Banjir Menyusut

Wabah Penyakit Merebak

BENCANA banjir yang menghantam warga DKI Jakarta meninggalkan sejumlah persoalan. Sejumlah penyakit mulai menyerang warga yang di kawasan yang terserang banjir.

Wakil Ketua Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Salimar Salim mengatakan, total pengungsi yang terjangkiti penyakit sebanyak 27.381 orang. Para korban itu masih dilayani 224 posko kesehatan yang didirikan oleh Dinkes DKI.

Sebanyak 130 kasus diare kini sudah ditangani di rumah sakit. Sementara penderita ISPA hanya diobati di posko. Para korban banjir yang menderita sakit semuanya dibebaskan biaya—termasuk yang dirawat di rumah sakit jika mendapat rujukan dari posko kesehatan dan keterangan RT/RW.

Sementara Departemen Kesehatan mengumumkan, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir yang melanda Jakarta, Banten dan Jawa Barat, sebanyak 54 orang. Sedangkan jumlah pengungsi mencapai 263.009 jiwa. Pasien rawat jalan sebanyak 33.812 jiwa dan yang dirujuk sebanyak 43 orang.

Banjir memang mulai menyusut. Namun, wabah penyakit terus merebak. Di Kelurahan Bendungan Hilir, setelah 6 hari dihadapi banjir, Sudirman, tokoh masyarakat sekitar, mengatakan banyak warga yang mulai terserang penyakit.

”Tak sedikit anak-anak yang terserang diare. Banyak warga yang terserang muntaber, demam dan gatal-gatal,” katanya saat dijumpai di posko penanggulangan banjir yang dibangun Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Di Posko itu memang tersedia obat-obatan. Namun, ala kadarnya. Selain itu, tak ada kesibukan petugas medis yang meladeni warga. Yang ada cuma beberapa warga korban banjir yang tidur di posko itu.

”Obat-obatan kurang, hanya ada untuk flu, demam, dan diare” kata Sudirman. Di sana, warga hanya bisa menunggu air surut. Tidak ada upaya dari petugas untuk segera menyedot air agar masyarakat dapat kembali ke rumahnya.

Di Manggarai Utara, sejumlah warga korban banjir yang memadati jalan kampung lantaran rumahnya masih digenangi air, mulai dijangkiti penyakit.

Sejumlah warga yang diminta komentar banyak mengeluh lantaran terserang gatal-gatal, demam, flu, dan diare. ”Kaki nih gatal-gatal, dan pegal,” ujar seorang wanita lanjut usia yang tengah antre mendapatkan obat yang sediakan Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta lewat puskesmas keliling.

Tak sedikit masyarakat yang mengeluh karena pusing, gatal-gatal, pegal dan terserang diare. ”Tapi, belum jelas jumlahnya,” kata petugas kesehatan yang tengah melayani warga. Dia menyakinkan obat-obatan aman tersedia.

Rentannya masyarakat terserang penyakit karena keadaan lingkungan di sekitarnya sangat kotor dan semraut. Di Manggarai masyarakat pada ngemper di jalan. Untuk mengantisipasi kelaparan, warga membangun dapur umum yang menyediakan makanan gratis.

Sementara di Manggarai Utara II, tepatnya di Jl Slamet Riyadi, kondisi begitu semrawut. Banyak ditemukan tumpukan kayu, motor, pakaian, tempat tidur, dan barang lainnya memenuhi trotoar dan agak menghalangi jalan.

Sejumlah korban banjir juga terpaksa menjadikan trotoar sebagai tempat istirahat, sekaligus tempat mengumpulkan barang yang berhasil diselamatkan. Banyak warga yang tidur pulas, tak peduli bisingnya debu dan bisingnya kendaraan yang melintasi jalan tersebut. Ada juga warga yang meminta bantuan dari setiap pengguna kendaraan yang melintas.

Ani, ibu tiga orang anak yang berusia 40 tahun mengatakan, bersama keluarganya ia terpaksa tidur di jalan karena rumahnya masih tenggelam. Banjir juga telah menghanyutkan sejumlah harta miliknya. ”Banjir tahun ini melebihi tahun 2002,” akuinya.

Anaknya pun terserang diare dan demam. ”Ada sih bantuan, tapi lokasinya sangat jauh di Kampung Melayu,” katanya mengeluh. Di Manggarai, warga korban banjir juga memadati SD Kebon Manggis.

