Jangan Ragu Berinvestasi di Indonesia

AWAL November lalu, pertemuan antara calon investor dengan pemerintah yang dibingkai dalam acara Indonesia Infrastructure Conference & Exhibition (IICE) 2006 di Jakarta, berhasil digelar. Dalam forum yang dihadiri sekitar 1.050 peserta dari 30 negara tersebut, Indonesia kembali menyakinkan kepada investor agar tak sungkan berinvestasi di Indonesia.

Sejumlah mega proyek infrastruktur di Indonesia ditawarkan ke investor. Selain 10 model proyek senilai US$4,4 miliar, Indonesia juga menawarkan 111 potensi proyek lainnya senilai US$14,7 miliar.

Sejumlah proyek tersebut, di antaranya, 20 proyek jalan tol sepanjang 861 km senilai US$5,3 miliar—dua di antaranya merupakan model proyek senilai US$1,037 miliar, 13 proyek air minum dengan kapasitas mencapai 4.000 liter per detik, senilai US$509,34 juta—tiga di antaranya merupakan model proyek kapasitas 1.850 liter per detik senilai US$108,4 juta.

Indonesia juga menawarkan 36 proyek pembangkit listrik senilai US$4,527 miliar—dua di antaranya merupakan model proyek senilai US$1,475 miliar, 4 proyek merupakan proyek tender ulang senilai US$730 juta, dan 30 proyek senilai US$2,322 miliar yang merupakan proyek percepatan pembangunan pembangkit listrik batu bara yang akan dilakukan melalui kontrak EPC dengan PT PLN.

Sebanyak 12 proyek perpipaan gas potensial senilai US$2,855 miliar juga ditawarkan. Proyek perpipaan itu terdiri 7 proyek pembangunan distribusi sepanjang 840 km senilai US$765 juta, serta 5 proyek jaringan transmisi sepanjang 1.919 km senilai US$2,090 miliar.

Di bidang transportasi, 29 proyek senilai lebih US$5,120 miliar yang terdiri dua proyek model senilai US$274 juta dan potensi proyek lainnya di bidang kepelabuhan, bandara, dan perkeretaapian senilai lebih dari US$4,846 miliar.

Di bidang telekomunikasi, ditawarkan satu model pembangunan Palapa Ring senilai US$1,517 miliar sepanjang 30.000 km. Indonesia menawarkan pemberian izin penggunaan spektrum dengan potensi pendapatan sebesar Rp150 miliar per tahun, dan penyelenggaran proyek USO senilai Rp500 miliar per tahun.

”Ini adalah kesempatan baik bagi sejumlah perusahaan untuk menunjukkan partisipasi internasional, mengenai kontribusi apa yang dapat dilakukan untuk proses pembangunan infrastruktur dan kontruksi,” ujar Menteri Koordinator Perekonomian Boediono di hadapan investor saat memberikan sambutan pada acara IICE.

Kepada calon investor dari dalam dan luar negeri, Boediono menyakinkan bahwa pemerintah mendukung penuh kepentingan investor di Indonesia.

Sejumlah menteri terkait telah menandatangani pelbagai peraturan yang spesifik guna menjamin kepastian hukum kepada investor. Pemerintah juga akan menjawab semua kepentingan para investor.

Selain itu, Boediono mengatakan, platform meraih investasi juga dibahas bersama-sama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. ”Pemerintah daerah akan diberikan kesempatan dalam menawarkan kesempatan investasi sesuai dengan kebutuhan daerahnya.

Bahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan pemerintahan lokal sekarang sudah menjadi lebih business friendly. Mereka percaya bahwa apabila bisnis tumbuh di daerah mereka, maka akan banyak pekerjaan yang dapat tercipta, dan sebagai akibatnya, akan mengurangi kemiskinan, “ kata Presiden saat membuka acara IICE.

Menurut Boediono, saat ini adalah waktunya bagi Indonesia untuk memperbarui semangat, memperoleh kembali momentum, dan melanjutkan perjalanan penyediaan infrastruktur untuk kepentingan semua.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), MS Hidayat, mengatakan telah banyak kemajuan dan perbaikan di Indonesia yang diharapkan hasilnya dapat dirasakan pada awal tahun depan.

Menurut dia, Presiden bersama para menteri tidak hanya fokus pada penyusunan kebijakan yang dapast membuat Indonesia lebih atraktif bagi investasi. Pemerintah telah fokus pada penyusunan kebijakan agar iklim investasi menjadi lebih kondusif. Pemerintah juga telah mengusahakan kestabilan ekonomi dan politik.

”Lebih dari itu, Presiden dan para menteri telah menyediakan banyak acuan penting untuk waktu lama bagi investor dalam proyek infrasturktur, serta menciptakan stabilitas ekonomi dan politik,” katanya.

KADIN menyatakan bergabung dalam IICE 2006 karena forum itu amat penting. Forum tersebut juga terlibat dalam merevitalisasikan kondisi infrastruktur di Indonesia. ”Sekarang, saya dapat mengatakan bahwa kami semua lebih baik dalam mempersiapkan dan menyelesaikan tugas ke depan,” ujarnya di hadapan calon investor.

Menurut Hidayat, dalam dua tahun terakhir Indonesia mengalami berbagai macam perubahan termasuk revisi perundangan untuk merevitalisasi kehidupan ekonomi dan sosial di tanah air.

Dia menambahkan, pembangunan infrastruktur adalah kunci dalam menyukseskan pembangunan ekonomi di Indonesia. Karena itu, Indonesia harus membangun infrastruktur dengan melibatkan investor domestik maupun asing untuk sebagai mitra pembangunan infrastruktur.

M. Yamin Panca Setia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s