Pemilu 2009 Semakin Mendekat

KPU Harus Segera Dibentuk

PEMERINTAH dan DPR diminta segera membentuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengingat Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 sudah semakin dekat. Keterlambatan pembentukan lembaga penyelenggara Pemilu dikhawatirkan akan menghambat kelancaran pelaksanaan Pemilu 2009.

Direktur Eksekutif Centre for Electoral Reform (CETRO) Hadar Navis Gumay mengaku pesimis Pemilu 2009 dapat berlangsung lebih lancar daripada Pemilu 2004 karena hingga kini belum terbentuk KPU, padahal Pemilu 2009 sudah semakin dekat.

Menurut dia, pada persiapan pelaksanaan Pemilu 2004 saja, KPU telah diberikan waktu selama tiga tahun mempersiapkan pesta politik ‘maha akbar’ tersebut. Namun, lembaga tersebut kurang maksimal dan dihadapi kendala pelaksanaan karena kerjanya diburu deadline. Akibatnya, anggota KPU terpaksa turut serta dalam hal teknis seperti pengadaan barang logistik yang seharusnya bukan tugas anggota KPU.

“Bisa saja nanti mereka dipenjarakan lagi karena waktu yang mepet, terpaksa mengurusi logistik, lalu main potong kompas yang menyebabkan mereka dipenjarakan,” ujarnya di Jakarta kemarin.

Menurut Hadar, jika melihat dari proses pembahasan Rancangan Undang Undang (RUU) Penyelenggaraan Pemilu yang diusulkan DPR yang diperkirakan akan selesai akhir tahun ini, KPU baru terbentuk sekitar April 2007.

Dalam rentan waktu yang hanya dua tahun itu, Hadar mengaku pesimis KPU dapat menyukseskan Pemilu 2009.

Pasalnya, selain mengatur tahapan pelaksanaan Pemilu, KPU juga harus terlebih dahulu menata internal kelembagaannya dan pengkajian kembali subtansi UU Pemilu sebagai acuan bagi lembaga tersebut dalam menyelenggarakan Pemilu 2009.

“Jadi, ini (Pemilu 2009, red) tidak lebih baik daripada Pemilu 2004 sehingga pemerintah dan DPR harus diingatkan,” katanya di Jakarta kemarin.

Karena itu, dia mengharap Presiden dapat segera menerbitkan Amanat Presiden (Ampres), dan mendesak Departemen Dalam Negeri (Depdagri) segera menyelesaikan DIM RUU Penyelenggaraan Pemilu bersama DPR sehingga dapat segera menghasilkan UU.

“Kapan akan keluar Ampres dan Diem-nya, jika tak jelas terbitnya, diperkirakan Pemilu 2009 jauh lebih buruk daripada kondisi menjelang persiapan Pemilu 2004.” Dalam rentan waktu yang sangat singkat, Hadar menilai Pemilu 2009 akan diwarnai politik dagang sapi.

“Idealnya tiga tahun masa kerja KPU. Seharusnya, KPU Pemilu 2009 terbentuk tahun kemarin, ini sudah diperpanjang enam bulan.”

Menurut dia, Depdagri kelihatan kurang responsif membahas RUU Penyelenggaran Pemilu Insiatif DPR. Sementara DPR terlambat memasukan ke pemerintah. seharusnya, kata Hadar, KPU sudah terbentuk tahun lalu.

Masih dibahas

Saat dikonfirmasi Jurnal Nasional soal keterlambatan pembentukan KPU tersebut, Direktur Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik Departemen Dalam Negeri, Sudarsono Hardjosoekarto mengatakan pembentukan KPU tinggal menunggu penyelesaian pembahasan RUU Penyelenggara Pemilu inisiatif dari DPR yang sudah masuk ke pemerintah.

Menurut dia, RUU tersebut sejak tiga bulan lalu sudah diterima pemerintah. “Kita masih membahas RUU insiatif dalam bentuk daftar inventarisasi masalah (DIM),” ujarnya di Jakarta kemarin.

Namun, Sudarsono tidak dapat memastikan kapan pembahasan soal diem dapat diselesaikan. Dia juga tidak dapat memastikan KPU Pemilu 2009 dapat terbentuk tahun ini, atau hingga pertengahan tahun 2007. “Ya jelas, saya tidak bisa komentar dulu, karena masih menunggu selesainya pembahasan RUU itu,” katanya singkat.

Subtansi yang terkandung dalam RUU penyelenggara pemilu inisiatif DPR adalah mengatur soal pembagian kewenangan KPU. Pada Pemilu 2009, KPU tidak punya wewenang dalam mengatur soal teknis penyediaan logistik, namun hanya seputar pembuatan kebijakan hingga implementasi tahapan-tahapan pelaksanaan pemilu. Untuk urusan logistik, RUU tersebut mengusulkan agar ditangani Sekretariat KPU.

Direktur Eksekutif Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Ray Rangkuti mengatakan pemisahan wewenang itu akan mengarahkan KPU lebih terkonsentrasi pada persiapan Pemilu 2009, dan tidak turut serta dalam hal teknis. Namun, dia mengaku pesimis, KPU dapat maksimal menyelenggarakan Pemilu 2009 karena waktunya yang amat singkat.

M. Yamin Panca Setia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s