharusnya tidak perlu ada unsur pemerintah dan DPRD karena mereka pemain politiknya.”

CETRO sudah mengusulkan perlunya pembentukan tim independen tersebut. Namun, belum ada respon dari pemerintah dan DPR.

M. Yamin Panca Setia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s