Rustam S. Pakaya, MPH, Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan kemarin mengatakan telah dilakukan evakuasi korban, mendirikan pos kesehatan di 120 titik pengungsian, menggerakkan 33 tim medis beserta ambulans emergency dan perahu karet. Pelayanan kesehatan juga dilakukan dengan menggunakan mobil klinik.

Depkes juga memberikan bantuan berupa 35 paket obat siaga banjir, 2 box Cotrimoxazol, 14 box vitamin B. Kompleks dan 6 box Aminofilin, 32 ton makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI), 500 dos mie instant, 1.000 nasi kotak, memobilisasi 30 unit perahu karet, emergency kit, tenda dan sepatu bot.

Untuk antisipasi kejadian luar biasa (KLB), Ditjen PP dan PL Depkes memberikan job training bagi jajaran Dinkes Jakarta dan Kesehatan TNI agar mampu melakukan upaya penjernihan dan disinfektan air dan pengendalian vector terutama di 14 titik lokasi pengungsian.

Selain itu, diberikan pula dukungan logistik seperti penjernih air cepat, insektisida vector penyakit (lalat dan nyamuk), serta kantong sampah untuk untuk kebutuhan 10 hari.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Wisnu Subagya Yusuf mengaku pihaknya sudah mendorong upaya pemompaan kawasan yang tergenang air. ”Kita sudah mendorong ke sana. Di kawasan masyarakat (yang tergenang, red) bisa diupayakan,” katanya.

Dinas PU sudah mengoperasikan pompa sebanyak 80 unit yang ditebar di sejumlah lokasi rawan genangan. Namun, katanya, upaya pemompaan juga terkait dengan Kali Banjir Kanal. ”Kalau alirannya sudah normal, air terjebak, nah ini kita pompa. Tapi kalau kali masih bermasalah, mau kita pompa ke mana. Membuang ke mana,” katanya kemarin.

Menurut dia, semua tidak ada masalah. Di Pluit, Cideng dan Rawa Badak, Underpass Cawang, pemompaan sudah dilakukan. ”Jadi, kalau ada foldernya kita dapat pompa. Semua sudah kita upayakan dan kita dorong, yang di Jakarta Barat sudah kita dorong, greenfill sudah kita pompa. Tapi, kalau grogol ya kita tunggu mengalir ke sungai,” katanya.

Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan penampungan massal agar dapat menampung para pengungsi yang tersebar di 540 posko di seluruh wilayah Jakarta. Di Jakarta Pusat, penampungan ditempatkan di Parkir Timur, Senayan dengan penangungjawab Kostrad. Di Jakarta Selatan, penampungan ditempatkan di Tebet dan Selapa Polri, Pasar Jumat, dengan penanggungjawab Polda Metro Jaya.

Di Jakarta Timur, para pengungsi akan ditempatkan di Lapangan Sepakbola Urip, dengan penanggung jawab Koops TNI AU I. Sementara pengungsi di Jakarta Utara akan ditempatkan di Kantor Kecamatan Cilincing, dengan Armabar menjadi penanggung jawab. Korban banjir di Jakarta Barat, ditempatkan di Lapangan Daan Mogot Baru, dengan penanggung jawab Kodam Jaya.

Menurut Gubernur DKI Jakarta tenda juga ditambah, dan menyediakan mobil pemadam kebakaran untuk membersihkan lumpur-lumpur yang dibawa air banjir di jalan-jalan. Sutiyoso mengimbau masyarakat agar segera pindah ke tempat pengungsian yang telah disediakan.

TNI juga telah menerjunkan 4.225 personel dari AD, AL dan AU untuk membantu evakuasi korban banjir di Jakarta dan sekitarnya. Dari unsur TNI AD dikerahkan 3.537 personel, 65 buah sekoci karet, 5 tim kesehatan, 83 truk dan 7 unit dapur umum.

Sedangkan dari unsur TNI AL dikerahkan 648 personel, 62 sekoci karet dan 61 truk. Sementara TNI AU mengerahkan 400 personel, 2 helikopter Super puma, 8 sekoci karet dan tenda lapangan. Personil TNI itu akan melakukan evakuasi, penyelamatan warga, pelayanan kesehatan, dan pengiriman logistik terhadap masyarakat yang terkena musibah banjir.

Sementara Batalyon Kesehatan Kostrad dibawah pimpinan Komandan Batalyon Kesehatan Letkol CKM Ben Yura Rimba telah mengerahkan 5 Tim Kesehatan untuk melaksanakan pengobatan di 5 titik rawan diantaranya, di wilayah Pengadegan, Bidara Cina, Jati Pulo, Kwitang Jakarta dan di Ciledug Tangerang. TNI juga membangun 4 Posko utama siaga banjir di Kodam Jaya, Koarmabar, Kolinlamil, dan Lanud Halim Perdanakusuma.

Sementara Pusat Pengendalian Krisis (PPK) Departemen Kesehatan (Depkes), telah membuka 245 pos kesehatan (Poskes). PPK Depkes juga telah memasok empat ton obat-obatan dan sembilan ton Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI), biskuit yang telah didistribusikan ke pengungsi.

Lima tim kesehatan (Timkes) yang dilengkapi ambulans, perahu karet, obat, dokter, perawat, serta tim P2PL juga diturunkan untuk mencegah kejadian luar biasa (KLB) penyakit.

Dari Pintu Air Manggarai, air mulai surut. Transportasi berlangsung lancar.

Pardjono, operator Pintu Air Menggarai mengatakan, ketinggian air saat ini mencapai 870 cm, sementara ketinggian normal 750 cm. Tadi malam, saat hujan lebat, ketinggian air mencapai 970 cm. Tapi, tidak menyebabkan banjir karena hujan tadi malam bersifat lokal.

Menurut dia, ketinggian air hingga mampu menenggelamkan Jakarta tergantung dengan ketinggian air dari Depok. ”Saat ini, ketinggian air di Depok 215 cm,” katanya kepada Jurnal Nasional saat dijumpai di Kantor Pos Pengendalian Banjir Pintu Air Manggarai kemarin. Saat banjir besar menghantam Jakarta beberapa waktu lalu, ketinggian air mencapai 1.090 cm.

Sementara di Depok ketinggiannya mencapai 465 cm. Pardjono mengatakan, untuk mengantisipasi banjir, petugas hanya bisa menjaga agar arus sungai berlangsung lancar dengan membersihkan pintu air dari sampah.

Namun, saat mengamati pintu air, masih banyak sampah yang menumpuk. Tak terlihat kesibukan petugas yang memunguti sampah. Yang terlihat hanya sejumlah pemulung yang tak hentinya mengail barang-barang bekas yang terhanyut oleh derasnya arus.

Sejumlah kawasan yang tergenang air sudah menyusut. Di perempatan lampu merah Jl Sultan Agung Terusan Jakarta, samping BNI, air setinggi lebih dari 1 meter telah menyusut setelah dipompa Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Pemprov DKI Jakarta.

Sementara di Grogol, tepatnya di Citraland, depan Universitas Trisakti, transportasi kembali lancar setelah genangan air setinggi 60 cm menyusut. Air yang menggenangi rumah warga juga mulai menyusut. Namun, warga dihadapi persoalan lumpur.


Pemadaman Berkurang

Sementara itu, PT PLN terus berupaya menghidupkan gardu induk (GI) Gambir Baru yang padam akibatnya banjir yang melanda DKI Jakarta.

Pemulihan GI tersebut dilakukan agar PLN dapat menghidupkan kembali sejumlah gardu distribusi yang sengaja dipadamkan guna menghindari masyarakat dari sengatan listrik.

Hingga kini masih ada dua GI yang belum beroperasi yaitu GI Gambir Baru milik PLN dan GI Fajar Surya Wisesa milik konsumen. Sementara GI Pulogadung, GI Penggilingan, dan GI Kembangan di Cibitung, Bekasi sudah beroperasi. BUMN tersebut juga terus berusaha menghidupkan sejumlah gardu distribusi yang padam.

Juru Bicara PT PLN Mulyo Adji mengatakan, berdasarkan laporan terakhir, jumlah gardu distribusi yang padam sebanyak 980 gardu. Sejumlah wilayah di Jakarta yang masih padam antara lain: Cempaka Putih, Pulo Mas, Yos Sudarso, Sunter, Kelapa Gading, Bendungan Hilir, Bandengan, Pasar Baru, dan Tanah Abang.

PT PLN sebelumnya mengumumkan—dalam hari yang sama (7/2)—sebanyak 1096 gardu distribusi yang padam lantaran banjir. Lalu menyusut menjadi 1.020 gardu—yang sedikitnya dapat melayani distribusi listrik kepada 300 ribu pelanggan PLN.

Gardu-gardu tersebut memasok pelanggan listrik di Area Jaringan Gambir, Kota Priok antara lain: Jl Printis Kemerdekaan, Cempaka Putih, Rasuna Said, Yos Sudarso, Sunter, Kelapa Gading, KI Pulogadung, KBN, Marunda, Pejompongan, Benhil, Kapuk, Tubagus Angke, Jelambar, Bandengan, Psr Baru, Tanah Abang, Grogol dan Gunung Sahari.

Untuk PLN Area Jaringan Kramat Jati dan Jatinegara, daerah yang padam terdiri dari Cipinang Indah, Kali Malang, Jatinegara, Kampung Melayu, Kalibata dan Pd Kopi.

Untuk PLN Area Kebayoran terdiri dari Gatot Subroto, Mampang, Puri Kembangan, Kebun Jeruk, Cileduk, Bangka, Ampera, Kemang, Pesanggrahan, Bintaro, Pondok Aren, Cipulir.

Sementara untuk PLN Area Jaringan Tangerang, antara lain KI Cikupa, Balaraja, Kalisabi, Green Garden, Semanan, Rawa Buaya, Tegal Alur, Duri Kosambi, Perumnas 3, Daan Mogot, Pondok Arum, Total Persada dan Pasar Kemis, Mauk, Sepatan, Pondok Arum, Bugel Mas dan Sangiang.

Jika kondisi air sudah menyurut dan secara teknis tidak ada permasalahan pada peralatan di Gardu, maka PLN akan menormalkan kembali pasokan listriknya.

Menurut Mulyo, dengan berkurangnya jumlah gardu distribusi yang padam, maka kemampuan PLN dalam menyalurkan daya listrik semakin meningkat. ”Sekarang pemenuhan kebutuhan listrik tidak ada masalah, tinggal mana yang perlu dinyalakan, kita nyalakan,” ujarnya kepada Jurnal Nasional kemarin.

Dia mengatakan, PLN masih terus berupaya agar dapat menghidupkan GI Gambir Baru. Jika gardu tersebut bisa segera dinyalakan, maka wilayah-wilayah tersebut bisa dinyalakan. ”Kita sekarang, sedang berusaha menyalakan Gambir Baru, kita sedang tes, ada tidak alat-alatnya yang rusak,” katanya.

GI Gambir Baru tidak dapat beroperasi karena masih tergenang air. Gardu tersebut sempat beroperasi pada hari Minggu, tetapi pada Senin pagi tembok pembatas sungai di sebelahnya roboh sehingga air masuk dan terpaksa dipadamkan lagi.

Mulyo mengatakan, pemadaman dilakukan karena berdasarkan pengalaman saat banjir besar pada tahun 2002, sebanyak 1.800 gardu yang dipadamkan, dan membutuhkan waktu 10 hari untuk pemulihannya. Pada musibah banjir tahun 2007 ini, PLN sebelumnya telah memadamkan 2.200 gardu distribusi.

”Namun, kita bertekad, ingin bisa lebih cepat menghidupkan kembali. Diharapkan dalam seminggu, dapat selesai dan mudah-mudahan bisa lebih cepat. Kunci penghidupan gardu adalah seminggu setelah air surut,” katanya.

Meski demikian, kata Mulyo, jika banjir terus melanda, PLN terpaksa memadamkan gardu sehingga dipastikan pemadaman akan meluas.

Akibat banjir, kerugian instalasi dan fisik yang dialami PLN tidak terlalu signifikan karena gardu yang teredam tinggal dicuci dan dikeringkan dan dapat beroperasi kembali. Namun, Mulyo mengatakan, padamnya gardu menyebabkan PLN mengalami revenue loss karena PLN tidak dapat menjual daya listrik karena padamnya listrik.

Secara terpisah, Eddie Widiono, Direktur Utama PT PLN mengatakan, pemadaman masih dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat dari sengatan listrik karena masih ada rumah yang tergenang banjir.

Eddie mengatakan, PLN belum bisa menghitung kerugian yang dialami karena masih ada beberapa infrastruktur milik PLN yang terkena banjir. Namun, dari perhitungan sementara PLN mengalami revenue loss sebesar Rp17 miliar per hari.

PLN telah menerjunkan 500 petugas dari PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tanggerang dan dibantu petugas dari Distribusi Jawa Barat dan Jawa Tengah untuk memperbaiki kerusakan.

Selain itu, Eddie menambahkan, PLN memberikan reduksi 10 persen dari biaya beban rekening listrik kepada pelanggan yang terkena pemadaman lebih dari tiga hari berturut-turut.

M. Yamin Panca Setia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s